Anak
308 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
5_Kandi Jadi Batu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Telah bertahun-tahun Baginda Raja menikah dengan permaisurinya. Meski begitu belum mempunyai seorang anak pun. Untuk mengisi kesepiannya mereka memelihara seorang anak kecil bernama Kandi. Hingga gadis kecil itu beranjak dewasa. Gadis itu sudah bisa disuruh kesana-kesini untuk melayani sang raja dan permasuri. Hanya si Kandilah orang yang paling dekat dengan Baginda Raja dan permaisuri. Usai menunaikan shalat, mereka memohon kepada Allah supaya dikaruniai seorang anak. Jangan sampai tidak ada anak yang kelak menggantikannya menjadi raja. Jika tak mempunyai keturunan, Baginda Raja khawatir kekuasaannya akan diambil dan dijadikan rebutan orang. Jangan sampai hari tuanya hidup sendiri, sebab perlahan-lahan nanti si Kandi akan menemukan jodohnya dan hidup dengan pasangannya. Jika mereka tidak beranak maka hidupnya akan kesepian, tidak ada yang melayani makan minum dan merawat mereka di kala sakit. Sang raja bertanya ke sana-ke sini. Kepada dukun-dukun obat. Mereka mengatakan tubuhny...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Usah Diratoki
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Barat

Anak urang si Kubang Putiah Pai ka balai, hari sanjo Mamakai baju guntiang cino, guntiang cino Ulah rayu si daun siriah Bacarai pinang jo tampuaknyo Apo katenggang si carano, si carano Reff: Urang Kapau pai ka ladang Sarupo kodek jo bajunyo Iyo buruak lakunyo alang Ayam tapauik disembanyo Urang Sariak babaju ganiah Pai manggaleh ka Padang Lua Iyo sarik ba ayam putiah Kok indak sikok alang manyemba Jikok mandi denai di hulu Aia nan usah adiak sauak, Disauak usah dikaruahi, dikaruahi Jikok mati denai dahulu Mati nan usah adiak janguak, Dijanguak usah diratoki, diratoki (Ciptaan Yusaf Rahman, Dipopulerkan oleh Gumarang dan Tiar Ramon) ©ourtesy of https://laguminanglamo.wordpress.com/

avatar
Rahmi
Gambar Entri
5_Cerita Puti Jailan
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Cerita Puti Jailan ~ Kaba Puti Jailan adalah suatu kaba (sastra lisan) yang sangat digemari oleh rakyat/penduduk di daerah Pasaman Bagian Barat, kaba ini adalah cerita legenda yang terjadi di Pasaman Barat pada masa dahulu kala yang mengandung nasehat-nasehat terhadap pemuda - pemudi dan terhadap orang tua yang mempunyai sifat-sifat tamak akan kekayaan dan kekuasaan. Kaba ini sampai saat sekarang belum sempat disalin orang ke dalam buku, sehingga kaba ini berkembang hanya dari mulut - ke mulut saja. Satu-satunya orang yang betul-betul dapat mengabakan kaba ini hanyalah bapak Matsadin gelar Si. Kebetulan berasal dari Simpang Tonang Pasaman, yang pada saat inii telah berumur 58 tahun. Beliau mulai berumur 15 tahun yaitu 43 tahun yang lalu telah mulai menjadi tukang kaba, dari satu tempat ke tempat lain dalam daerah Kabupaten Pasaman, sehingga kaba Puti Jailan ini telah hafal diluar kepala sebaik-baiknya bagi beliau, kaba ini dikabakan diiingi dengan pukulan gendang yang sekaligus...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Prosesi Pernikahan Pengantin Koto Gadang
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Secara garis besar, tradisi pengantin Koto Gadang punya kesamaan dengan etnik Minangkabau umumnya. Hanya saja, prosesi pengantin Koto Gadang lebih simpel. Simak tata cara dan tradisi pernikahan secara adat Nagari Koto Gadang berikut ini. Mencari Jodoh  Ketika si gadis menginjak dewasa, membuat kedua orang tua beserta kerabat gadis tersebut mulai memilih dan mencarikan calon untuk si gadis.  Di saat yang tepat mereka berkumpul dan bermusyawarah di rumah ibu si gadis, dihadiri oleh ayah, ibu dan m amak-mamak  (paman-paman) serta saudara perempuan ibu lainnya. Musyawarah dan pembicaraan untuk mencarikan calon buat si gadis biasanya dilakukan secara ‘rahasia’ pada malam hari, sekitar selesai shalat Maghrib atau Isya. Dengan maksud agar tetangga dan masyarakat lain tidak mengetahuinya. Maresek-resek Setelah calon jodoh yang sekiranya sesuai telah mereka temukan, maka langkah selanjutnya adalah  maresek-resek  atau penjajakan. Biasanya...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Suntiang
Ornamen Ornamen
Sumatera Barat

Dalam  pesta pernikahan   adat   Minangkabau , ada beberapa benda yang menjadi ciri khas. Mulai dari baju kurung, hingga  suntiang  yang merupakan  hiasan  cantik di atas kepala  Anak Daro  (pengantin perempuan). Makna Suntiang Suntiang dalam adat Minang sekaligus menjadi lambang beratnya tanggung jawab yang akan diemban seorang perempuan setelah menikah. Suntiang berasal dari daerah Padang dan Pariaman. Hiasan yang diletakkan di atas kepala pengantin perempuan ini memiliki tingkatan lebih dari satu dan jumlahnya harus ganjil. Rata-rata masyarakat Minangkabau menggunakan suntiang tujuh tingkat untuk hiasan kepala pengantin perempuan, tapi ada pula yang lebih. Sedangkan tingkatan yang lebih sedikit digunakan untuk hiasan kepala pasumandan atau pendamping pengantin perempuan, disebut juga sebagai suntiang ketek. Berbeda di Tiap Daerah Semua masyarakat Minang memang menggunakan suntiang untuk upacara pernikahan adat m...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
ASAL USUL SUNGAI OMBILIN DAN DANAU SINGKARAK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Danau Singkarak dengan luas 107,8 m2 merupakan danau terluas kedua setelah Danau Toba di Pulau Sumatra, Indonesia. Danau yang berada di ketinggian 36,5 meter dari permukaan laut ini terletak di dua kabupaten di Provinsi Sumatra Barat, yaitu Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar. Menurut cerita, danau yang juga merupakan hulu Sungai Batang Ombilin ini dahulu memang merupakan lautan luas. Namun karena terjadi sebuah peristiwa yang luar biasa, air laut tersebut menyusut. Peristiwa Apakah yang menyebabkan air laut tersebut menyusut, sehingga lautan itu berubah menjadi danau ? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Mula Sungai Ombilin dan Danau Singkarak berikut ini.   * * * Alkisah, di sebuah kampung di daerah Sumatra Barat, hiduplah keluarga  Pak Buyung . Ia tinggal di sebuah gubuk di pinggir laut bersama istri dan seorang anaknya yang masih kecil bernama Indra . Untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, Pak Buyung bersama istrinya mengumpulkan hasil...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
KISAH PUTI JUILAN
Alat Musik Alat Musik
Sumatera Barat

Tanjung Mutiara adalah sebuah kecamatan yang terletak pada kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Awal mulanya adalah sebuah nagari bernama Tiku. Secara yuridis Kecamatan Tanjung Mutiara termasuk wilayah Kabupaten Agam. Objek wisata yang sayang untuk dilewatkan adalah Pantai Bandar Mutiara yang berpasir putih dengan ombak yang cukup besar. Keunikan pantai ini adanya Arus bawah yang berputar sehingga ombak yang mengarah ke pantai tidak tegak lurus tapi berbelok ke arah kanan. Jadi kalo kita berenang di pantai tanpa terasa kita terseret ke arah kanan. Setiap tahun menjelang memasuki bulan puasa ada tradisi pesta pantai Tiku yang ramai dikunjungi oleh semua lapisan umur. Sekedar berkumpul dipantai menyambut kedatangan bulan puasa yang juga diselingi hiburan organ tunggal. Satu hari menjelang hari raya Idul fitri terdapat juga tradisi membantai jawi ( menyemblih sapi) bisa mencapai 200 ekor dalam semalam untuk memenuhi konsumsi daging pada hari raya idul fitri....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Mitigasi Gempa Bumi melalui Lagu Teteu Amusiast Loga
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Masyarakat Mentawai adalah kelompok individu yang tinggal di pulau-pulau kecil di bagian barat Provinsi Sumatera Barat. Wilayah Mentawai tercatat kerap dilanda gempa bumi dengan skala tinggi. Oleh karena kerap dilanda gempa bumi, masyarakat Mentawai memiliki mitigasi yang berbasis kearifan lokal tersendiri. Berdasarkan uraian Ade Rahadian, penulis berdarah Minangkabau, mereka memiliki lagu berjudul Teteu Amusiast Loga (gempa akan datang tupai sudah menjerit). Lagu tersebut kerap dinyanyikan oleh anak-anak Mentawai saat bermain gasing dari batang bakau atau manggis hutan juga saat bermain petak umpet. Namun, mereka yang menyanyikannya ini tidak tahu bahwa ada makna lain di balik lagu ini. Kata 'Teteu' diartikan sebagai kakek atau juga bisa sebagai gempa bumi. Menurut kepercayaan masyarakat Mentawai yang beraliran Arat Sabulungan, mereka percaya pada roh-roh penguasa alam sejagat. Teteu adalah salah satu penguasa bumi. Jika Teteu murka, mak...

avatar
adhaagary
Gambar Entri
Matrialkal
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Matrialkal merupakan garis keturunan dari pihak ibu. Hal ini masih dianut oleh masyarakat Padang yang memegang kepercayaan adat dengan kuat. Misalkan seorang anak memiliki ayah orang Padang sedangkan ibunya orang Sunda maka tidak dianggap sebagai keturunan Padang. Namun apabila ayahnya orang Sunda sedangkan ibunya orang Padang maka akan diakui sebagai keturunan Padang. Dalam hal menikahpun yang melamar harus dari pihak perempuan bukan pihak lelaki. Contoh lainnya pada pembagian warisan. Dalam pembagian warisan hanya anak perempuan yang mendapatkan hak waris sedangkan lelaki tidak dan anak lelaki diharuskan untuk merantau.  Namun semakin berkembangnya zaman dan pengetahuan, banyak masyarakat Padang yang mulai meninggalkan matrialkal karena tidak sesuai dengan hukum agama yang dianut. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16018368_intan