Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahra...
Patung Lele dan Kecapi, atau yang biasa disebut sebagai Tugu Lele, dicanangkan pada tahun 1995 saat Bupati Mochammad Djamhari, satu tahun sebelum Kabupaten Bekasi diresmikan menjadi Kota Bekasi. Tugu tersebut didirikan di Jalan Insinyur H. Juanda Blok A No.1, Marga Jaya, Bekasi Sel., Kota Bks, Jawa Barat; Atau sebutan tempat yang lebih populernya Simpang Bulan-Bulan. Patung Lele ini disematkan buah kecapi pada tengah tugu tersebut sehingga secara resmi, penamaan kurang populer, disebut sebagai Patung Lele dan Kecapi. Akan tetapi, Tugu Lele hanya berdiri selama 7 tahun. Pada tahun 2002, Tugu Bekasi dibakar habis oleh sejumlah orang. Mengapa Tugu Lele Bekasi Dibakar Oleh Massa Organisasi Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB), dan beberapa orang Bekasi merasa bahwa patung tersebut tidak mencerminkan masyarakat Bekasi. Lele dipercaya sebagai hewan yang tamak. Ikan lele adalah pemakan segala yang rakus, bahkan memakan kotoran hewan lain, sehingga tak layak menjad...
Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahraga...
Seblak adalah salah satu makanan populer saat ini di masyarakat. Seblak merupakan salah satu makanan unik yang berasal dari Jawa Barat. Mengapa makanan ini dapat disebut makanan unik? Karena seblak menggunakan kerupuk yang cara penyajiannya direbus bukan digoreng, tidak seperti kebanyakan makanan lainnya. Seblak mempunyai dua varian yang paling berdasar, yaitu seblak kering dan seblak basah. Seblak kering disajikan tanpa kuah. Sebaliknya, seblak basah disajikan dengan kuah. Nah sekarang saya akan membahas salah satu jenis seblak yang tadi saya sebutkan di atas,yaitu seblak basah. Seblak basah saat ini sedang populer di kota saya,yaitu Bekasi. Seblak basah memiliki berbagai varian isi, mulai dari seblak mie, seblak kwetiau, hingga seblak makaroni. Varian isi seblak dapat dipilih sesuai selera si pembeli. Tetapi biasanya ciri khas hampir di setiap seblak yang ada di Bekasi menggunakan mie sebagai isinya. Harga seblak di Bekasi biasanya sekitar Rp. 5000-Rp. 15.000. Sekarang kita masuk ke...
Entah dari mana asal permainan "Cang Kacang Panjang" ini, namun saya meyakini bahwa permainan ini berasal dari Jawa Barat dan Banten karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Sunda. Permainan ini biasa dilakukan oleh anak-anak untuk menentukan siapa yang akan menjadi petugas atau dalam bahasa sunda "ucing". Cara bermain nya cukup mudah yaitu dengan berkumpul membentuk lingkaran, lalu mengepalkan satu tangan dan menanyikan lagu "cang kacang panjang" dengan gerakan yang menekuk dan mengulur. "Cang kacang panjang anu panjang/pendek jadi" "Cang kacang panjang anu panjang/pendek ucing" Ada beberapa versi dari lirik yang digunakan dalam permainan ini sendiri, tergantung dari daerah masing-masing. *mohon maaf bila ada kesalahan data* #OSKMITB2018
Cianjur merupakan sebuah kota bagian dari Provinsi Jawa Barat. Daerah ini terkenal akan kebudayaannya yang kental, termasuk banyak cerita yang dianggap menggambarkan asal-usul daerah ini. Berikut merupakan salah satu legenda yang dipercaya masyarakat merupakan asal-usul terbentuknya Cianjur dan dari mana asal kata "Cianjur" itu sendiri. Pada jaman dahulu di daerah Jawa Barat ada seorang lelaki yang sangat kaya. Seluruh sawah dan ladang di desanya menjadi miliknya. Penduduk desa hanya menjadi buruh tani penggarap sawah dan lading lelaki kaya itu. Orang kaya itu oleh penduduk desa dijuluki Pak Kikir karena memang dia adalah orang yang sangat kikir. Kekikiran Pak Kikir tidak pandang bulu, sampai-sampai terhadap anak lelaki satu-satunya pun dia juga sangat pelit. Untunglah sifat kikir itu tidak menular pada anak lelakinya itu. Anak Pak Kikir itu berwatak baik. Tanpa sepengetahuan ayahnya, sering dia membantu tetangganya yang kesusahan. Menurut anggapan dan kepercayaan...
Bebeyé Bebeyé¸ adalah makanan yang berasal dari tanah Sunda. Makanan ini dibuat dengan mencampurkan berbagai macam tumisan seperti, tumis kentang , buncis, dan daging. Biasanya Bebeyé ini tidak dimakan sendirian melainkan menjadi teman santap ketan goreng atau biasa masyarakat Sunda sebut “Ulen” ,karena ketika dipadankan rasanya akan menjadi lebih enak dan nikmat. Makanan ini sudah sangat jarang ditemukan di masyarakat perkotaan. Namun, yang saya ketahui makanan ini masih cukup dikenal di Desa Puteran , Cikalong Wetan, Jawa Barat . Sumber Gambar : https://twitter.com/indahfauziaa/status/495014718528958464 #OSKMITB2018
Paturay Tineung merupakan upacara adat yang dilakukan dalam acara perpisahan. Kebudayaan ini berasal dari Jawa Barat. Maka dari itu, upacara ini sangat kental dengan Budaya Sunda. Paturay Tineung biasa dilakukan ketika melepas siswa yang akan melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, seperti kelas 6, kelas 9, serta kelas 12. Acara adat tersebut dibuka dengan musik gamelan sunda. lalu setelah itu terdapat tarian payung serta umbul-umbul. Dan yang menjadi sorotan di acara tersebut atau menjadi acara puncak adalah ketika longser menjeput perwakilan murid untuk mengucapkan selamat tinggal. Prosesi tersebut dilakukan sambil menyanyika Rajah-Rajah Khas kebudayaan Sunda. Paturay Tineung adalah acara yang kental dengan budaya. Salah satu bentuk kekayaan indonesia yang patut dilestarikan. OSKMITB2018
Tugu Kujang merupakan monumen khas dari Kota Bogor. Tradisi Ngumbah Kujang merupakan salah satu bentuk dari pelesatrian dan wujud mempertahankan tradisi sunda. Tradisi Ngumbah Kujang dimulai sejak Tugu Kujang dibangun dan diresmikan. Walaupun sempat terhenti, tetapi pada tahun ini masyarakat Kota Bogor kembali berantusias dalam tradisi ini. Tradisi Ngumbah Kujang dilaksanakan pada siang hari dengan menggunakan tiga sumber mata air yang berada di sekita Tugu Kujang. Beberapa orang menggunakan alat panjat tebing dan membawa suatu bambu berisi air untuk mencuci bagian dari Tugu Kujang. Selain mencuci Tugu Kujang, tradisi ini juga sekaligus memeriksa kondisi keretakan dan sebagainya dari Tugu Kujang tersebut agar Tugu Kujang tetap berdiri kokoh di tengah Kota Bogor. #OSKMITB2018