Kopi khas Jawa Tengah ini memang terbukti sangat berkualitas karena memang daerah Temanggung merupakan salah satu daerah dataran tinggi yang sangat cocok untuk ditanami oleh tanaman kopi. Tidak hanya itu saja, disamping tanaman kopi juga ada tanaman tembakau yang mana sari-sari tembakau ini juga berpengaruh terhadap citarasa dari hasil kopi yang didapat. Sisipan rasa tembakau pada biji kopi bisa dirasakan ketika sedang diseduh maupun saat diminum. Hal ini dikarenakan sari-sari tenaman tembakau yang berada di samping tanaman kopi diserap oleh kopi sehingga rasa yang ada pada biji kopi juga menghasilkan rasa tembakau yang sangat alami dan tidak bisa dihilangkan. Jenis kopi temanggung Keunikan dari biji kopi temanggung ini memang sangat jauh berbeda dari biji kopi lainnya. Biji yang dihasilkan juga memiliki kualitas unggul. Tidak hanya itu saja, kopi ini juga memiliki beberapa jenis yang memang dihasilkan oleh petani Kabupaten Temanggung. Kopi tersebut adalah jenis robusta da...
Glotak merupakan (semacam bubur terbuat dari gembus/oncom dengan kuah kaldu dan cabai hijau). Makanan semacam ini biasanya banyak dijual saat bulan Ramadan. Bahan-bahan 3 buah gembus secukupnya Ceker ayam 3 siung bawang merah 2 siung bawang putih Garam, penyedap rasa, gula pasir 5 buah cabe merah 8 buah cabe rawit (sesuai selera pedesnya) Serai, daun salam, minyak untuk menumis Langkah Haluskan gembus, ulek semua bumbu halus, kecuali serai, daun salam, Tumis bumbu halus sampe harum, masukan daun salam serai, masukan ceker ayam, masukan gembus, tambahkan air, tunggu sampe bumbu meresap, koreksi rasa Kalo sudah dirasa pas rasanya, angkat dan siap disajikan dg kerupuk https://cookpad.com/id/resep/3127538-glotak-ceker-tegal
Bahan-bahan 2 bungkus gembus bumbu halus : 3 siung bawang merah 1 siung bawang putih 3 buah kemiri 5 buah cabe rawit 2 buah cabe merah besar 1 batang sereh geprek 1 lembar daun salam 1 batang sereh geprek gula garam penyedap 100 ml air kaldu ayam Langkah Kukus gembus sampe lunak dan haluskan Panaskan minyak dan tumis bumbu halus sampai kering Tambahkan kaldu ayam, gula, garam, sereh, lengkuas dan daun salam Masukan gembus yang sudah dihaluskan dan aduk Masak dengan api sedang sampai kaldu meresap Masukan penyedap dan tes rasa Sumber: https://cookpad.com/id/resep/2740998-glotak-kaldu-ayam
Bahan-bahan 4 porsi 1 papan Gembus/Dage 5 biji Lombok merah 3 siung Bawang putih Ketumbar 1/2 sdt Ketumbar Laos salam sereh secukupnya Garam secukupnya Gula merah 1 lt Air 1/4 kg Tulang sapi/kepala /ceker ayam Langkah 30 menit Potong2 : bawang merah Cabe ijo Laos + sereh dikeprek Dihaluskan : Lombok merah Bawang putih Ketumbar Dage/gembus Sangrai bawang merah & bumbu yg dihaluskan sampai harum *Masukan salam laos sereh *Masukan air biarkan mendidih *Masukan dage dan tulang/kepala/ Ceker biarkan sampai matang & mengental * Masukan lombok ijo Siap disajikan Lebih nikmat dihidangkan panas & disantap dg krupuk antor Sumber: https://cookpad.com/id/resep/817312-glotak-kuliner-khas-tegal-jateng
Penggunaan nama/kata Tegal mengacu kepada istilah tegalan, tetegil (ladang), atau nama sebuah desa yang pada mulanya adalah merupakan bagian dari Kabupaten Pemalang yang setia kepada trah Kerajaan Pajang Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tegal
Dugderan merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang diadakan di Kota Semarang. Perayaan yang telah dimulai sejak masa kolonial ini dipusatkan di daerah Simpang Lima. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan). Pada perayaan ini beragam barang dijual (semacam pasar malam) dan pada masa kini sering diikutkan berbagai sponsor dari sejumlah industri besar. Meskipun demikian, ada satu mainan yang selalu terkait dengan festival ini, yang dinamakan "warak ngendok". Dugderan dimaksudkan selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana dakwah Islam. Dugderan ini sekarang di selenggarakan di Daerah Pasar Johar, Pernah juga di laksanakan di Daerah dekat Masjid Agung Semarang. Namun, ketika di adakan disitu masyarakat kurang berpartisipasi sehingga dugderan begitu sepi. Pernah juga di selenggarakan di dekat Station Tawang namun, ke...
Sesuai namanya yakni Pawai, merupakan kegiatan identik dengan kemeriahan yang diwujudkan dalam sebuah penampilan untuk dipertontonkan. Pawai Rolasan merupakan perwujudan keceriaan warga Kota Tegal dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.Pawai ini pada awalnya dirintis oleh KH. Mukhlas, sebagai upaya penggalang masa di masa kolonial. Pada saat itu, kegiatan tersebut dikenal dengan nama Pawai Oncor atau Obor, dilaksanakan malam 12 Robiul Awal. Berangkat dari kediaman KH. Mukhlas yang saat ini dikenal dengan daerah Panggung di Kota Tegal, masyarakat beramai-ramai membawa obor dan berjalan mengikuti rute dijalan-jalan Kota Tegal. Seiring perkembangan waktu, Pawai Oncor kini berganti nama menjadi Pawai Rolasan. Pemilihan nama Rolasan diambil dari angka 12 Rabiul Awal atau dalam Bahasa Tegal berarti rolas. Pawai Rolasan kini tidak hanya menampilkan Pawai Oncor saja, melainkan penampilan-penampilan seni Islam yang lebih meriah dengan peserta tidak hanya masya...
Kupat Glabed adalah masakan khas ketupatnya orang Tegal khususnya dari Desa Randugunting. Hampir sama dengan ketupat yang lain, cuma yang beda pada kuah yang kental (ngglabed) dan lauk sate ayam bumbu plus sate kerang dengan topping kerupuk kuning. Bahan 5 buah kupat (ketupat) 250 gr tempe potong dadu, lalu goreng 1/2 matang 125 gr mie kuning direbus seduh dan tiriskan 5 kerupuk mie digoreng Bawang goreng Untuk taburan Minyak sayur untuk menumis tepung beras. Bumbu yang dihaluskan: 8 btr bawang merah 4 siung bawang putih 5 butir kemiri 1 ruas jahe 1 sdt ketumbar 1 sdt terasi garam secukupnya 1 ruas kunyit 1 buah kaldu blok instant 1 sdt gula pasir salam, sereh, laos dimemarkan 250 ml. santan kental 750 ml santan encer Caranya: 1. Tumis dengan minyak bumbu yang telah dihaluskan, salam, sereh dan laos, l...
Gambang Suling Karangan / Ciptaan : Ki Narto Sabdo Gambang suling ngumandang swarane Tulat tulit kepenak unine Unine mung nrenyuh ake Barengan lan kentrung ketipung suling Sigrak kendangane Sumber:https://liberdaryandi.wordpress.com/category/lirik-lagu-tradisional-indonesia/