Ikan bilih atau ikan bilis adalah ikan endemik Sumatera Barat yang hanya terdapat di Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Ikan air tawar berukuran kecil ini hanya akan tumbuh hingga ukuran 116 meter. Di tahun 2003, populasi ikan bilih masih mencapai 70% dari populasi ikan lain di Danau Singkarak. Namun sejak 2014 tangkapan ikan bilih semakin berkurang sehingga membuat harga makanan ini melonjak drastis. Untuk satu piring kecil bilih dibandrol dengan harga Rp25.000-30.000. Ikan bilih biasanya diolah dengan cara digoreng kering atau diasinkan. Penyajiannya sederhana, hanya diberikan sambal lada merah atau bisa juga dimakan langsung. Tak jarang ada juga yang membuat pepes ikan biliih. Rasa ikan sangat garing. Alamat dan Kontak Penjual: Rumah Makan Fuja Jl. Samudera No.24, Purus, Padang Bar., Kota Padang, Sumatera Barat 25115 0813-7836-1231 Sumber: Jajanan I...
Olahan khas Sumatera Barat cukup melimpah, yang pertama ada kacimuih. Pembuatannya dilakukan dengan bahan singkong, gula (bisa gula putih bisa gula merah), dan parutan kelapa. Bentuknya sendiri terbilang sederhana, ketela pohon tadi akan ditumpuk dengan kelapa parut maupun gula. Namun rasanya akan sangat nikmat di mulut, ada rasa gurihnya parutan kelapa maupun manisnya gula. Pembuatannya juga tidaklah sulit, yakni cukup dengan menyiapkan singkong yang telah terkupas, gula aren atau gula pasir, parutan kelapa, garam, dan vanilli. Singkong yang telah bersih nantinya akan diparut agak kasar lalu langsung bisa dikukus. Selain itu ada pula tambahan garam dan vanilli untuk memberi rasa pada singkong. Kira-kira, selama 20 menit, hasil kukusan sudah matang dan sudah bisa diangkat untuk disajikan bersama parutan kelapa dan gula putih. Selain gula putih, kacimuih juga bisa dimakan dengan gula aren. Untuk penggunaan gula aren agak berbeda, karena kelapa parut harus dimasak dulu,...
Selain Rendang, di ibukota Sumatera Barat, Padang, juga ada olahan lain bernama gulai gajeboh atau disebut pula sandung lamur. Bahan utama pembuatannya adalah daging sapi pada bagian punuk, sehingga biasanya akan terdapat banyak gajih (lemak). Namun kerena itulah akan ada 3 varian rasa jika menikmatinya, yakni rasa gurih yang biasa saja, sebab daging lebih banyak dari lemak. Lalu ada rasa gurih normal yang akan timbul saat gajih lebih banyak dari daging, sedang yang ketiga sangat gurih karena hanya ada gajih saja dalam porsinya. Walaupun kebanyakan antara gajih dengan daging perbandingannya 3:1, sehingga rasanya condong ke gurih. Sesuai namanya, makanan khas Sumatera Barat ini juga punya kuah seperti gulai pada umumnya. Kuah yang digunakan adalah asam pareh, namun disajikan tanpa santan sedikitpun, sehingga tampilannya akan memerah. Selain rasa gurih, berkat kuah tersebut maka akan ada cita rasa pedas yang timbul. Bahkan berkat perpaduan antara kuah dengan banyaknya lemak, banya...
Salah satu jenis kue yang langka ditemui adalah kue dengan nama lompong sagu. Bahan yang digunakan untuk membuat lompong sagu adalah tepung sagu, parutan kelapa, gula merah, santan, dan pisang kepok atau pisang raja. Makanan tradisional Sumatera Barat ini berasal dari daerah Minang dengan rasa dominan manis dan ada aroma khas pemanggangan. Bentuknya sendiri sangat unik, setelah selesai dipanggang, biasanya akan disajikan di atas piring dengan bentuk kotak hasil potongan, bisa juga diberi taburan parutan kelapa. Sedangkan pembuatan kue ini adalah dengan cara mencampurkan bahannya seperti, pisang kepok yang sudah dihaluskan, tepung sagu, kelapa parut, gula merah halus, serta air secukupnya. Aduk adonan tersebut sampai benar-benar merata, kemudian masukkan adonan ke daun pisang sebesar 2 sendok makan adonan untuk dibungkus. Kedua ujungnya, kunci saja dengan lidi, sehingga akan dengan mudah dipanggang. Saat dipanggang, bolak-balik bungkusannya sampai benar-benar matang. S...
Galamai di Sumatera Barat sangatlah populer, sehingga beberapa kota seperti Payakumbuh, Pariaman, Pasaman, dan Solok mempunyai cara memasaknya sendiri. Namun kebanyakan makanan asal Sumatera Barat dengan nama lain kalamai ini memiliki komposisi bahan serupa, seperti tepung beras ketan, santan, gula aren, dan kacang tanah. Mungkin ketiga bahan pertama sudah tidak asing lagi bagi pembuatan dodol atau jenang, karena galamai memang mirip kedua makanan tersebut. Bedanya hanya pada taburan kacang tanah yang menghiasi galamai, sehingga terdapat cita rasa yang berbeda dibanding kedua olahan dari Jawa itu. Untuk memasaknya juga agak mirip dengan dodol, yakni dengan memasak bahan-bahan di atas dalam satu kuali besar dengan api yang stabil. Untuk membuatnya menjadi lengket, pembuat harus telaten mengaduk adonan galamai selama 3-4 jam lamanya. Setelah galamai tadi masak, selanjutnya adalah dengan memotong adonan menjadi bentuk yang diinginkan. Dengan rasa manis dari gula aren dit...
Lapek Nago Sari merupakan salah satu jajanan khas Sumatera Barat. Lapek Nago Sari terbuat dari tepung beras yang diaduk, dan didinginkan, kemudian diisi dengan potongan daging pisang didalamnya. Setelah lapek jadi, makanan ini kemudian dibungkus dengan daun pisang yang telah disalai (dihangatkan dengan api) terlebih dulu. Berikut adalah resep cara membuat Lapek Nago Sari. Bahan-bahan: 150 g tepung beras yang bagus 300 ml santan kental dari 1 butir kelapa parut 500 ml santan dari ½ butir kelapa parut 1 lembar daun pandan, potong-potong 175 g gula pasir ½ sdt garam daun pisang 5 buah pisang raja atau 1 buah pisang tanduk, kupas, belah dua, potong 3 cm Cara Membuat: Aduk tepung beras dengan santan kental hingga tercampur rata. Masak santan encer bersama pandan, gula dan garam hingga mendidih. Tuangkan larutan tepung beras sambil aduk hingga kental, mendidih dan matang...
Galamai merupakan salah satu dari sekian banyak masakan khas dari Payakumbuh. Tak ada yang berani menentang stigma masyarakat ini tentang Galamai, meskipun sebenarnya daerah lain di Sumatera barat ada juga yang membuat galamai ini. Galamai meru pakan salah satu makanan kecil dengan proses pembuatan memakai bahan dasar tepung beras ketan, gula aren dan santan yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Jika di daerah lain makanan sejenis ini dikenal sebagai dodol atau jenang. Hampir semua suku di Indonesia memiliki jenis makanan kecil ini Resep Galamai 1. Bahan 1 kg tepung ketan 1 kg gula aren/Kelapa/jawa/lawang (paling enak gula aren) 1 butir kelapa yg besar tua, diparut diperas 1 lt air 1 sendok garam halis 1 bungkus kecil vanile cap kunci 1 lembar daun pandan harum (kira-kira 40 cm) di blender dg 1/2 gelas air & disaring 2. Cara Me...
Image Semua orang pasti tahu, apa yang menjadi masakan Minang paling terkenal. Apalagi kalau bukan rendang. Makanan berbumbu santan kental tersebut sering dilafalkan orang Minang sebagai randang. Apapun istilahnya, makanan tersebut harus diakui memang sebagai salah satu menu makan yang paling banyak disukai orang. Rendang disukai karena memang rasanya yang gurih dan pedas di lidah. Sehingga menjadikan setiap orang yang mencicipinya seperti ketagihan untuk terus menerus menikmati. Anda mungkin terbiasa menikmati rendang daging sapi. Lalu pernahkah Anda mencicipi randang Baluik alias rendang belut? Rendang Belut adalah rendang adat untuk masyarakat di wilayah Batusangkar, Sumatera Barat. Menu ini harus ada saat acara besar, seperti Batuka Tando yakni cara pertemuan dua keluarga yang anaknya akan mereka nikahkan.Memang, tiap daerah mempunyai makanan khas sendiri untuk menghormati tamu undangan. Di sini, mereka menunjukkan penghormatan dengan membuat Rendang Belut. Belutnya suda...
Kerupuk Sanjai - Padang Karupuak Sanjai adalah sejenis peganan kerupuk dari singkong yang diparut tipis lalu digoreng dan diberi garam sebagai penyedapnya. Kerupuk ini amat populer sebagai makanan oleh-oleh khas kota Bukitinggi , Sumatera Barat . Kerupuk sanjai terdiri dari tiga rasa : Karupuak Sanjai Tawar adalah kerupuk sanjai yang tidak menggunakan lado(cabai)ataupun Gula merah melainkan hanya diberi garam. Karupuak Sanjai Saka adalah Kerupuk sanjai yang diberi/dioleskan Gula merah. Karupuak Balado adalah Kerupuk sanjai yang diberi bumbu balado. Sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Keripik_sanjai https://www.google.co.id/search?q=kerupuk+sanjai+bukittinggi&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiJgoHygI7YAhXGsY8KHQMECo8Q_AUICigB&biw=1366&bih=624#imgrc=k9OmOETIwW-xTM: