masyarakat adat
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Bakar Tongkang
Ritual Ritual
Riau

Ritual ini dikenal juga sebagai Upacara Bakar Tongkang. Dalam Bahasa Hokkien dikenal dengan nama Go Guek Cap Lak atau yang berarti tanggal 16 bulan 5 dalam kalendar Lunar. Ritual Bakar Tongkang adalah sebuah ritual tahunan masyarakat di Bagan Siapi-api yang telah terkenal di mancanegara dan masuk ke dalam kalender Visit Indonesia. Sejarah Ritual Bakar Tongkang berawal dari 18 orang yang bermarga Ang yang sedang merantau dan berdoa kepada Dewa Kie Ong Ya untuk menuntun mereka ke daratan yang makmur. Mereka pun melihat adanya cahaya semar-semar dari kejauhan. Dengan berpikiran di mana ada api ada daratan mereka pun sampai di daratan Selat Malaka. Ritual ini dipercaya dilakukan untuk menghormati dan mengenang para Leluhur dalam menemukan Bagan Siapi-api dan sebagai wujud syukur terhadap Dewa Kie Ong Ya dan dilakukan setiap tahunnya. Pada masa orde baru perayaan Ritual Bakar Tongkang sempat vakum puluhan tahun. Hingga tahun 2000, perayaan ini kembali digelar. Sekarang Pemerintah Kabupat...

avatar
OSKM18_16618395_Irvan
Gambar Entri
Mi Sagu
Makanan Minuman Makanan Minuman
Riau

Mie sagu juga merupakan makanan khas masyarakat Melayu Riau khususnya di daerah Selat Panjang, Kabupaten Meranti, Provinsi Riau. Tekstur mie sagu berbeda dengan mie kebanyakan. Mie sagu memiliki tekstur yang kenyal dan biasanya dioleh dengan tambahan teri, daun kuncai dan juga tauge. Bumbu-bumbu yang digunakan juga cukup sederhana namun nikmatnya sangat menggoda. Mie sagu ini sangat baik disantap setiap hari khususnya bagi mereka yang mau diet atau sedang menderita diabetes sebab mis sagu ini memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah dan terbukti mampu menurunkan gula darah.  Mie sagu terbuat dari sari pati sagu murni.  Di Indonesia pohon sagu terdapat di daerah Maluku, Papua, dan Riau. Namun, daerah yang benar-benar menjadikan sagu ini sebagai mie hanya ada di provinsi Riau.  #OSKMITB18

avatar
OSKM18_16918130_Gessica Gessica Aurel Khoman
Gambar Entri
Ramuan "Liang Teh" Batam
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Riau

"Liang Teh" Liang Teh merupakan minuman ramuan tradisional khasiat yang berasal dari China yang kemudian memasuki ke Kota Batam. Minuman tersebut telah menjadi budaya masyarakat Kota Batam untuk meredahkan gejala panas. Liang teh merupakan minuman ramuan khas yang terbuat dari bahan alami sehingga mempunyai manfaat serta khasiat bagi kesehatan tubuh. Komposisi Liang Teh dapat berupa cincau hitam, Microcos Paniculata, krisantenum, akar manis, Lonicera Japonica, dan   Prunella Vulgaris L. Manfaat dari Liang Teh yaitu menyembuhkan gejala panas, memperbaiki sistem pencernaan, membantu proses pengeluaran racun dari dalam tubuh (detoksifikasi), meredakan panas dalam, dan menyembuhkan radang tenggorokan. Namun dengan mengkomsumsi Liang Teh dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan panas dalam. Sehingga dianjurkan untuk meminum air putih dengan banyak setelah meminumkan Liang Teh tersebut. oskmitb2018

avatar
OSKM18_16218011_Esther Ang
Gambar Entri
Tari Zapin
Tarian Tarian
Riau

Tari Zapin Tari Zapin adalah sebuah tari tradisional khas Riau yang berasal dari akulturasi budaya Melayu dan budaya Arab. Tarian inu bukan hanya dikenal di Riau, tetapi juga dikenal di berbagai daerah rumpun Melayu. seperti Sumatera, Kalimantan, Malaysia, SIngapore, bahkan Brunei Darussalam. Di Pekanbaru, tarian ini diperkenalkan oleh seorang pemuda pada tahun 1930-an tetapi tarian ini baru populer sekitar tahun 1940-1950. Pada awalnya, Tari Zapin ini hanya dibawakan oleh penari laki-laki dengan tujuan untuk meningkatkan derajat sosial mereka dan agar mereka dapat dijodohkan para orang tua dengan anak perempuannya. Namun seiringnya dengan perkembangan zaman, tarian ini mulai dibawakan oleh penari perempuan, bahkan sekarang tidak sedikit yang menampilkan tarian ini berpasang-pasangan antara laki-laki dan perempuan. Pada era tahun 2000an, popularitas Tari Zapin ini pernah tersebar luaskan keseluruh daerah dan menjadi tarian umum bagi masyarakat luas. Tarian Zapin sendir...

avatar
OSKM18_16018004_Rashiekavanya
Gambar Entri
Kaluk Pakis (Kaluk Paku)
Ornamen Ornamen
Riau

Corak Motif Kaluk Pakis (kaluk paku) untuk Ukir Tekat Tenun Songket merupakan gambaran pohon/tetumbuhan pakis/paku yang berkeluk-keluk atau meliuk-liuk, tak hanya diperuntukkan bagi kerajinan tekat maupun tenunan dan sejenisnya.  Motif Kaluk Pakis/Paku  lazim pula dipakai untuk ukiran bangunan dan ukiran benda-benda lainnya. Semua corak motif melayu disepadukan dengan cermat sehingga kelihatan serasi dan saling mengisi ruang. Motif ini sering di pakai pada aksesoris pelengkap pakaian adat melayu riau,biasanya terdapat pada songket.Motif ini seperti disebutkan tadi bisa di jumpai pada rumah adat melayu (selaso jatuh kembar).Belakangan ini motif ini tetap banyak di temui pada songket dll.Hanya saja nama motif yg terdapat tidak banyak yang mengetahuinya.Motif ini juga berpotensi besar untuk di alkulturasikan ke budaya lain (sumber: www.tamadunmelayu.info)

avatar
OSKM_16618009_M Avicenna A S #OSKMITB2018
Gambar Entri
Tugu Zapin
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Tugu setinggi 7 meter ini terletak di titik nol Kota Pekanbaru, tepatnya di bundaran Jalan Gadjah Mada. Tugu ini adalah peninggalan Gubernur Propinsi Riau Ke-11, Rusli Zainal, yang menggantikan Tugu Pesawat Tempur peninggalan Gubernur Propinsi Riau Ke-5, Imam Munandar. Tugu ini berbentuk sepasang Bujang dan Dara yang sedan menarikan tari yang sebagai  icon  Propinsi Riau, yaitu Tari Zapin. Tugu ini menggunakan APBD lebih dari Rp 4 Miliar, sedangkan menurut kajian seorang Design Engineer, tugu ini seharusnya hanya memakan biaya sekitar Rp 500 Juta untuk fisiknya, dan jika ditambahkan untuk biaya prosesnya akan menjadi kurang dari Rp 2 Miliar. Selain karena masalah pendanaannya, Tugu Zapin ini sempat fenomenal dengan sebutan "Tugu Bahenol", dikarenakan bentuk arsitekturnya yang dapat dikatakan tidak sesuai dengan kaidah - kaidah adat Riau. Tugu ini menampakkan lekukan tubuh si patung wanita yang sedan menari, lekukan tubuh ini bisa dilihat dari arah kanan Kantor Gubernur...

avatar
OSKM18_16418168_Fariz Ramadhan
Gambar Entri
Lebah Bergantung (Lebah Bergayut)
Ornamen Ornamen
Riau

              Di adat melayu terdapat motif-motif unik yang sering dipakai masyarakat melayu dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk motif dari banyaknya motif di budaya melayu itu ialah motif "Lebah Bergantung". Jika kalian pernah jalan-jalan ke Riau, pasti pernah melihat motif "Lebah Bergantung" ini baik dari hiasan atap bangunan sampai hiasan dekoratif di kain songket yang juga merupakan salah satu aspek kebudayaan melayu Riau. Contohnya seperti ini.                   Motif ini bukan hanya sekedar motif yang sembarangan dibuat begitu saja melainkan motif ini memiliki artinya sendiri.  Motif Lebah Bergantung ini mencerminkan tentang rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon. Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar yang kebanyakan dari mereka dijadikan tempat menggantungkan r...

avatar
OSKM_16718145_Prama #OSKMITB2018
Gambar Entri
Sejarah Bakar Tongkang
Ritual Ritual
Riau

Ritual Bakar Tongkang atau singkatnya dalam Bahasa Hokkien dikenal sebagai Go Gek Cap Lak (Tanggal 16 bulan 5) adalah sebuah ritual tahunan masyarakat di Bagansiapiapi yang telah terkenal di mancanegara. Bakar Tongkang menjadi tradisi sejak ratusan tahun lalu dan salah satu wisata andalan Bumi Lancang Kuning. Di Riau, festival tahunan ini menjadi salah satu destinasi andalan dan masuk 10 besar agenda wisata Kementerian Pariwisata. Ritual ini sudah berlangsung selama 134 tahun silam. Seperti namanya, rangkaian dalam ritual ini berupa kegiatan membakar kapal yang disebut tongkang. Bakar tongkang berasal dari negara Cina. Ritual ini diawali karena adanya tuntutan kualitas hidup yang lebih baik di Negara Cina. Etnis Tionghoa dari Provinsi Fujian di Cina memulai perantauan menuju lautan dengan sebuah kapal kayu yang sederhana. Di saat mereka dalam keadaan bimbang mereka meminta pertolongan kepada dewa Kie Ong Ya untuk memandu mereka menuju suatu daratan. Suatu malam,...

avatar
OSKM_16218027_Jayson Wilbert
Gambar Entri
Istana Kerajaan Rokan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

            Istana Rokan terletak sekitar 159 kilometer dari Pekanbaru, Ibu Kota Provinsi Riau dan sekitar 69 Kilometer dari Pasir Pengaraian, Ibu kota Kabupaten Rohul, dan hanya 33 kilometer dari Kota Ujung Batu. Istana Rokan terletak tepatnya di Negeri atau Luhak Rokan IV Koto, kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Istana ini di sebut juga dengan nama istana berukir naga karena hampir di setiap bagian sisi dari istana ini terdapat kayu yang berukiran gambar naga.             Diperkirakan, kerajaan Rokan sudah berdiri sejak abad ke 18, usai runtuhnya kerajaan Rokan Tua. Kini, Istana Rokan IV koto satu-satunya istana kerajaan yang tersisa di kabupaten Rohul. Kerajaan Rokan IV koto terletak berdampingan dengan Kerajaan Kunto Darussalam yang sama-sama terletak di kawasan Rokan Kiri. Sementara tiga kerajaan lainnya terletak di kawasan Rokan kanan, yakni kerajaan Tambusai, kerajaan Ra...

avatar
OSKM_16718038_Hanif Muhammad Dhiya Ulhaq