Rumah Adat Melayu Melayu bukan cuma di provinsi Riau saja, di Kalimantan Barat juga ditemukan rumah adat Melayu yang terdiri dari Balai Kerja yang berfungsi sebagai Seketariat Pertemuan Balai Rakyat, taman bermain, kios penjualan. Semua ruangan yang adi rumah adat Melayu Kalimantan Barat memiliki fungsi masing – masing. Mulai dari fungsi acara adat, pengobatan, penginapan dan pentunjukkan acara – acara lainnya. Rumah adat Melayu ini adalah pusat dari kebudayaan Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Pasca diresmikan, rumah adat Melayu kini menjadi destinasi wisatawan dari luar negeri. Kegiatan musyawarah untuk mengambil suatu keputusan juga memakai rumah adat Melayu. Majelis adat sebagai pihak yang sering melakukannya. Bangunan rumah adat Melayu Kalbar ini dengan atapnya yang diduga mendapat pengaruh dari bentuk atap bangunan Jawa. Manfaat dari model atap segitiga dengan tinggi 30 derajat agar udara panas tidak terperangkap dalam ruangan rumah tersebut. Sel...
Pada jaman dahulu kala di daerah Sambas, Propinsi Kalimantan Barat, berdirilah sebuah kerajaan yang tidak jauh dari Gunung Ruai. Kerajaan tersebut dipimpin oleh seorang raja yang memiliki tujuh orang putri. Setelah permaisurinya meninggal, raja tidak mencari penggantinya dan memilih untuk membesarkan ketujuh putrinya sendiri. Dari ketujuh putrinya, si bungsu paling ia sayang sehingga menimbulkan kecemburuan dari kakak-kakaknya yang lain. Jika ayahnya sedang tidak di istana entah karena sedang berkeliling kerajaan ataupun berkunjung ke daerah tetangga untuk keperluan lainnya, ia sering mendapat siksaan dari keenam saudaranya baik berupa perkataan maupun tindakan kasar seperti pemukulan. Namun hal tersebut tidak ia ceritakan pada ayahnya karena takut kakak-kakaknya akan mendapat hukuman. Akan tetapi sepandai-pandainya disimpan, perbuatan itu tetap tercium juga oleh sang raja. Hal itu setelah ia melihat si bungsu mengalami lebam-lebam biru di sekujur tubuhnya. Ia lalu mengumpul...
Secara umum, adat perkawinan orang Dayak Kanayant dimulai dengan pinangan dan diakhiri dengan membongkar tengkalang (barang bawaan). Adat perkawinan suku Dayak Kanayant melarang perkawinan dua orang yang masih terikat keluarga. Pelaksanaan upacara dipusatkan di rumah pengantin perempuan. Meskipun demikian, di rumah pengantin laki-laki biasanya juga digelar upacara sederhana bersama kerabat. Peralatan dan bahan upacara perkawinan adat Dayak Kanayant tergantung pada model perkawinan yang akan digelar. Berikut adalah tahapan pelaksanaan upacara perkawinan tersebut. Tunang. Pada tahap ini, orang tua mempelai laki-laki meminta kepada orang tua perempuan untuk meminang anaknya. Pada umumnya, lamaran ini akan diterima. Saat ini, sistem tunangan ini masih dilakukan meskipun sebenarnya antara kedua calon sudah saling mengenal dan bersepakat untuk menikah. Dalam konteks ini, tunang dilakukan untuk menghormati adat. Bisik Gumii. Tahap ini adalah tahap saat orang tua laki-laki mem...
Naik dango merupakan warisan nenek moyang masyarakat dayak yang merupakan ungkapan syukur kepada Tuhan yang disebut “Jubata”. Naik dango dilatarbelakangi oleh tradisi leluhur Dayak Kanayatn yang sebagian besar bekerja sebagai petani padi. Bagi masyarakat petani, padi sangat disayangi dan dihormati, bahkan dalam istilah lokal padi harus ditimang sebagaimana layaknya orang tua kepada bayi. Padi sudah dianggap memiliki nyawa selayaknya manusia. Wujud ini dapat kita saksikan dengan kegiatan menimang padi dalam upacara adat naik dango yang disebut sebagai “niduratn padi”. Kegiatan ini dimaksudkan agar padi yang dianggap sebagai “orang tua” dapat berisrirahat dengan tenang dan tidur dengan nyenyak di dalam dango. Padi yang disimpan didalam dango itu tidak boleh sembarangan diambil sebelum diadakan upacara adat. Oleh karena itu, untuk memenuhi keperluan makan sehari-hari sebelum tiba saatnya upacara adat naik dango, maka pada saat muat langko tidak s...
Kuno tapi terawat dengan baik. Hijau dan sejuk. Begitulah kira-kira kesan yang muncul ketika menginjakkan aki di istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas ini, bangunan istana didominasi dengan warna kuning sebagai warna khas melayu yang melambangkan kewibawaan dan keluhuran budi pekerti. Terdapat pula bekas kolam pemandian keluarga sultan di samping kanan istana dan rumah kediaman keluarga sultan yang berada di belakang istana. Pada sore hari, pengunjung akan berdecak kagum melihat pesona istana ini yang eksotik, apalagi di lihat dari atas perahu yang berjalan perlahan-perlahan di atas Sungai Sambas Kecil. http://ikhsananugrahromadhan.blogspot.com/2012/02/peninggalan-bersejarah-kalimantan-barat.html
Mani’ kembang setaman merupakan salah satu budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Melawi. Tradisi atau budaya ini dilaksanakan untuk mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan pesta perkawinan Bujang Dara. Mani’ kembang setaman dilaksanakan pada hari ke 3 (tiga) pada pesta perkawinan tersebut. Pada malam hari sebelum dilaksanakan Prosesi Mani’ kembang setaman, tuan rumah mengundang sanak keluarga atau undangan lainnya. Setelah para undangan hadir lalu dilaksanakan pembacaan Kitab Albarzanzi (Maulud) secara bergantian, sementara kedua Pengantin duduk berbaur bersama undangan. Di tengah Majelis diletakkan satu wadah berupa pasu, namun sekarang pasu sering diganti dengan ember. Ember yang berisi air tersebut kemudian diisi pula berbagai jenis bunga. Selanjutnya di sekeliling ember dihiasi dengan janur. Air bunga inilah yang akan digunakan untuk prosesi pada keesokan harinya. Singkatnya, dengan melalui beberapa prosesi, seperti pembacaan surat Albarzanzi (Maulud), da...
Tari Zapin Tari Zapin adalah tarian rumpun Melayu yang menghibur sekaligus sarat pesan agama dan pendidikan. Memiliki kaidah dan aturan yang tidak boleh diubah, namun dari masa ke masa namun keindahan Tari ini Zapin tak lekang ditelan zaman. Nikmati dendang musik dan syairnya yang legit bak sajian megah langit biru dan jernihnya laut di Kepulauan Riau. Tari zapin dikembangkan berdasarkan unsur sosial budaya masyarakat dengan ungkapan ekspresi dan wajah batiniahnya. Tarian ini lahir di lingkungan masyarakat Melayu Riau yang sarat dengan berbagai tata nilai. https://www.silontong.com/2018/09/27/tarian-tradisional-daerah-kalimantan-barat/
Orang Punan dapat berhubungan dengan ruh-ruh nenek-moyang pada upacara-upacara tertentu di dalam lingkaran kehidupan mereka, dan selain percaya kepada ruh nenek-moyang yang bersifat baik dan menjadi pelindung mereka, mereka juga percaya adanya ruh jahat ( krongoa ). Orang Punan sejak akhir Perang Dunia II telah diperkenalkan kepada ajaran Katolik, dan kepada agama Protestan dalam tahun 1979. Agama Islam masuk ke daerah orang Punan dalam tahun-tahun berikutnya. Namun dalam kehidupan sehari-hari mereka masih percaya kepada kekuasaan arwah-arwah nenek moyang yang tinggal di havun (langit). Krongoa , atau sering disebut pula “hantu”, adalah ruh jahat yang dapat mendatangkan bencana dan kesusahan, baik sewaktu pengembaraan maupun dalam perjalanan. Apabila dalam pengembaraan mereka berjumpa dengan krongoa , maka dapat dipastikan bahwa mereka akan menjumpai kesusahan, atau bahwa hasil hutan yang akan mereka peroleh hanya sedikit. Perjumpaan itu dapat...
Masih dengan kue khas kota Pontianak, Chai kule adalah salah satu kue khas pontianak yang sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh khas Pontianak. Kue yang enak ini juga berkhasiat menyehatkan badan, karena berbahan sayuran dan dikukus. Kulitnya terbuat dari tepung beras yang dicampurkan dengan tepung tapioka. Bagi Anda yang menyukai sayuran dengan rasa kue yang khas, Anda bisa membeli kue ini sebagai oleh-oleh khas kota pontianak. Selain dikukus terkadang kue ini juga diolah dengan cara digoreng, pilihan digoreng bisa sangat cocok bagi Anda yang ingin membawa kue ini sebagai oleh-leh khas dengan perjalanan 1-2 hari, karena makanan yang digoreng cenderung lebih bertahan lama jika dibandingan dikukus saja. Sumber : http://wisatabaru.com/10-makanan-khas-pontianak-halal-dan-enak-yang-wajib-untuk-disantap/