Solo menjadi salah satu kota yang terkenal dengan aneka jenis kuliner di Indonesia. Nama-nama seperti Timlo, sate kare, nasi liwet menjadi kuliner yang sudah dikenal masyarakat. Ada satu kuliner lagi yang juga tidak kalah enaknya yakni Soto Gerabah. Masuk ke dalam kedai yang terletak di Jalan Prof. Dr. Supomo No 57, Pasar Beling, Solo, ini nuansa ornamen gerabah begitu dominan terlihat. Mulai dari dekorasi kendi hingga mangkuk soto beserta sendok dan gelas minumannya semuanya terbuat dari gerabah. Gerabah-gerabah seperti menjadi bagian penting dari sajian makanan yang ditawarkan di kedai ini. Soal makanan, kedai ini menyajikan menu utama soto gerabah. Sajian satu mangkuk soto yang diracik dengan campuran bumbu yang kaya rempah-rempah dicampur nasi lengkap dengan tambahan lauk seperti tempe, perkedel, dan sate telur puyuh. Penyajian di atas mangkuk gerabah dengan sendok yang juga terbuat dari gerabah membuat nuansa menikmati soto ini menjadi lebih menyenangkan. Rasanya yang e...
Sigale-gale adalah boneka kayu yang dibuat untuk membahagiakan Raja Rahat, raja dari salah satu kerajaan di Pulau Samosir. Sigale-gale berawal dari Alkisah, Raja Rahat memiliki putra tunggal bernama Raja Manggale. Sayangnya, sang putra kesayangan gugur di medan perang dan jasadnya tidak ditemukan. Kesedihan karena kehilangan sang putra membuat Raja Rahat sakit. Guna membahagiakan kembali rajanya, para tetua di kerajaan tersebut membuat sebuah patung yang mirip dengan Manggale. Agar patung tersebut ‘hidup’, para tetua itu memanggil roh Manggale yang membuat patung bisa bergerak. Berkat patung tersebut, Raja Rahat pulih dari sakitnya. Sejak saat itu, masyarakat Batak menyebut patung tersebut sebagai Sigale-gale, yang diambil dari nama Manggale. Pertunjukkan Sigale-gale tentu tidak menggunakan roh seperti dimasa lalu. Boneka yang digunakan dalam pertunjukkan, digerakkan menggunakan sistem penggerak mekanis, sehingga boneka bisa menari lincah. T...
Sesuai dengan namanya, Nuwou Sesat digunakan sebagai balai pertemuan adat antar penyimbang (tetua masing-masing marga) pada saat mengadakan pepung adat atau musyawarah. Oleh karena itu, Nuwou Sesat juga disebut Sesat Balai Agung. Bagian-bagian yang terdapat pada bangunan ini adalah ijan geladak (tangga masuk yang dilengkapi dengan atap). Sedangkan Atap itu disebut Rurung Agung. Kemudian anjungan atau serambi, biasa digunakan untuk pertemuan kecil. Pusiban atau ruang tempat musyawarah resmi. Ruang tetabuhan tempat menyimpan alat musik tradisional, dan ruang gajah merem (tempat istirahat bagi para tetua). Pada sisi depan bangunan ini terdapat ukiran ornamen bermotif perahu. Hal lain yang khas di bangunan ini adalah hiasan payung-payung besar berwarna putih, kuning, dan merah pada bagian atapnya. Payung-payung tersebut merupakan lambang dari tingkat tetua adat bagi masyarakat tradisional Lampung. Secara fisik Nowou Sesat berbentuk rumah panggung bertiang. Sebagian besar materialnya ter...
Bledukan merupakan salah satu permainan tradisional yang terdapat di Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung. Pada masa lalu, bledukan terbuat dari bambu dengan menggunakan bahan bakar minyak tanah, Bledukan biasa digunakan masyarakat Lampung Utara ketika sedang manjau pada saat upacara adat atau begawi . Pada saat ada kunjungan besan sewaktu lamaran ataupun pernikahan selalu ditandai dengan bunyi bledukan kemudian diikuti dengan alunan musik kolintang. Pada saat ini, permainan biasa dilakukan secara beramai-ramai baik oleh anak laki-laki, anak perempuan maupun orang dewasa. Bentuk dari bledukan seperti senapan dengan panjang sekitar 120 -150 cm dan memiliki 2 pegangan yang berukuran sekitar 30-50 cm. Bledukan terbuat dari kaleng-kaleng bekas makanan dan botol-botol bekas minuman yang disambung satu per satu kemudian dibalut oleh kain dan direkatkan oleh karet. Pada masa...
Sekilas ======== Tulisan mengenai mengenai kesenian Dundam ini sangat sedikit saya jumpai, sehingga pada tulisan kali ini hanya sekadar mengenalkan kepada urang Banjar bahwa ada kesenian khas Banjar yang bernama Dundam. Kesenian Dundam atau dalam kata kerjanya Badundam, diyakini merupakan turunan dari kesenian Lamut. Dundam sudah ada sejak ± 1500 M dalam bentuk sastra lisan, setelah Islam masuk di Kalimantan Selatan, kesenian ini diiringi dengan alat musik tarbang . Dundam diperkirakan berasal dari kata “Memundang” atau “Mengundang” (tokoh-tokoh alam gaib). ( Ian Emti, Dundam Sastra Lisan Kalimantan Selatan . 1991) Diperkirakan perkembangan kesenian ini berada pada daerah pedesaan di sepanjang sungai. Satu-satunya tempat yang masih ada kesenian ini adalah di Desa Lok Baintan (Kecamatan Sungai Tabuk) dan Pundun Daun (Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar). Tata-tata Cara Penyajian Diperkirakan Sebagai Berikut =======...
Ayam Bumbu Kacang Khas Bali atau sate lilit adalah salah satu khas salah satu kuliner di pulau dewata atau bali. ayam bumbu kacang ini biasanya disantap oleh nasi dan juga kuah soto lebih enak. untuk dapat mencicipi makanan khas kuliner ini dapat ditemukan salah satunya dapat di temukan di jebak Tempat berkumpulnya para vendor makanan dengan lebih dari 200 menu sambil menikmati live musik.untuk alamatnya Jalan Teuku Umar No. 212, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat, Dauh Puri Kauh, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80113 dan dibuka pada jam 10AM-11.30PM Phone : (0361) 9382111 SELAMAT MENCOBA YA GUYSS…
https://www.youtube.com/watch?v=baENHTG2SCc Hal menarik dari alat musk ini adalah tidak memiliki kunci nada dan lirik. . Lalu, bagaimana mempelajarinya? Secara oral dan aural. Atau bahasa mudahnya: pakai feeling, yang berasal dari indra pendengaran dan lisan yang diajarkan dengan cara duduk bersama. Menariknya lagi, sapeq yang dimainkan mengiringi tarian, tangga-tangga nada yang keluar berasal dari ketukan gerak dan makna tarian. Pada masa lampau, pemain sapeq baru bisa memainkan dawainya setelah melihat gerak dan paham makna tariannnya. Yang kemudian menghasilkan music yang menjadi milik tarian tersebut. Music Sapeq tidak memiliki lirik. Kata “lirik” mempunyai arti yang lain, yaitu nada. Menyangon atau memainkan lagu mempunyai fungsi tersendiri, sebagai pengiring vocal, tari, hiburan, dan pengantar seseorang yang dianggap ahli melant...
Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dictionary of the Sunda Language karya Jonathan Rigg, yang diterbitkan pada tahun 1862 di Batavia, menuliskan bahwa angklung adalah alat musik yang terbuat dari pipa-pipa bambu, yang dipotong ujung-ujungnya, menyerupai pipa-pipa dalam suatu organ, dan diikat bersama dalam suatu bingkai, digetarkan untuk menghasilkan bunyi. Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010. (Sumber : Wikipedia)
Suling adalah alat musik dari keluarga alat musik tiup kayu atau terbuat dari bambu. Suara suling berciri lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas atau campuran keduanya. Sedangkan suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak, atau logam yang dilapisi perak. Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. Ini berarti suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes.