Indramayu memang memiliki tradisi yang unik, terutama di daerah Pamanukan, Lebak, dan Parean Bulak, sangat akrab dengan tradisi mencari jodoh. Tradisi mencari jodoh ini biasa disebut Jaringan. Biasanya di daerah ini terdapat pasar jodohnya. Pasar jodoh ini selalu ramai oleh muda-mudi, hingga janda dan duda pun ikut berkumpul mencari jodoh. Jika merasa ada kecocokan, mereka akan mulai pacaran dan kemudian berlanjut pada proses lamaran untuk menikah. Uniknya lagi di prosesi Jaringan ini, pihak lelaki menggunakan sarung untuk menggaet wanita yang diinginkannya. Siapapun boleh ikut dalam prosesi Jaringan ini, siapa tahu bisa bertemu jodoh disana. Sebab, biasanya banyak pasangan mendapat jodoh dalam tradisi Jaringan ini. Jika berminat, Jaringan ini diadakan pada malam bulan purnama. Pasalnya bagi warga, jika melaut pada malam purnama biasanya ikan sulit didapatkan, sehingga tidak ada yang melaut, dan itu waktu yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berkumpul di pasar jodoh. Sum...
Tari Kinang Kilaras adalah tarian tradisional yang berasal dari Betawi, Jakarta. Tarian ini menceritakan sebagaimana bahagianya wanita-wanita elok Betawi yang masih digambarkan di daerah Jakarta hingga saat ini. Kata Kinang Kilaras sendiri berasal dari dua kata yaitu kinang yang berarti nama tokoh betawi (mak kinang) dan kilaras yang berarti selaras. Tarian ini menggunakan iringan musik yang diambil dari lagu Petik Kelapa. Lagu tersebut kemudian diaransemen oleh Sudaryana yang merupakan seorang sarjana karawitan dengan warna komposisi musik kromong yang kuat. Tarian ini pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat pada tahun 2002 di pasar tonton, lalu berkembang sebagai bentuk apresiasi masyarakat. Tarian ini tentunya belum lama menjadi tarian tradisional Indonesia, namun tarian ini sudah cukup banyak dikembangkan di berbagai daerah di Nusantara. Pijakan dalam tarian Kinang kilaras ini dikembangkan dari campuran gerakan tarian topeng dan cokek. Beberapa ragam gerak yang...
Noken merupakan hasil dari daya cipta yang unik, dirajut dan dianyam dari berbagai materi alami dari daerah Papua. Noken sendiri terbuat dari berbagai bahan serat pohon, kulit kayu dan daun pandan seta rumput rawa. Pengrajin Noken sering ditemukan di daerah Meeuwo, Epouto, Paniai. Hebatnya, Noken telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Masyarakat menggunakan Noken tidak seperti tas biasa yang diletakkan di pundak, namun diletakkan di kepala. Walaupun berbentuk sederhana, Noken tidak hanya sebuah penampung barang. Dahulu, Noken menjadi simbol dari kedewasaan wanita Papua; kemahiran membuat Noken terkadang juga dijadikan syarat untuk menikah. Noken menjadi bagian penting dalam proses pelaksanaan Pilkada di daerah Papua yang susah terjangkau. Benda unik ini, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) KPU Papua Nomor 1 tahun 2013, noken digunakan sebagai pengganti kotak suara sebagai wadah dalam kegiatan Pemilihan Umum di Papua; Noken yang secara konstan digunakan dalam acara...
Ulos ragu hotang adalah salah satu attribut pakaian adat dari suku batak. Ulos ragi dikenakan oleh pengantin pria yang diberikan oleh keluarga wanita untuk membuktikan bahwa sudah menikah. Hal ini menandakan bahwa sang pengantin pria sudah tidak boleh berperilaku layaknya laki laki lajang, melainkan berperilaku seperti laki laki sudah menikah. Ulos ragi hotang dibuat dengan cara ditenun dengan benang yg beraneka ragam warna #OSKMITB2018
Sebuah budaya yang dilakukan oleh masyarakat Suku Dani di Papua. Tradisi memotong jari sendiri merupakan tradisi yang dilakukan hanya oleh wanita ketika kehilangan anggota keluarganya. Tradisi potong jari ini sering disebut Iki Palek. Seorang wanita Suku Dani akan langsung memotong satu ruas jarinya ketika seseorang dari keluarganya meninggal dunia. Budaya Iki Palek ini merupakan tanda cinta dan kehilangan bagi orang yang telah meninggal dunia tersebut. Budaya ini muncul dikarenakan menurut masyarakat Suku Dani, keluarga adalah segalanya. Ketika ditinggalkan oleh seseorang yang sangat dicintai, maka rasa sakitnya dilambangkan dengan pemotongan satu ruas jari. Bagaimana cara memotong jarinya ? Terkadang menggunakan pisau. Tetapi, sering juga diharuskan untuk menggigit jarinya sendiri hingga putus. #OSKMITB2018
Pada era 70-90 an di Jawa Timur, masih sering kita temui pertunjukan Ludruk yang menempati tanah lapang dengan harga tiket masuk berkisar antara 50 - 150 perak, pada jaman itu. Biasanya, setiap sore hari, diumumkan lakon apa yang akan dipentaskan malam harinya oleh para bintang ludruk dengan menaiki kendaraan bak terbuka dan menggunakan pengeras suara berkeliling dari kampung ke kampung. Pada masa itu, di kota Malang, yang terkenal adalah Ludruk Wijaya Kusuma dengan pelawaknya Cak Tamin, Nurbuat dan Cak Subur. Kemudian muncul Cak Kartolo, Baseman, Safari dan Ning Tini yang menjadi primadona pada saat itu. Bahkan sampai sekarang Cak Kartolo, Safari dan Ning Tini masih eksis mengisi acara di Jawa Timur TV (JTV). Era 80-90 an merupakan era kejayaan Kartolo dan kawan-kawan, dengan guyonan khasnya dan parikan-parikan atau pantunnya yang menggelitik. Hampir seluruh masayarakat Jawa Timur mengenalnya baik menonton langsung pertunjukkannya maupun mendengar rekaman kasetnya atau mendengarka...
Makam Imogiri yang terletak di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu obyek wisata yang dikenal sebagai pemakaman para raja Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta yang dahulu merupakan Kerajaan Mataram. Kita dapat menuju ke obyek wisata tersebut menggunakan mobil maupun motor, namun disarankan kepada lansia untuk tidak mengunjungi makam ini karena Makam Imogiri terdiri dari banyak anak tangga dan jalan akses menuju ke sana dapat dibilang kurang mulus serta berkerikil. Pelancong yang memasuki area pemakaman diwajibkan untuk memakai kain dan kemben bagi wanita serta kain, baju dan blangkon bagi pria. Perhiasaan pun tidak diperbolehkan dan harus dilepas jika ingin masuk ke area pemakaman. Di dalamnya, makam-makam tersebut dibagi sesuai dengan pangkat dan jabatan para leluhur yang dimakamkan disana. Salah satu hal menarik yang terdapat di Makam Imogiri adalah lantai yang sangat harum, yang konon berasal dari Mekah dan dibawa oleh seorang raja yaitu Sult...
Cut Nyak Dhien adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda bersama dengan suaminya, Teuku Umar, pada masa Perang Aceh. Cut Nyak Dhien lahir pada tahun 1848 di Lampadang, Kerajaan Aceh, dan meninggal pada 6 November 1908 di Sumedang, Jawa Barat. Keberanian dan kegagahan Cut Nyak Dhien begitu menginspirasi para wanita untuk terus memperjuangkan kebenaran. Salah satu bentuk kekaguman terhadap Cut Nyak Dhien dituangkan melalui sebuah lagu yang diciptakan oleh T. Djohan dan Anzib. Cut Nyak Dhien Cipt: T. Djohan dan Anzib Masa prang Aceh, Meugah Cut Nyak Dhien Teubiet ue mideuen, Neuprang Beulanda Sunggoh that putroe, nanggroe neupeu theuen Bek jiet keurajeuen, uleh Beulanda. Di Aceh Meugah putroe pahlawan Masa neu meuprang deungon Beulanda Putroe jroh peu e hate neu pih trang Putroe nyang sayang nanggroe ngon bangsa Hana neu gundah keu darah ile Putro...
Nah....bagi kalian yang mengenal Jambi pasti kalian tahu budaya yang ada disana seperti makanan khas ketoprak,salah satu lagu khasnya injit-injit semut dan salah satu tarian yang paling terkenal adalah tari sekapur sirih. Namun saya bukan ingin menjelaskan kebudayaan tersebut melain kan salah satu tarian khas Jambi yang kurang populer yaitu tari Rentak Kudo. Tari Rentak Kudo adalah tarian kesenian khas budaya asli masyarakat Kerinci yang berasal dari daerah Hamparan Rawang Kabupaten Kerinci, Jambi yang banyak diminati kalangan masayakat di Kabupaten Kerinci.Nah kalian tahu nggak kenapa tari ini disebut tari rentak kudo,pasti nya enggak nya ,biar aku kasih tahu tarian ini disebut tari rentak kudo karena tari ini gerakan nya menghentak-hentak layaknya seekor kuda tapi karena bahasa nya jambi biasaya a sering diganti jadi o jadi nya kudo dan hentak dengan rentak ya bisa dibilang gak beda jauh sih. Ada juga kegunaan-kegunaan atau manfaat-manfaat dari tari rentak kudo ini yaitu Ta...