Makanan Minuman
Makanan Minuman
Makanan Sumatera Barat Padang
Asam Padeh Hati Ampela Ayam
- 7 November 2017

Asam padeh hati ampela ayam merupakan kuliner modifikasi khas masyarakat Padang, Sumatera Barat. Mengapa disebut modifikasi, karena asam padeh pada umumnya menggunakan ikan sebagai bahan utamanya.

Berikut bahan-bahan yang kalian perlukan untuk membuat kuliner ini beserta langkah pembuatannya :

Bahan-bahan :

  • 5 pasang hati ampela ayam
  • 1/2 bagian bawang bombay ukuran sedang, iris
  • 3 buah cabai hijau besar, belah dua
  • 3 buah belimbing wuluh ( belah dua, kemudian masing-masing dipotong lagi menjadi 2 )
  • 3 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun kunyit, simpulkan ( resep asli memang memakai daun kunyit, tapi kali ini saya tidak pakai )
  • Secukupnya air asam jawa
  • Sejumput bubuk bumbu kari kambing
  • 700 ml air (boleh dilebihkan)
  • Secukupnya garam, gula, merica, dan kaldu bubuk ayam (resep ini memakai kaldu yang non MSG)
  • Secukupnya minyak sayur untuk menumis

Bumbu halus :

  • 7 buah cabai merah
  • 3 buah cabai rawit merah
  • 3 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 butir kemiri, sangrai/goreng
  • 1 ruas jari jahe
  • 1 ruas jari lengkuas

Langkah pembuatannya :

  1. Siapkan bahan-bahan. Setelah itu potong-potong belimbing wuluh, cabai hijau dan bawang bombay. Kemudian cuci bersih dan buang tulang daun jeruk.
  2. Cuci bersih hati ampela. Jika sudah, berikan air jeruk nipis atau lemon dan garam. Aduk rata dan diamkan sebentar. Setelah itu cuci bersih kembali, tiriskan dan sisihkan.
  3. Siapkan air asam jawa.
  4. Haluskan bumbu-bumbu yang harus dihaluskan.
  5. Tumis bawang bombay dengan minyak sayur hingga harum.
  6. Setelah itu masukkan bumbu yang telah dihaluskan tadi.
  7. Tambahkan daun jeruk dan daun kunyit, aduk rata dan biarkan sesaat.
  8. Kemudian masukkan hati ampela dan air asam jawa, lalu aduk rata kembali.
  9. Tambahkan air, aduk rata dan biarkan hingga mendidih.
  10. Masak sampai ampela empuk, kemudian berikan garam, gula, merica, bumbu kari dan kaldu bubuk. Aduk rata sampai semua tercampur rata.
  11. Saat kuah sedikit mengental, masukkan belimbing wuluh dan cabai hijau besar. Aduk rata kembali, masak sampai belimbing terlihat layu. Koreksi rasa dan apabila sudah pas, matikan kompor.
  12. Hidangkan di mangkuk atau piring, Asam padeh hati ampela ayam siap disajikan.

 

Sumber: https://cookpad.com/id/resep/1471172-asam-padeh-hati-ampela-ayam

 

TEMPAT RUMAH MAKAN:

  1. Restoran Sederhana, Jl. Ampera Raya No. 99 Jakarta Selatan, +(021) 78840042
  2. Restoran Sederhana, Pasar Bendungan Hilir Los H Blok A 47/51 Jakarta Pusat, +(021) 5736810 / 5705049
  3. Restoran Sederhana, Jl. Dewi Sartika No. 238 Cawang - Jakarta Timur, +(021) 8004848
  4. Restoran Sederhana, Jl. Radin Intan II Taman Buaran Indah U 225 Jakarta Timur, +(021) 86614678
  5. Restoran Sederhana, Jl. Trans Yogie No. 72 (Alternatif Cibubur), +(021) 84592368
  6. Restoran Sederhana, Jl. Raden Saleh No. 29, Cikini - Jakarta Pusat, +(021) 3914658
  7. Restoran Sederhana, Jl. Ciledug Raya No. 76 Cipulir, Keb Lama Jakarta Selatan, +(021) 7392692
  8. Restoran Sederhana, Jl. Raya Bogor Km. 26.5 No. 12 Ciracas - Jakarta Timur, +(021) 29626881
  9. Restoran Sederhana, Jl. Raya Condet No. 27 Gedong, Jakarta Timur, +(021) 87781928
  10. Restoran Sederhana, Jl. Taman Cut Meutiah No. 1 Menteng, Jakarta Pusat, +(021) 3147710
  11. Restoran Sederhana, Jl. Enggano No. 73 Tanjung Priok, Jakarta Utara, +(021) 43902024
  12. Restoran Sederhana, Jl. Hang Lekir II No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 7392985
  13. Restoran Sederhana, Jl. Citarum Atas No. 19 Jatibaru Tanah Abang Jakarta Pusat, +(021) 3442271 / 3522966
  14. Restoran Sederhana, Jl. Raya Panjang No. 18 Kelapa Dua, Kebon Jeruk Jakarta Barat, +(021) 5302011
  15. Restoran Sederhana, Jl. Kebon Kacang Raya No. 19 Jakarta Pusat, +(021) 3150690 / 93924887
  16. Restoran Sederhana, Jl. Kebub Sirih No. 28 D Jakarta Pusat, +(021) 3160008
  17. Restoran Sederhana, Jl. Kelapa Gading Boulevard Blok IV No. 3 Jakarta Utara, +(021) 4502086
  18. Restoran Sederhana, Jl. Kemang Raya I No. 7 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 7198727
  19. Restoran Sederhana, Jl. K.H. Abdullah Syafe'i No. 2 Casablanca Jakarta Selatan, +(021) 8303222
  20. Restoran Sederhana, Jl. Mangga Besar Raya No. 30 DE Jakarta Barat, +(021) 6121751
  21. Restoran Sederhana, Jl. Hang Lekir II No. 14 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, +(021) 6457888 / 6425999
  22. Restoran Sederhana, Jl. Raya Matraman No. 51 Jakarta Timur, +(021) 3583021
  23. Restoran Sederhana, Jl. Jend. Gatot Subroto No. 300 - Jakarta Selatan, +(021) 44647555
  24. Restoran Sederhana, Jl. Rasuna Said Kav C22, Setia Budi - Jakarta Selatan, +(021) 29510854
  25. Restoran Sederhana, Jl. Sultan Agung No. 1 Pasar Rumput - Jakarta Selatan, +(021) 8313594
  26. Restoran Sederhana, Jl. Pemuda No. 33 Jakarta Timur, +(021) 47860807
  27. Restoran Sederhana, Jl. DR. Sumarno No. 19 Sentra Primer - Jakarta Timur, +(021) 4803682
  28. Restoran Sederhana, Jl. Nipah Raya No. 7 Prapanca - Jakarta Selatan, +(021) 7246919
  29. Restoran Sederhana, Jl. Balai Pustaka Raya No. 1 Rawamangun - Jakarta Timur, +(021) 4716944 / 4898433
  30. Restoran Sederhana, Jl. H. Agus Salim No. 35 - Jakarta Pusat, +(021) 31924962 / 3162746
  31. Restoran Sederhana, Kawasan Niaga Terpadu Lot. 8 (SCBD) Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan, +(021) 515 4415/ 515 4416
  32. Restoran Sederhana, Jl. Raya Plumpang Semper No. 40 - Jakarta Utara, +(021) 43900688
  33. Restoran Sederhana, Jl. KS Tubun No. 58B RT. 004/005 Slipi - Jakarta Barat, +(021) 8485144 / 5481752
  34. Restoran Sederhana, Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 35 Sudirman Park Blok A NO. 3-5, +(021) 57943800
  35. Restoran Sederhana, Danau Indah Timur Blok C2 No. 2 Jakarta Utara, +(021) 65834358
  36. Restoran Sederhana, Ruko Griya Inti Sentosa Blok A/37 Sunter Agung - Jakarta Utara, +(021) 6519926
  37. Restoran Sederhana, Jl. Raya Pondok Gede No. 7 Jakarta Timur, +(021) 8011837 / 8011835
  38. Restoran Sederhana, Jl. Tanjung Duren Raya No. 54 - Jakarta Barat, +(021) 5666555
  39. Restoran Sederhana, Jl. Sulawesi No. 9 Koja, Tanjung Priok - Jakarta Utara, +(021) 4358449 / 4354450
  40. Restoran Sederhana, Jl. Veteran K-8, Bintaro Pesanggrahan - Jakarta Selatan, +(021) 7392985

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah