Prasasti Sirah Keting Prasasti ini berisikan tentang pemberian penghargaan yang berupa tanah dari Jayawarsa kepada rakyat desa sebab rakyat desa ini telah dianggap memiliki jasa. Prasasti di Tulungagung dan Kertosono Kedua prasasti ini berisi tentang masalah keagamaan. Kedua prasasti ini berasal dari Raja Kameshwara. Prasasti Ngantang Prasasti ini berisi tentang pemberian hadiah berupa tanah nan dibebaskan dari pajak oleh Jayabaya. Prasasti ini ditujukan buat rakyat Desa Ngantang sebab telah mengabdi buat Kemajuan Kediri. Prasasti Jaring Prasasti ini dibuat oleh Raja Gandra. Isinya ialah nama-nama nan berasal dari nama hewan, seperti Tikus Jinada, Kebo Waruga, dan sebagainya. Hal ini memunculkan adanya birokrasi kerajaan. Prasasti Kamulan Prasasti ini berisi tentang peristiwa dikalahkannya musuh oleh Kediri di istana Katang-Katang. &nbs...
Gending Suroboyo Trisna merupakan lagu yang biasa dinyanyikan saat Uyon-Uyon, yakni acara menari bersama dengan diiringi lagu yang dinyanyikan bersama-sama juga dalam Tradisi Rupa Bumi.
Kopi cleng merupakan kopi yang kaya akan manfaat bagi kesehatan tubuh. Selain berfungsi sebagai penghilang rasa kantuk, kopi cleng juga dikenal khasiatnya yang manjur dalam mengatasi problem rumah tangga yang berhubungan dengan masalah ranjang. Hal ini karena di dalam kopi cleng terkandung zat-zat yang sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Adapun zat-zat tersebut adalah kopi murni, pemanis, pasak bumi, ginseng dan sanrego. Â Sebagai pemanis pada racikan kopi cleng adalah gula dan krimer, sehingga kopi ini terasa manis, tidak begitu pahit, namun tidak meninggalkan rasa dan aroma khas kopi. Pasak bumi merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai campuran dalam pembuatan obat tradisional atau herbal, hal ini karena pasak bumi memiliki senyawa-senyawa yang sangat bermanfaat untuk kesehatan bagian vitalitas pria dan wanita. Ginseng adalah tanaman yang sering digunakan sebagai ramuan obat herbal. Berbagai penyakit dapat disembuhkan dengan ramuan ginseng ini. Contoh penyak...
Bahan Dasar Nasi 100 gram nasi jagung Sakura 300 gram beras putih, cucilah sampai bersih 750 ml air bersih Cara Membuat / Memasak Nasi Ampok : Jagung pilihan dilihaluskan atau dihancurkan menggunakan mesin (diselep, bahasa Jawa) sampai menjadi butiran kecil-kecil yang dinamakan beras jagung. Setelah itu, jagung tersebut dicuci sampai bersih, sampai tidak ada kotoran (jenjet, bahasa Jawa) sama sekali. Setelah bersih, butiran jagung tersebut direndam selama + 10-12 jam, yaitu mulai pukul 15.00-03.00 (mulai jam 3 sore sampai jam 3 malam). Kami memilih waktu ini karena rendaman butiran jagung waktu malam memberikan hasil lebih enak dari pada rendaman waktu pagi atau siang. Karena udara malam yang dingin dapat lebih menggeburkan tekstur jagung yang tadinya keras menjadi empuk (tidak keras) Setelah itu, beras jagung dicuci lagi sampai bersih sampai sisa-sisa jenjet pada cucian yang pertama menjadi bersih tota...
Kue geti adalah kue tradisional yang terbuat dari kacang tanah, wijen, dan gula merah. Geti merupakan jajanan tradisional khas Blitar dan Tulungagung, Jawa Timur. Selain rasanya yang enak, geti memiliki rasa manis dari gula merah serta gurih dari wijen dan kacang tanahnya membuat kue geti banyak disukai oleh masyarakat Indonesia. Geti biasanya dibuat sebagai hidangan khas lebaran dan terkadang juga dibuat sebagai makanan/ cemilan untuk acara hajatan. Geti memiliki beberapa macam atau jenis, seperti geti kacang tanah, geti wijen, dan geti campuran kacang dan wijen. Bagi anda yang mencoba membuat kue geti ini sendiri dirumah anda, berikut ini kami berikan resep cara membuat geti yang enak dengan mudah dan sederhana: Bahan-bahan yang dibutuhkan: Kacang tanah 1 kg, tanpa kulit ari atau dengan kulit ari Gula merah 500 gram Gula pasir 500 gram Wijen secukupnya disangrai untuk campuran ...
Uceng sendiri adalah ikan air tawar yang memiliki ukuran kecil, sekitar 2 hingga 4 cm dan rasanya seperti ikan wader. Karena bahan dasarnya adalah ikan uceng sehingga peyek ini di namai Peyek Uceng , Cara pembuatan peyek ini, dengan mencampurkan tepung beras, tepung sagu, santan, daun jeruk dan Uceng . Tuang adonan di pinggir wajan dan setengah lagi ada di dalam minyak. Peyek Uceng ini mempunyai rasa yang gurih dan renyah. RM/Toko yang Menyediakan : Depot Uceng Diner Address: Jalan Raya Bence, Bence, Garum, Bence, Garum, Blitar, Jawa Timur 66182 Phone: (0342) 561228 Sumber: https://ksmtour.com/wisata-kuliner/kuliner-blitar/peyek-uceng-sukaria-gurih-dan-kriuknya-kuliner-khas-blitar.html
Rumah adat joglo situbondo jawa timuran merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Timur. Rumah adat ini mempunyai kemiripan dengan rumah adat joglo Jawa Tengah. Ciri khas rumah adat ini adalah bentuknya lebih minimalis tetapi artistik. Selain itu rumah adat ini mempunyai filosofi dan sanepan yang terkandung didalam rumah adat ini. Sehingga rumah adat ini kental akan kebudayaan leluhur terdahulu.
Bahan-bahan : 200 gram tewel (nangka muda) 150 gram kacang panjang, potong 50 gram daun melinjo muda 75 gram buah melinjo 5 buah cabai hijau, belah 2 ml santan kental 250 ml santan cair 1-2 lembar daun salam 2 cm lengkuas, memarkan 100 gram tempe semangit, dipotong-potong 1 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir Bumbu sayur tewel : 6 buah cabai merah 3 siung bawang putih 8 butir bawang merah 1/2 sendok teh ketumbar 1 sendok teh ketumbar 2 cm kencur Cara Membuat Rebus santan bersama bumbu halus, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Tambahkan melinjo, tempe dan tewel. Aduk sesekali sampai tewel setengah matang. Tambahkan cabai, kacang panjang, dan daun melinjo. Aduk sampai matang. Bubuhi garam dan gula pasir. Tuang santan kental. Aduk sampai mendidih. Jika sudah matang tes rasa dan sajikan. RM/Toko yang...
Upacara Kasada - Bromo Upacara Kasada bromo dilakukan oleh masyarakat Tengger yang bermukim di Gunung Bromo, Jawa Timur. Mereka melakukan ritual ini untuk mengangkat seorang Tabib atau dukun disetiap desa. Agar mereka dapat diangkat oleh para tetua adat, mereka harus bisa mengamalkan dan menghafal mantera-mantera. Beberapa hari sebelum Upacara Kasada bromo dimulai, mereka mengerjakan sesaji-sesaji yang nantinya akan dilemparkan ke Kawah Gunung Bromo. Pada malam ke 14 bulan Kasada, Masyarakat tengger berbondong-bondong dengan membawa ongkek yang berisi sesaji dari berbagai macam hasil pertanian dan ternak. Lalu mereka membawanya ke Pura dan sambil menunggu Dukun Sepuh yang dihormati datang, mereka kembali menghafal dan melafalkan mantera, tepat tengah malam diadakan pelantikan dukun dan pemberkatan umat dipoten lautan pasir Gunung Bromo. Sebelum lulus mereka diwajibkan menghafal dan lancar dalam membaca mantra mantra. Setelah Upacara selesai, ongkek-ongkek yang berisi...