Bahan-bahan 200 gr cumi kering 10 buah cabe ijo kriting ulek 5 buah cabe merah kriting ulek 5 siung bawang merah iris 1 buah jeruk nipis ukuran kecil secukupnya Garam Penguat rasa Langkah Siapkan bahan, rebus cumi sebentar lalu potong" sisihkan Panaskan minyak, tumis bawang merah sampai harum lalu masukkan cabe yg sdh diulek (jgn lupa m...
Bahan-bahan 4 ekor cumi, bersihkan 1 papan tempe kecil, potong sesuai selera 1 buah kentang ukuran sedang, potong sesuai selera 1 siung bawang merah, rajang 5 buah cabai rawit 2 buah kapulaga 1 buah bunga lawang Secukupnya minyak goreng Secukupnya garam 3 sdm kecap manis/sesuai selera Bumbu Halus 4 siung bawang merah 1 siung bawang putih 7 buah cabai mera...
Bahan-bahan 3 Putih telur, orak arik 1/2 ons Cumi asin, rendam, potong2 1 buah Tomat hijau, potong2 kecil 1 ons Cabe hijau campur cabe rawit hijau 5 siung Bawang putih 1/2 cm Jahe Garam Gula Langkah Ulek kasar bawang putih, jahe, dan cabai hijau. Tumis tomat & bumbu yang sudah di ulek sampai harum...
Bahan-bahan 450 gr cumi 3 siung bawang merah 2 siung bawah putih 7 buah cabai setan Lada bubuk Garam Minyak Langkah Cuci cumi sampai bersih Iris bawang merah, bawang putih, dan cabai ...
Bahan-bahan 4 porsi 500 gr cumi ukuran sedang 1 ruas laos geprek 6 siung bawang merah iris tipis 3 siung bawang putih cincang 2 buah cabe merah besar iris tipis 10 buah cabe rawit utuh 1 sdm saos tiram 1/2 sdm kecap manis 200 ml air Secukupnya garam, gula, merica Langkah Cumi dibersihkan buang tulang beningnya, tumis bawang merah bawang putih hingga layu, masukan cabe merah ...
Pepatah-petitih Minangkabau menyebutkan, "Adopun nan di sabuik parampuan, tapakai taratik jo sopan, mamakai baso jo basi, tau di ereng jo gendeng". Maknanya, kaum perempuan mesti memiliki budi pekerti yang baik sebegai penerus garis matrilineal, memelihara sopan santun dalam tata pergaulan, basa-basi, mengenali kondisi, dan memahami posisinya. Selanjutnya, mamakai raso jo pareso, manaruah malu jo sopan, manjauhi sumbang jo salah, muluik manih baso katuju, kato baiak kucindan murah, pandai bagaua samo gadang. Artinya, perempuan harus mempunyai perasaan dan peduli, cerdas, ammpu mengendalikan emosi, memiliki rasa malu, menjauhi perbuatan salah, tidak berperangai tercela (sumbang), tutur kata disenangi orang, bertutur baik, penyayang, dan pandai bergaul di kalangan sebaya. Maknanya, perempuan harus menjaga marwah kampung halaman, pandai menata dan menghadirkan kebahagiaan di rumah tangga, pandai menuntun anggota keluarga kepada yang baik, menghimpunkan yang terserak di antara keluarga,...
Tanah yang menjadi lahan merupakan properti yang paling penting bagi orang Mentawai. Tanah merupakan milik komunal atau milik uma dan sejalan dengan perubahan pola pikir masyarakat mulai memahami bahwa pentingnya pemilikan individual. Walaupun untuk mendapatkan milik individu tersebut diperoleh dengan usaha seperti membeli yang sampai kini masih sulit dilakukan karena adat milik komunal atas lahan masih dipegang kuat. Tanah (polak) tempat mereka tinggal, dan mone bagi pendatang merupakan aset utama yang harus jelas pemilikannya, untuk rasa aman dan jaminan terhadap hidup orang Mentawai sampai ke anak cucunya. Namun Si bakkat laggai belum memberikan hak milik dengan cara menjual kepada pendatang. Si bakkat laggai pun belum mendapatkan hak yang jelas dari pemerintah atas tanah yang telah dijadikan kampung. Si bakkat laggai hanya memberikan tanahnya sebagai hak pakai saja kepada penduduk kampung. Kondisi ini di masa mendatang dapat menimbulkan konfik dalam masyarakat Madobak, antara S...
Penelitian ini didasarkan pada pemikiran bahwa Karapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX yang secara yuridis memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa tanah ulayat di nagari, yaitu merujuk pada Perda Nomor 13 Tahun 1983, serta mengacu pada konsep adat ”berjenjang naik bertangga turun” dalam bermusyawarah dan bermufakat, belum melaksanakan tugas dan wewenang sebagaimana mestinya. Konsekuensinya, pihak-pihak yang bersengketa merasa tidak puas dengan keputusan yang telah dikeluarkan oleh Karapatan Adat Nagari (KAN), sehingga mencari jalan penyelesaian melalui pengadilan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggambarkan proses penyelesaian sengketa tanah ulayat di Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kecamatan Kuranji Kota Padang serta kendala-kendala yang dihadapi oleh kelembagaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis (social legal research). Data dan informasi yang diperoleh dengan menggunakan teknik wawancara, studi do...
Magnet ideologi matrilineal telah mempengaruhi perantau dalam menginvestasikan modal pada bidang pertanian, menarik karena salah satu tujuan perantau merantau adalah untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Akan tetapi setelah berhasil, mereka justru menginvestasikan modal pada bidang pertanian. Motivasikekerabatan menjadi faktor utama perantau menginvesatsikan modalnya. Penelitian ini menfokuskan analisis pada faktor kekerabatan tersebut. Kekerabatan matrilineal telah memberikan pengaruh terhadap perantau sehingga bisa menarik modal dari perantau untuk diinvestasikan dikampungnya. Investasi perantau dalam bidang pertanian ini dilaksanakan melalui kerja samadengan masyarakat petani dalam bentuk usaha bersama pertanian. Penelitian ini akan membahas tentang pengaruh ideologi matrilineal terhadapperantau dalam menginvestasikan modal bidang pertanian, dan relasi sosial yang terjadi antara perantau dan petani pengolah lahan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekata...