2.235 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tradisi Ma'Nene
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja memang cukup terkenal dengan berbagai ritual aneh untuk menghormati orang terkasih. Ma'Nene merupakan tradisi yang berlangsung pada bulan Agustus setiap beberapa tahun. Tradisi ini melibatkan jasad mereka yang telah meninggal dengan menggali kembali kuburan, memandikan, dan memakaikan baju untuk diajak berjalan di sekitar desa. Menyeramkan, bukan?   Sumber: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2186097/3-ritual-penguburan-khas-tana-toraja-sulawesi-selatan

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Rambu Tuka
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Rambu Tuka’  adalah prosesi adat yang berlangsung dalam masyarakat Toraja. Rambu Tuka’ diadakan sebagai cara untuk mengucap syukur pasca penggantian atap tongkonan, pernikahan, atau syukuran sehabis panen. Acara ini dihadiri oleh seluruh rumpun keluarga. Oleh karena itu, Rambu Tuka’ juga menjadi momentum orang Toraja untuk bisa menjalin silaturahmi dengan sanak keluarga.     Sumber: http://gosulsel.com/2016/05/04/7-ritual-adat-di-sulsel-dengan-sakralitas-pada-tiap-prosesinya/2/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Mallangiri Arajange
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mallangiri Arajange  adalah ritual pencucian benda pusaka kerajaan Soppeng. Pada rangkaian ritual ini, akan ada upacara pemanggilan roh leluhur dari empat penjuru mata angin, pemotongan kerbau sebagai bentuk qurban, dan atraksi  bissu  yang memadamkan api dengan kaki telanjang.     Sumber: http://gosulsel.com/2016/05/04/7-ritual-adat-di-sulsel-dengan-sakralitas-pada-tiap-prosesinya/4/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Mattombang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di Luwu utara, ritual pembersihan pusaka kerajaan dinamakan  Mattombang . Prosesi ini adalah sebuah ritual adat Tana Luwu yang dilakukan oleh komunitas adat sebagai bagian kepercayaan masyarakat yang turun – temurun dilaksanakan berdasarkan perhitungan kalender masa tanam padi masyarakat setempat. Prosesi adat ini dilakukan dengan ritual pencucian benda pusaka komunitas adat setempat.   Sumber: http://gosulsel.com/2016/05/04/7-ritual-adat-di-sulsel-dengan-sakralitas-pada-tiap-prosesinya/6/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Accera’ Kalompoang
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Accera’ Kalompoang  dalam makna harfiahnya adalah persembahan suci kepada kebesaran kerajaan Gowa. Acccera kalompoang rutin diadakan setiap hari raya idul adha di Istana Balla Lompoa ri Gowa. Prosesi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut. Dimulai dengan pemotongan kerbau, barzanji, dan pemanggilan para leluhur di hari pertama. Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan air di sumur tua yang terletak di Katangka, Gowa. Air tersebut diarak oleh orang-orang dengan pakaian adat. Sulawesi Selatan, tepatnya Gowa juga punya tradisi hari raya Idul Adha yang sangat sakral, yaitu Accera Kalompoang. Tradisi ini berlangsung selama dua hari berturut-turut, yang dimulai saat sehari menjelang Idul Adha dan hari raya itu sendiri. Ini adalah acara resmi untuk mencuci benda-benda bersejarah peninggalan Kerajaan Gowa. Prosesinya dilakukan di Istana Raja Gowa atau Rumah Adat Balla Lompoa. Acara Idul Adha ini sendiri menjadi salah satu upaya untuk mempersatukan keluarga kerajaan...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Mappadekko
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mappadekko  adalah cara masyarakat di Galesong, Takalar, mengungkap rasa syukur pasca panen. Prosesi ini dilakukan dengan aksi saling gebuk sesama warga menggunakan balok kayu dan batu kali. Meski saling menghantam hingga balok kayu tersebut patah, tak ada dari mereka yang merasa kesakitan ataupun terluka. Upacara ini dimulai dengan mendatangi makan leluhur mereka, Lo’mo Sampulungang atau tetua kampung di Sampulungang, Galesong, Kabupaten Takalar.   Sumber: http://gosulsel.com/2016/05/04/7-ritual-adat-di-sulsel-dengan-sakralitas-pada-tiap-prosesinya/8/

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Mayat Berjalan
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Salah satu ritual di Tana Toraja yang cukup terkenal dan terbilang seram yakni sebuah ritual mayat berjalan saat prosesi pemakaman masyarakat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Ritual mayat berjalan ini disebut Ma’nene, sebuah tradisi mengarak mayat yang telah diawetkan sebelumnya. Ritual ini dilakukan karena berdasar kepercayaan masyarakat Toraja, kematian menjadi sesuatu hal yang disakralkan dan harus dihormati. Kabarnya, tradisi ini tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang di Tana Toraja. Mereka yang bisa melakukan ritual tersebut memiliki ilmu khusus untuk membangkitkan orang mati. Orang-orang khusus ini memberi mantra kepada mayat hingga akhirnya orang yang sudah puluhan tahun meninggal bisa berjalan seperti layaknya manusia yang masih hidup. Bahkan binatang seperti kerbau yang sudah dipotong kepalanya dan dikuliti habis jika diberi mantera-mantera tersebut, mereka masih bisa dibuat berdiri dan berlari kencang ataupun mengamuk. Baca :Pererat silaturahmi Kesultanan Has...

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Adu Betis
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Di Indonesia yang sebagian besar masyrakatnya adalah petani mempunyai banyak tradisi untuk mensyukuri musim panen. Salah satunya di Dusun Paroto, Desa Sanaeko, Barebbo, Bone, Sulawesi Selatan yang melakukan tradisi adu betis. Unik bukan? Tradisi ini dilakukan lewat permainan Malanca. Intinya para pemuda harus mengeluarkan kekuatannya agar bisa mengikuti tradisi adu betis ini.   Sumber: https://www.shopback.co.id/blog/12-tradisi-unik-yang-hanya-bisa-ditemukan-di-indonesia

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Legenda Sejarah Asal Mula Nama Kota Makasar
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Banyak orang salah kaprah menilai arti nama Makassar berasal dari kata ‘kasar’. Padahal, sejarah penamaan Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini, sangat bernuansa islami, yakni ditandai dengan mimpi Raja Tallo ke VI di abad ke 16. Nama Makassar sudah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah taklukkan Majapahit. Walaupun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan adalah tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar. Ia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, serta mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur perdagangan. Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang dominan di Indonesia Timur, sekaligus menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melakukan per...

avatar
Sobat Budaya