Adat Nusantara
242 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Rumah Adat Kluet (Rungko)
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Aceh

Rumah Adat Kluet inisial dididirikan pada Tahun 1914 Dan selesai dikerjakan pada Tahun 1916 Dan diberikan Nama Rumah Rungko Diposkan oleh Raja T. Nyak Tia (1908-1938). salat Satu tujuan Pembangunan Rumah adat nihil selain menjadi kediaman sang raja juga menjadi Tempat bermusyawarah. Pada umumnya, Struktur bangunannya berupa Rumah Panggung, Pintu Kecil sementara ruangannya Barisan aritmetik, Di beberapa Sudut Dan Bagian tidak regular tidak regular tidak biasa Rumah terukir Hiasan Kluet asli.ukeh, berikut beberapa ornamen yang merekat pada Bangunan Rumah rungko.

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Dalong, Perlengkapan Upacara Adat Aceh
Ornamen Ornamen
Aceh

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh mengenal berbagai macam upacara adat, seperti upacara khitanan, perkawinan, kematian dan lain-lain. Dalam pelaksanaan upacara tersebut selalu digunakan bermacam-macam alat upacara, seperti ceurana untuk tempat sirih yang dihias, mundam untuk tempat air cuci tangan, ludahan tempat ludah, puan tempat sirih siap saji dan lain-lain.   Sumber: acehplanet.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Acuan Keukarah
Makanan Minuman Makanan Minuman
Aceh

Keukarah atau Keunarah sejenis kue tradisional aceh yang terbuat dari tepung dan gula digoreng kedalam minyak dengan bentuk pola-pola rumit menggunakan adonan terbuat dari batok kelapa, sekilas menyerupai bentuk sarang burung. Acuan dari batok yang dipasang gagang akan diisi dengan adonan yang terbuat dari tepung terigu, santan dan gula. Adonan tadi dialirkan ke dalam minyak goreng yang telah dipanaskan secara pelan-pelan, membentuk lempengan mirip serabut. Setelah matang, lempengan dilipat membentuk segidua atau segitiga tergantung selera pembuat. Membuat keukarah ini harus dengan kesabaran. Sebab, kue tersebut hanya bisa digoreng satu-persatu dalam satu penggorengan, sehingga butuh waktu relatif lama. Keunarah dalam masyarakat tradisional aceh menjadi hidangan pada perayaan hari-hari besar seperti Lebaran dan Kenduri adat. Saat ini kue keunarah bisa didapatkan di toko-toko souvenir yang biasa diminati sebagai oleh-oleh dengan bentuk dan rasa yang khas. Keunarah memiliki te...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Peutroen Aneuk atau Turun Mandi
Ritual Ritual
Aceh

Aceh tediri dari masyarakat mulikultural dengan berbagai ragam budaya yang unik dan variatif, meskipun secara umum budaya aceh hampir sama disetiap daerahnya namun ada beberapa bagian tertentu disetiap daerah terdapat keunikan tersendiri sehingga menjadi keanekaragaman yang mencitrakan identitas daerah tertentu, salahsatunya adalah tradisi  peutroen aneuk  (turun mandi). Sebelum prosesi berlansung, bayi akan di  peusunteng  (ditepung tawar) oleh pihak keluarga. Masyarakat adat yang masih kental dengan tradisi, akan terus melestarikan budaya dengan cara melaksanakan setiap tradisi dengan sentuhan budaya yang diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi. Begitu juga dalam melaksanakan acara  “Peutron Aneuk U Tanoh”  atau dikenal dengan turun mandi yang biasaya dilakukan setelah umur 44 hari si bayi. Rangkaian tradisi turun mandi diawali dengan acara peucicap, dimana tokoh agama setempat akan mengoles madu, makanan dan...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Reuhab, Adat Kematian di Nagan Raya
Ritual Ritual
Aceh

Reuhab adalah adat yang sangat kental dengan budaya masyarakat Alue Tuho, Nagan Raya, Nangroe Aceh Darussalam. Reuhab berarti kamar sakral yang didiami pada saat ada seseorang meninggal dunia. Tradisi ini sangat berpengaruh terhadap dalam kehidupan masyarakat Alue Tuho karena dianggap suatu penghinaan jika tidak melakukan ritual kematian ini. Selain dianggap sebagai kamar sakral untuk orang yang meninggal, Reuhab juga berarti barang yang ditinggalkan oleh orang yang meninggal. Biasanya barang yang ditinggalkan adalah pakaian terakhir yang dipakaioleh yang meninggal dan disimpan di dalam kamar yang di sakralkan selama 40 hari. Tatacara Reuhab dengan melakukan pengajian yang mengundang tokoh agama setempat. Dalam pengajian tersebut, keluarga yang ditinggalkan juga menyertakan benda-benda wajib yang turut didoakan dalam pengajian tersebut, seperti baju yang terakhir, kain, dan tikar pandan yang dipakai untuk mengangkut mayat. Selain itu, disertakan juga dua buah bantal guling,...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tradisi Kuah Beulanggong di Tanoh Rencong
Ritual Ritual
Aceh

Kebiasaan dalam bermasyarakat yang dilaksanakan secara rutin menjadi tradisi yang kemudian diwariskan turun temurun seperti halnya tradisi kuah beulangong dalam seremonial kenduri blang yang sudah hampir ditinggalkan zaman dan bahkan semakin langka dilaksanakan di Aceh. Tradisi kuah beulangong biasa juga disebut sebagi tradisi gulai sawah biasanya diadakan setiap musim tanam padi tiba dalam kegiatan kenduri Blang (Turun ke Sawah), kuah beulangong merupakan menu kuah daging sapi atau kerbau yang dimasak dengan bumbu-bumbu khusus kedalam belanga besar kemudian disantap dengan penuh rasa kebersamaan. Tradisi ini kerap dilaksanakan di beberapa daerah aceh seperti Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie dan wilayah Aceh Barat sebelum turun kesawah sebagai selamatan memohon kepada Allah SWT agar hasil panen bagus dan terhindar dari gangguan hama. Saat ini tradisi saat ini sudah semakin ditinggalkan dan jarang dilaksanakan, namun menu kuah beulanggong masih terus bertahan menjadi...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prosesi Pernikahan Adat Aceh
Ritual Ritual
Aceh

Aceh begitu terkenal dengan penduduknya yang  religious . Bahkan provinsi terujung Indonesia bagian barat ini pun memiliki julukan “Serambi Mekkah.” Jika ditelisik, ritual prosesi pernikahan Adat Aceh memang sarat akan makna budaya dan agama. Meskipun demikian, beberapa prosesi pernikahan ditinggalkan oleh penduduk setempat lantaran tidak sesuai dengan syariat Islam. Namun itu semua dikembalikan lagi kepada sang pemangku hajat untuk mengikuti atau tidak. Bagi Anda yang hendak menggelar pernikahan Adat Aceh berikut adalah urutan prosesi pernikahan yang bisa dijadikan sebagai panduan. Melamar (Ba Ranub) Selayaknya upacara pernikahan di daerah lainnya, prosesi pernikahan diawali dengan lamaran atau  ba ranub  dalam istilah Aceh. Pada zaman dahulu, prosesi ini diserahkan oleh  theulangke (orang yang dirasa bijak) untuk mencari tahu seputar gadis yang hendak dipinang. Apabila sudah dirasa cocok, maka pihak pria akan datang melamar gad...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto
Gambar Entri
Meulaot
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Aceh

Atraksi Adat Melaot berasal dari Kabupaten Sabang, Aceh. Acara adat yang mengusung konsep kearifan lokal ini digelar di Kampung Nelayan Jurong Ule Krueng di Desa Bolahan, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Aceh. Lokasi kampung nelayan berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan penyeberangan Bolahan. Acara adat ini dibuka dengan atraksi Tarian Tarek Pukat yang khas kampung nelayan. Selain Tarian tarek Phukat, pada atraksi ini juga ada seni lain yaitu seperti khanduri laot dan lomba mancing tradisional. Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dengan lauk kuah Beulanggong.Tak cuma atraksi budaya, dalam acara ini juga digelar lomba memancing di pinggir pantai. Semua warga dan pengunjung dipersilakan mengikuti perlombaan ini. Seperti kata “Melaot” pada atraksi atau seni pertunjukan ini, para nelayan dilarang pergi berlayar atau melaut (Meulaot) selama tiga hari berturut-turut. Acara puncak dari atraksi budaya adalah makan bersama satu kampung. Semua warga tua muda tump...

avatar
OSKM18_16518286_Arthur Edgar Yunanto