Orang sunda pasti tahu makanan ini. Makanan yang bentuknya "ngaburayot" atau dalam bahasa indonesia artinya mengkeriput. Makanan ini biasanya memiliki warna coklat muda atau bahkan tua dan sedikit mengkilat. Teksturnya renyah pada bagian luar, dan lembut dibagian dalamnya. Burayot, adalah salah satu kue khas Kota Garut, kue Burayot ini khas dari seputar Kec. Leles, Kec. Kadungora dan Kec. Wanaraja, Kue tradisional ini kebanyakan di hidangkan dihari lebaran, Burayot adalah panganan sederhana yang terbuat dari dua jenis yaitu tepung beras dan gula aren. Memang kue Burayot ini kalah populer atau bahkan banyak yang tidak tahu atau mengenalnya, orang lebih banyak mengenal oleh-oleh dari Garut adalah Dodol/Chocodot Garut sehingga Garut lebih dikenal sebagai kota dodol.
Angleng dan Wajit merupakan penganan / kuliner yg dibuat berdasarkan bahan dasar yg sama hanya bentuk dan cara mengolah sdkt berbeda.. Makanan Khas Garut Angleng terbuat dari Beras ketan berkualitas dan bahan bahan pilihan terbaik.Sepintas makanan daerah ini mirip dengan wajit, namun Angleng punya rasa tersendiri di lidah kita. Rasa unik yang dimiliki cemilan inilah yang membuat penduduk Garut khususnya, sering menjadikan Angleng sebagai makanan suguhan tamu pada perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran serta perayaan lainnya masyarakat di Jawa Barat. RM/Toko yang Menyediakan : SBR 3 Pusat Oleh-oleh Garut Souvenir store in Langensari, Indonesia Address: Tanjung Kubang, Jl. Otista, Tarogong, Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151 Phone: 0823-1651-8671
Taman Endog , atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan Taman Telur merupakan salah satu ikon Kota Sumedang selain Monumen Lingga dan beberapa tugu lainnya, tugu tamannya berbentuk bulatan telur yang disangga oleh dua telapak tangan. Sayangnya sekarang ini nampaknya kondisi Taman Endog ini kurang terawat, mudah-mudahan saja kedepannya bisa lebih terawat lagi mengingat fungsinya sebagai salah satu zona hijau kota yang memang sangat minim di kawasan Sumedang kota.
Jurig Gulutuk Sengir , bagi sobat yang bukan orang sunda pasti bertanya-tanya apa arti dari gabungan kata "Jurig Gulutuk Sengir" yang menjadi judul, kalau diartikan kata perkata, jurig artinya adalah hantu, gulutuk artinya menggelinding, dan sengir adalah adaptasi dari kata nyengir yang artinya senyuman sinis atau senyuman yang bermaksud menghina. Jadi kalau semua kata tersebut digabung menjadi kata "Jurig Gulutuk Sengir" artinya dalam bahasa Indonesia kira-kira "hantu menggelinding yang tersenyum", ah kurang enak didengar dan tidak seram juga ya artinya kalau ditranslate kedalam bahasa Indonesia, itulah uniknya bahasa Sunda dan mungkin juga bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, kadang sulit mencari arti yang pas jika diartikan kedalam bahasa Indonesia. Yang dimaksud "tersenyum dan menggelinding" disini adalah sebuah kepala, ya, karena Jurig Gulutuk Sengir adalah hantu yang berwujud kepala saja tanpa memiliki badan, dan kemunculan atau penampakannya di depan man...
Serabi (kadang disebut Surabi) merupakan jajanan pasar tradisional yang berasal dari Indonesia, ada dua jenis serabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca dan serabi asin dengan taburan oncom yang telah dibumbui diatasnya. Di Bandung, serabi biasa dijajakan di pagi hari dan dimasak menggunakan tungku sehingga menghasilkan rasa yang khas. Kadangkala telur ayam yang telah dikocok ditambahkan keatas adonan surabi yang sedang dimasak. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak yang terus berinovasi dengan menambahkan berbagai topping seperti sosis, keju, maupun mayones yang tujuannya untuk mematahkan asumsi bahwa serabi adalah makanan yang terkesan rendahan. Tempat yang menyajikan serabi dengan berbagai variasi rasa tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Bogor.
Jaipongan Jaipongan adalah sebuah jenis tari pergaulan tradisional masyarakat Sunda, Karawang,Jawa Barat, yang sangat populer di Indonesia.
Peuyeum mangrupa kadaharan tradisional Indonesia, rasana amis lantaran mangrupa hasil fermentasi.[1] Peuyeum dijieun tina bahan baku nu tangtu anu di fermentasi alatan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cerivisiae anu ngarobah karbohidrat (fruktosa sarta glukosa) jadi alkohol sarta karbondioksida.[1] Iwal ti Saccharomyces cerivisiae aya mikroorganisme séjén saperti Mucorchlamidosporus sarta Endomycopsisfibuligeraanu mantuan ngarobah pati jadi gula (glukosa).[1] Bahan peuyeum rupa-rupa gumantung kana kabutuhan, bisa maké béas ketan atawa sampeu.[1] Peuyeum nu jieun tina béas ketan disebutna peuyeum ketan sedengkeun anu dijieun tina sampeu disebutna peuyeum sampeu.[1]
Karinding adalah alat musik tradisional masyarakat sunda yang terbuat dari pelepah kawung (batang pohon aren), dan Awi (bambu). Sebuah alat musik yang cukup tua yang konon sebagai alat yang telah digunakan karuhun (orang tua) sejak jaman sebelum ditemukannya Kacapi, yang usia kecapi itu sendiri sudah mencapai lebih dari lima ratus tahun yang lalu. diperkirakan alat ini sudah lebih tua dari 600 tahun dan ada yang menyebutkan bahwa alat ini sudah dipergunakan sejak jaman purba dulu sekitar era megalitikum Karinding sendiri tidak hanya ada di tatar sunda, malahan di Bali, ada yang disebut dengan Genggong, Tung kalo di Kalimantan yang pada dasarnya adalah karinding juga. Dan ternyata karinding bukan hanya terdapat di jawabarat dan beberapa daerah di Indonesia, akan tetapi di beberapa Negara lainpun ada, namun dengan nama dan bahan pembuat yang berbeda. Seperti alat musik juliab dali Tibet atau xomits dari Mongol. Memainkan karinding Karinding dimainkan dengan cara ditempelkan di mulut...
Peuyeum merupakan salah satu makanan tradisional kota Bandung yang sering dijadikan buah tangan oleh para wisatawan yang berkunjung ke kota kembang ini. RM/Toko yang Menyediakan : PEUYEUM BANDUNG Tourist attraction in Bandung, Indonesia Address: Jl. Dr. Djunjunan No.135 G, Pajajaran, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40173 Phone: 0812-2256-7890