Salah satu kegiatan Proyek Media Kebudayaan Jakarta Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1980/1981 adalah penulisan Pustaka Wisata Budaya. Penulisan Pustaka Wisata Budaya tersebut bertujuan untuk merekam dan menyebar luaskan informasi tentang aneka ragam kebudayaan Indonesia, khususnya yang menampilkan aspek wisata budaya, serta meningkatkan perhatian, minat, dan apresiasi masyarakat terhadap obyek atau sesuatu yang mempunyai potensi sebagai obyek wisata budaya. Sumber: Soelarto, Soelarto and Albiladiyah, S. Ilmi (1980) Wayang Cina-Jawa di Yogyakarta. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8223/
Keberadaan berbagai paguyuban atau perkumpulan kedaerahan yang banyak tersebar di kota besar di Indonesia tidak terlepas dari kemajemukan bangsa Indonesia. sebagai akibat dari pembangunan di berbagai bidang, seperti transportasi, teknologi dan informasi yang semakin tinggi intensitasnya ternyata mampu memacu perkembangan perkumpulan daerah atau paguyuban sebagai kelompok sosial tertentu dalam masyarakat yang tak terpisah dari kesatuan masyarakat perkotaan setempat. Paguyuban kedaerahan adalah perkumpulan yang anggota-anggotanya berasal dari satu daerah yang sama. Atau dapat juga berdasarkan pada kesamaan etnis. Oleh sebab itu, dalam perkembangannya paguyuban ini pun lebih mengetengahkan fungsi aktif dan peran bagi para anggotanya yang berpatisipasi aktif karena terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ekonomi, sosial, serta jatidiri di dalam suatu kelompok masyarakat yang lebih luas dan heterogen. Dengan demikian, setiap paguyuban setidaknya berusaha menyiasati berbagai hubungan sosial yang...
Modemisasi dapat diartikan sebagai suatu perubahan menuju kemajuan. Sejalan dengan itu setiap kebudayaan akan mengalami perubahan, hanya saja ada yang berubah denggan cepat dan ada yang lambat. Perubahan satu unsur kebudayaan akan mempengaruhi unsur lain dalam kebudayaan yang bersangkutan, sebab masing-masing unsur dalam kebudayaan tersebut ada saling keterkaitan dan ketergantungan. Perubahan dari unsur budaya disesuaikan dengan kondisi yang tengah "berlaku" saat ini, dengan demikian setiap keadaan yang selalu mengikuti perkembangan mode dikatakan "modem". Berbeda dengan istllah ''kuno( yakni suatu keadaan yang masih sederhana sulit mengikuti perkembangan jaman dan selalu berorientasi ke belakang. Sumber: http://repositori.kemdikbud.go.id/10733/
Pendamping gudeg khas Yogyakarta. Enak juga disantap bersama nasi panas dan areh. Bahan: 3 sdm minyak sayur, untuk menumis 100 g ebi sangrai 2 lembar daun salam 2 batang serai, memarkan 2 cm lengkuas, memarkan 6 buah cabai rawit merah 6 buah cabai rawit hijau 100 g kacang tolo 300 g krecek 1) 1 sdt gula merah 1 sdt garam 1½ L santan, dari 2 butir kelapa parut 1 sdm air asam jawa Bumbu, haluskan: 10 butir bawang merah 8 buah cabai merah besar 6 siung bawang putih 3 buah cabai merah keriting Cara Membuat: Panaskan minyak di atas api sedang. Tumis bumbu halus, ebi, daun salam, serai, dan lengkuas hingga harum. Tambahkan cabai rawit, masak hingga layu. Masukkan kacang tolo, krecek, gula, dan garam. Aduk rata sejenak. Tuang santan, masak hingga santan meresap. Angkat. Tambahkan air asam jawa,...
Kain koleksi Surya Wida Muhamdjir ini bermotif batik sudagaran yang berasal dari kota yogyakarta, merupakan motif larangan dari kalangan Keraton, yang membuat seniman dari kaum sudagar untuk menciptakan motif baru yang sesuai selera masyarakat sudagar. Mereka juga mengubah motif larangan sehingga motif tersebut dapat dipakai masyarakat umum dan tidak memandang kasta. Meski terjadi pengembangan namun batik yang dikerjakan para sudagar ini tidak keluar dari pakem. Desain batik Sudagaran umumnya terkesan berani dalam pemilihan bentuk, stilisasi atas benda-benda alam atau satwa, maupun kombinasi warna yang didominasi warna soga dan biru tua. Batik Sudagaran menyajikan kualitas dalam proses pengerjaan serta kerumitan dalam menyajikan ragam hias yang baru. Pencipta Batik Sudagaran mengubah batik keraton dengan isen-isen yang rumit dan mengisinya dengan cecek (bintik) sehingga tercipta batik yang amat indah dan disukai banyak semua kalangan. Motif batik sudagaran ini memil...
Ayam Geprek Leleh Keju adalah pengembangan kekinian ayam geprek khas Yogyakarta, dipadu lelehan keju gaya raclette steak . Kata geprek (bahasa Jawa) berarti ‘dipukul dengan alat tertentu’. Jika tidak memiliki blow torch , panggang ayam bertabur mozzarella dalam oven (api atas) hingga keju meleleh. Tip: Agar ayam matang merata, gunakan api sedang saat menggoreng. Pastikan ayam terendam dalam minyak panas dan jangan terlalu sering dibalik. Tingkat kesulitan: Sedang Persiapan: 20 Menit Lama membuat: 30 Menit Untuk: 4 porsi Kalori per porsi: 862 Kkal Bahan: 500 g paha ayam, kerat-kerat 50 g tepung maizena 1 butir telur ayam, kocok lepas Minyak sayur, untuk menggoreng 125 g keju mozzarella, parut Campuran tepung: 75 g tepung terigu protein rendah 75 g tepung beras 1 sdt ketumbar bubuk 1 sdt bawang putih bubuk 1 sdt baking powder 1...
Candi Liyangan adalah situs purbakala berupa candi dan kawasan permukiman di lereng timur Gunung Sundoro , tepatnya di permukiman warga Dusun Liyangan, Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, berjarak sekitar 20 kilometer arah barat laut dari kota Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Situs ini baru ditemukan pada tahun 2008. Penemuan pertama berupa talud, yoni, arca, dan batu-batu candi. Penemuan selanjutnya sebuah bangunan candi yang tinggal bagian kaki dan di atasnya terdapat sebuah yoni yang unik, tidak seperti umumnya, karena yoni ini memiliki tiga lubang. Penelitian dan penggalian lebih lanjut dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2010 dan 2011 menyimpulkan bahwa situs tersebut bukan merupakan candi besar tetapi sebuah perdusunan Mataram Kuno. Berdasar gambaran hasil survei penjajakan Balai Arkeologi Yogyakarta menyimpulkan bahwa Situs Liyangan merupakan situs dengan karakter kompleks; indikasi sebagai situs permukiman, situs ritual, sekaligus situs pertanian....
Yogyakarta dan Keratonnya tidak akan pernah lepas dari kesenian terutama seni tari. Srimpi merupakan salah satu genre tarian yang sangat melekat dengan seni tari istana. tarian ini ditarikan 4 orang penari wanita dengan kostum yang sama dan memiliki peran masing-masing. Namun kali ini kita akan membahas Srimpi Renggowati yang agak berbeda. Dalam Srimpi Renggowati ada perbedaan berdeda di Srimpi yang lainnya, pada umumnya nama Srimpi menggunakan nama gending/musik pengiringnya (contoh: Srimpi Pandelori, Srimpi Irim-irim, dll). Namun Renggowati adalah nama seorang putri dimana tokoh putri Renggowati ini adalah penari ke 5. Tari Srimpi Renggowati merupakan tarian sakral Yasan Dalem atau ciptaan Sri Sultan Hamengkubuwono V. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa tari Serimpi dibawakan oleh 4 penari namun Srimpi Renggowati dibawakan oleh 5 penari. Penari ke 5 adalah penari belia yang masih belum menstruasi. Penari ini harus sudah terbilang mumpuni atau sudah mahir menari meskipu...
Menurut naskah “Pustaka Rayja-rayja I Bhumi Nusantara”, kerajaan di pulau Jawa adalah Salakanagara (artinya: negara perak). Salakanagara didirikan pada tahun 52 Saka (130/131 Masehi). Lokasi kerajaan tersebut dipercaya berada di Teluk Lada, kota Pandeglang , kota yang terkenal dengan hasil logamnya (Pandeglang dalam bahasa Sunda merupakan singkatan dari kata-kata panday dan geulang yang artinya pembuat gelang). Dr. Edi S. Ekajati, sejarawan Sunda, memperkirakan bahwa letak ibukota kerajaan tersebut adalah yang menjadi kota Merak sekarang (merak dalam bahasa Sunda artinya "membuat perak"). Sebagain lagi memperkirakan bahwa kerajaan tersebut terletak di sekitar Gunung Salak , berdasarkan pengucapan kata "Salaka" dan kata "Salak" yang hampir sama. Adalah sangat mungkin bahwa Argyre atau Argyros pada ujung barat Iabadiou yang disebutkan Claudius Ptolemaeus Pelusiniensis ( Ptolemy ) dari Mesir (87-150 AD) dalam bukunya “Geographike Hypergesis...