jawa tengah
2.310 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Biluluk
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Biluluk terdiri dari empat lempeng tembaga dengan aksara dan bahasa Jawa Kuna. Prasasti ini terdiri atas: ·         Biluluk I berangka tahun 1288 Saka (1366 M) ·         Biluluk II berangka tahun 1315 Saka (1383 M) ·         Biluluk III beangka tahun 1317 Saka (1385 M) ·         Biluluk IV tidak berangka tahun Isi prasasti Biluluk I sampai III sama, yaitu menyebutkan hak-hak yang dimiliki oleh Desa Biluluk dan Tanggulan. Pada prasasti keempat, selain menyebutkan nama Desa Biluluk dan Tanggulan, juga menyebutkan nama satu desa lagi, yakni Desa Papadang. Selain itu, dari prasasti Biluluk I diketahui adanya keterangan mengenai pembuatan garam di daerah pesisir. Dalam prasasti tersebut, disebutkan adanya sumber air asin di Desa Biluluk, t...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Condrogeni
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Condrogeni I berangka tahun 1427 Çaka atau 1505 M, dengan menggunakan aksara Jawa Kuno (Merapi-Merbabu) dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti Condrogeni I merupakan upala praÅ›asti yang dipahatkan pada batu andesit berwarna keabu-abuan dengan bentuk  stele  dengan puncak meruncing, berjumlah 12 baris. Angka tahun dipahatkan di bagian paling atas, dan isinya hanya dipahatkan pada bagian depan ( recto ) saja. Sekarang, prasasti ini disimpan di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris D 125. Prasasti Condrogeni I mempunyai ukuran yang tidak sama antara sisi yang satu dengan sisi lainnya. Ukuran prasasti ini dari alas sampai puncak 64,5 cm, lebar tubuh 34,5 cm, dan lebar alas 27 cm. Prasasti dari masa Majapahit akhir ini ditemukan di Desa Pudak, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, yang tepatnya berada di sisi barat daya gunung Wilis.  Di dalam laporan yang termaktub di dalam OV tahun 1912, disebutkan b...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Garaman
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Garamān dikeluarkan oleh MapaÅ„ji Garasakan dari Kerajaan Janggala yang bergelar ÅšrÄ« Mahārāja Rake Halu pada tahun 975  Çaka  atau 1053 Masehi. Prasasti ini menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno periode Kediri yang sudah berkembang.   Konon, prasasti ini ditemukan oleh seorang penduduk bernama Moh. Dahlan dari Dusun Mandungan, Kelurahan Widang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada 1 Juni 1985. Ia telah menyerahkan empat buah lempeng tembaga bertulis dari periode abad ke -11 kepada Pimpinan Proyek Pengembangan Museum Nasional Jakarta, dan mendapat imbalan sebesar 1,9 juta rupiah. Tidak diketahui di mana prasasti itu ditemukan.   Lempeng pertama berukuran panjang 36,75 cm, lebar 11,70 cm,dan tebal 0.15 cm, ditulis pada satu sisi; lempeng kedua berukuran panjang 36,65, lebar 11,70 cm, dan tebal 0.15 cm, ditulis pada kedua sisinya; lemp...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Hantang
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Hantang berangka tahun 1057 Saka (1135 M) ditemukan di Desa Ngantang, Malang dan terpahat dalam batu. Prasasti ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.9   Prasasti Hantang mempunyai keistimewaan, yaitu ada tulisan dengan huruf kuadrat yang besar melintang di tengah cap kerajaan berupa  Narasingha  yang berbunyi  panjalu jayati  (= Panjalu menang). Prasasti ini memperingati pemberian anugerah Raja Jayabhaya kepada Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya berupa prasasti batu yang memuat pemberian hak-hak istimewa kepada penduduk Desa Hantang beserta wilayahnya. Adapun sebabnya ialah pada suatu ketika penduduk Desa Hantang dengan 12 desa yang masuk dalam wilayahnya datang menghadap raja dengan perantara guru raja yaitu Mpungku Naiyayikarsana dengan permohonan agar prasasti yang ada pada mereka sebagai anugerah raja yang di- dharma -kan di Gajapada dan di Nagapuspa yang ditulis di atas daun lontar ( ripta ) di...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Jeru-Jeru
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Jeru-Jeru berangka tahun 852 Saka (930 M). Prasasti batu yang ditemukan di daerah Singasari, Jawa Timur ini merupakan koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.70.   Prasasti ini mengisahkan bahwa pada tahun 852 Saka,  Rakryan Hujung Pu Madhura  memohon kepada Raja Isanawikramadharmottunggadewa agar daerah Jeru-Jeru dijadikan daerah  sima .  ***

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Kawambang Kulwan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Kawambang Kulwan berangka tahun 913 Saka (992 M) dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno. Prasasti yang terbuat dari batu padas dengan bentuk blok berpuncak lancip dengan tinggi 187, lebar 105 dan tebal 92 cm ini ditemukan di daerah Sendang Kamal, Kecamatan Maospati, Madiun, dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.37. Banyak kerusakan di beberapa bagian prasasti ini yang menyebabkan kesulitan dalam pembacaan dan sedikit mendapat informasi dari isi prasasti tersebut. Prasasti ini telah dibaca oleh J.L.A. Brandes walaupun hanya 12 baris bagian awal pada sisi depan.   Prasasti Kawambang Kulwan boleh dikatakan belum diterbitkan sebagaimana mestinya. Apa yang terdapat dalam transkripsi Brandes sebagian kecil permulaannya saja, itu pun hanya dibaca satu sisi, sedang prasasti ini ditulis melingkar. Yang dapat ditangkap ialah bahwa prasasti ini memuat anugerah raja kepada Samgat Kanuruhan Pu Burung berupa  sima  dari Desa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Kaladi
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Kaladi berangka tahun 831 Çaka atau 909 M, dengan menggunakan aksara Kawi tipe standard dengan variasi serta menggunakan bahasa Jawa Kuno yang dituliskan dalam bentuk prosa. Prasasti ini dipahatkan di atas tembaga ( tamra pra Å›asti ) yang berjumlah 10 lempeng, akan tetapi yang 2 lempeng hilang, yaitu lempeng nomor 3 dan 5. Sekarang yang 8 lempeng prasasti Kaladi disimpang di Museum Nasional Jakarta dengan nomor inventaris E71.   Prasasti Kaladi ditemukan di area Gunung Penanggungan, Jawa Timur. Prasasti Kaladi berasal dari masa Mataram Kuno dalam masa kepemimpinan ÅšrÄ« Maharāja Rakai Watukura Dyah Balitung ÅšrÄ« Dharmmodaya Mahāsambhu. Dyah Balitung merupakan raja yang memerintah Mataram Kuno setelah Rakai Kayuwangi.   Prasasti ini menceriterakan tentang penetapan Desa Kaladi, Gayām, dan Pyapya, yang semuanya masuk wilayah ( sa...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Kampak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Kampak berangka tahun 851 Çaka atau 929 Masehi, dan ditulis dengan bahasa dan aksara Jawa Kuno. Prasasti ini dipahatkan pada batu andesit ( upala praÅ›asti ). Prasasti Kampak merupakan peninggalan Pu Sindok karena di dalamnya ada  penyebutan i mdang i bhÅ«(mi) mataram , dan  rake wka  yang dipegang oleh Pu Balyang, sama seperti nama  rake wka  yang tercantum di dalam prasasti lain dari masa Pu Sindok. Prasasti Kampak merupakan peninggalan Pu Sindok, dan diperkirakan sekitar abad ke-10.  Prasasti batu yang ditemukan di Dukuh Kampak, Desa Karangrejo, Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur ini merupakan koleksi dari Museum Nasional dengan No. Inventaris D.21. Prasasti ini berisi tentang peresmian sawah di Kampak menjadi  sima  milik para pandai logam karena mereka diharuskan memelihara  Prasada Kabhaktyan  (tempat ibadah).   Alih aksara:...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Kudadu
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Kudadu bertarikh 1216 Çaka atau bertepatan dengan 11 September 1294 M, dengan menggunakan aksara Kawi Majapahit. Prasasti ini dipahatkan pada lempeng tembaga ( tamra praÅ›asti ) yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya yang bergelar Kertarajasa Jayawardha Anantawikramottunggadewa.   Prasasti ini ditemukan di lereng Gunung Butak yang masuk dalam jajaran Pegunungan Putri Tidur. Gunung Butak berada dalam wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.   Prasasti Kudadu atau yang dikenal juga dengan Prasasti (Gunung) Butak – sesuai dengan lokasi ditemukan prasasti - menyebutkan tentang pemberian anugerah raja Kertarajasa Jayawardhana kepada pejabat Desa Kudadu berupa penetapan Desa Kudadu sebagai  sÄ«ma  untuk dinikmati oleh pejabat Desa Kudadu dan keturunan-keturunannya sampai akhir zaman. Para pejabat Desa Kudadu itu mendapat anugerah demikian karena telah berjasa kepada raja sebelum dinoba...

avatar
Arum Tunjung