Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir, tetapi dari bukti tertulis yang merupakan keterangan tertua, berbentuk prasasti berasal dari abad ke-14. Prasasti dimaksud di temukan di Kawali Ciamis, dan ditulis pada batu alam dengan menggunakan aksara dan Bahasa Sunda (kuno). Diperkirakan prasasti ini ada beberapa buah dan dibuat pada masa pemerintahan Prabu Niskala Wastukancana (1397-1475). Salah satu teks prasasti tersebut berbunyi "Nihan tapak walas nu siya mulia, tapak inya Prabu Raja Wastu mangadeg di Kuta Kawali, nu mahayuna kadatuan Surawisésa, nu marigi sakuliling dayeuh, nu najur sakala désa. Ayama nu pandeuri pakena gawé rahayu pakeun heubeul jaya dina buana" (inilah peninggalan mulia, sungguh peninggalan Eyang Prabu Adipati Wastukentjana yang bertakhta di Kota Kawali, y...
Wayang Kulit adalah seni tradisional Indonesia terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata Ma Hyang yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna 'bayangan', hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir.. Kesenian Wa...
Asal Usul Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Losarang, Indramayu DaftarSB19 Kelompok masyarakat ini telah menunjukan eksistensinya sejak akhir tahun 90-an kepada masyarakat luas. Mereka membangun komunitas dengan berpegang teguh pada spiritualitas sebagai dasar pembentukan ajarannya. Tidak jarang pula mereka menyebut kepercayaannya sebagai agama Jawa. Melalui kepercayaan ini, mereka melakukan penggalian kembali kepercayaan dan nilai-nilai spiritualitas masyarakat Jawa masa lalu, terutama pada masa prapatrimonial[2]. Mereka berpikir bahwa agama-agama besar yang ada saat ini, termasuk agama yang diakui oleh pemerintah Indonesia, telah terkontaminasi kepentingan-kepentingan individu yang sarat dengan keserakahan. Hal inilah yang menyebabkan kelompok kepercayaan ini menggali kembali nilai-nilai budaya masyarakat Jawa dan membangun ulang nilai-nilai komunal.[3] Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu tidak memiliki kaitan dengan Suku Dayak asli Kalimantan. Penamaan komunita...
Bleknong adalah salah satu seni pertunjukan yang ada di Indramayu. Bleknong juga bisa disebut sebagai reognya Indramayu, yang dilengkapi dengan pertunjukan buta dan manusia bertopeng lainnya. Asal usul seni ini berasal dari Pasekan. Budaya ini bermulai sejak kabupaten Indramayu dipimpin oleh Raden Wiralodra. Saat itu Raden Wiralodra ingin membuka ahutan (babad alas) untuk menjadi tempat pemukiman, bercocok tanam, dan membuka pertambakan ikan. Namun hutan Tiris itu dipenuhi dengan berbagai jin merkayangan yang terdiri dari Butha Rotadenawa, serta masyarakat merkayangan seperti gendruwo, wewe, tuyul, dsb Raden Wiralodra yang terkenal sakti tersebut akhirnya bisa mengusir para dedemit dengan menabuh alat musik bleknong yang berjalan ke tepi laut hutan Tiris. Para dedemit itu termasuk rajanya tertarik mengikuti gamelan hingga pinggir pantai. Hutan bakau itu akhirnya dapat dibuka dengan damai tanpa ada masyarakat yang diganggu. Semenjak itulah Bleknong dimainkan oleh masyar...
Kampung Budaya Sindang Barang adalah suatu kampung adat Sunda yang terletak di Desa Pasir Eurih Kecamatan Taman Sari Kabupaten Bogor. Menurut sejarahnya Kampung Sindang Barang sudah ada sejak abad ke XII dan terpapar dalam Babad Pajajaran dan tertulis juga dalam pantun Bogor. Kebudayaan Sunda yang masih kental tercermin dalam perilaku kehidupan masyarakatnya sehari-hari terutama direfleksikan dalam pelaksanaan acara Serentaun yang rutin dilaksanakan di Kampung Sindang Barang. Menurut penjelasan Prasetyo (2011) Kampung Budaya Sindang Barang adalah salah satu kampung adat dari 20 kampung adat yang ada di Jawa Barat. Kampung Budaya Sindang Barang adalah salah satu komunitas yang hingga kini mempertahankan aspek kebudayaan lokal kerajaan Pajajaran, dimana terdapat 78 lokasi situs sejarah Pakuan Sindangbarang, upacara tradisional (upacara adat Serentaun, upacara adat Neteupken, upacara adat Pabeasan, dan berbagai upacara adat lainnya), dan berbagai kesenian tradisional Sunda. Salah satu...
Pura Parahyangan Agung Jagatkarta ("alam dewata suci sempurna") [1] atau sering disebut hanya Pura Jagatkarta adalah pura agama Hindu Nusantara yang terletak di Bogor , Jawa Barat , Indonesia . Setelah dibangun, Pura Jagatkarta adalah pura terbesar di Jawa Barat dan terbesar ke-2 di Indonesia setelah Pura Besakih di Bali , dianggap sebagai tempat persemayaman dan pemujaan terhadap Prabu Siliwangi dan para hyang ( leluhur ) dari Pakuan Pajajaran yang pernah berdiri di wilayah Parahyangan . Tata letak Pura Jagatkarta juga berdasarkan legenda bahwa titik tersebut adalah tempat di mana Prabu Siliwangi mencapai moksa bersama para prajuritnya, sehingga sebelum dibangun, sebuah Candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam (lambang Prabu Siliwangi) didirikan sebagai penghormatan terhadap Kerajaan Pajajaran, Ker...
Batik Singa Barong dari Cirebon memiliki makna berdasarkan nama dan sejarahnya singa barong merupakan sejenis binatang mitologis atau ajaib karena dalam budaya Jawa maupun Bali kata “barong” memiliki arti ajaib. Keajaiban wujud singa tersebut dapat dilihat dari berbagai unsur yang merupakan penggabungan antara singa atau macan (tubuh, kaki, mata), garuda (bersayap), gajah (berbelalai), dan naga (mulut menyeringai dengan lidah yang menjulur). Dalam hal ini Singa Barong terbentuk dari penggabungan keempat jenis binatang yang berdasar pada makna kekuatan atau keperkasaan. Hal ini dipertegas dengan belalai yang melingkarkan belalainya ke atas keningnya dengan “memegang” senjata trisula (3 mata-tombak, terdapat di kedua bagian ujung depan dan belakang), yang menambahkan ekspresi atas kekuatan dan pengaruhnya. Jika dimaknai dari sisi budayawan kontemporer yaitu lebih kepada pendekatan alam: api (singa), angin (sayap), bumi (gajah), serta air (naga). Terlepas dari...
Melihat budaya ratusan tahun nusantara dan berbicara mengenai pakaian adat Jawa, hal pertama yang terlintas dalam benak kita adalah kebaya. Kebaya adalah baju khas Provinsi Jawa Barat berjenis blus, tunik, atau atasan tradisional yang dikenakan oleh kaum perempuan. Asal kata kebaya sendiri berasal dari kata arab abaya yang berarti pakaian, namun adapula versi lain yang menyebutkan kata Kebaya ini berasal dari kata "Kebyak" atau "Mbayak" dari masyarakat Jawa. Pada tahun 1500-1600san di Pulau Jawa, Kebaya merupakan pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan-kerajaan. Menjadi salah satu warisan kebudayaan Indonesia ini, Kebaya ditetapkan sebagai kostum nasional oleh Presiden Soekarno dan kebaya dianggap paling ideal untuk mencerminkan keanggunan dari sosok perempuan Indonesia. Modelnya yang cukup sederhana dapat dikatakan mencerminkan kesederhanaan dari masyarakat Indonesia. Di sisi lain Kebaya memiliki nilai filosofi kepatuhan, kehalusan dan tindak tanduk wanita yang har...
Di Gehol atau Jetak sendiri, salah satu tradisi gotong royong adalah liliuran yang dikhususkan untuk membantu salah satu warga dalam menggarap sawah. Tradisi ini merupakan seni saling membantu sesama warga atas dasar ikhlas. Liliuran sendiri tentu sangat membantu, mengingat sebagian besar warga Gehol adalah petani. Keunikan dari aktivitas budaya tersebut dilihat kontinuitas dalam pelaksanaannya. Jika peserta liliuran adalah sepuluh orang, maka bisa dipastikan dalam waktu tertentu – biasanya dalam masa tanam – kesepuluh orang tersebut akan berkeliling ke ladang atau sawah mereka. Jika hari Senin kesepuluh orang tersebut menggarap sawah si A, maka sembilan hari kemudian mereka akan menggilir sawah masing-masing. Kontinuitas dalam waktu berdekatan memang sangat unik dan menguntungkan. Dengan demikian, masa tanam serta masa panen sawah atau ladang mereka akan terhitung serentak. Senada dengan masa tanam, masa panen...