1
2.552 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Prasasti Airlangga
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Prasasti Airlangga terletak di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Prasasti ini memiliki ukuran tinggi 2,20 m, lebar 1,16 m dengan ketebalan 29 cm. Prasasti ini terbuat dari batu monolit pipih yang sudah sedikit aus permukaannya. Di samping prasasti ini terdapat sebuah batu kecil yang konon setiap tahun bertambah tinggi. Dari isinya, prasasti ini menceritakan tentang adanya tambak yang diserahkan kepada masyarakat untuk dikerjakan. Selain itu, rakyat tidak diharuskan untuk menyetor pajak kepada kerajaan, karena sawah itu untuk menunjang kemakmuran rakyat sekitar yang menjaga kejernihan Sungai Kalagyan. Namun, kemakmuran rakyat sirna setelah diserang air bah dari Sungai Brantas, yang menenggelamkan tanah maupun sawah rakyat. Bagian pertama prasasti ini berbunyi sebagai berikut:   Sira ratu cakrawarta umanun pamanghanikan rat hita pratidina panlingananikan sabhuwanari tan sharta kewala cri maharaja, yawat kawanunann yaca donanya, an kap...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Garaman
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Garamān dikeluarkan oleh MapaÅ„ji Garasakan dari Kerajaan Janggala yang bergelar ÅšrÄ« Mahārāja Rake Halu pada tahun 975  Çaka  atau 1053 Masehi. Prasasti ini menggunakan aksara dan bahasa Jawa Kuno periode Kediri yang sudah berkembang.   Konon, prasasti ini ditemukan oleh seorang penduduk bernama Moh. Dahlan dari Dusun Mandungan, Kelurahan Widang, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, pada 1 Juni 1985. Ia telah menyerahkan empat buah lempeng tembaga bertulis dari periode abad ke -11 kepada Pimpinan Proyek Pengembangan Museum Nasional Jakarta, dan mendapat imbalan sebesar 1,9 juta rupiah. Tidak diketahui di mana prasasti itu ditemukan.   Lempeng pertama berukuran panjang 36,75 cm, lebar 11,70 cm,dan tebal 0.15 cm, ditulis pada satu sisi; lempeng kedua berukuran panjang 36,65, lebar 11,70 cm, dan tebal 0.15 cm, ditulis pada kedua sisinya; lemp...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Asal Usul Sunan Gresik
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Gresik adalah sebuah daerah di provinsi Jawa Timur yang mana dikenal sebagai salah satu daerah industri utama di Jawa Timur. Ada beberapa perusahaan besar di Gresik dan juga merupakan penghasil perikanan yang cukup besar. Tapi tahukah Anda bahwa di Gresik ada sebuah makam penyebar agama Islam di Jawa yaitu Sunan Maulana Malik Ibrahim atau biasa dipanggil Sunan Gresik. Nah pada kesempatan ini saya ingin menceritakan kisah beliau mulai dari silsilah sampai perjuangan beliau menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.   Sunan Gresik Sumber:  https://www.google.com/ Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim dipercaya sebagai orang yang pertama kali menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Meski tidak terdapat bukti sejarah lengkap yang meyakinkan mengenai asal keturunan Maulana Malik Ibrahim, meskipun pada umumnya disepakati bahwa ia bukanlah orang Jawa asli. Sebutan Syekh Maghribi yang diberikan masyarakat kepadanya dapat ditafsirkan bahwa beliau berasal d...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Asal Usul Kabupaten Sumenep Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Sejarah Sumenep bermula dari zaman Singhasari hingga sekarang, Indonesia. Sumenep (bahasa Madura: Songènèb) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya ialah Kota Sumenep. Sumenep adalah nama salah satu Kabupaten diujung paling timur Pulau Madura, yang konon katanya merupakan Kadipaten berpangaruh atas lahirnya Kerajaan Majapahit dahulu. Berdirinya Kabupaten ini tak luput dari peran tokoh zaman kerajaan yang bijaksana dan pintar yakni “Arya Wiraraja”. Dalam tulisan kali ini, Warta Giligenting mencoba mengingatkan akan sejarah Sumenep dilihat dari asal usul nama “Sumenep”.   Logo Kabupaten Sumenep Sumber :  https://www.google.com/ Dari kabar yang berkembang di kalangan masyarakat Kabupaten Sumenep, soal asal usul nama Sumenep masih terdapat perbedaan dalam memaknainya. Misalnya kalangan...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Prasasti Mŗwak
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti MÅ--wak bertarik 1108 Çaka atau 1186 M, dengan menggunakan aksara dan berbahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terbuat dari batuan andesit ( upala pra Å›asti ) dan berbentuk blok dengan variasi berpuncak setengah lingkaran dengan tinggi 84 cm, lebar 60 cm (atas) dan 45 cm (bawah), bagian bawahnya berbentuk bunga padma.   Prasasti MÅ--wak merupakan prasasti in situ, yang keberadaannya masih berada di tempat di mana prasasti tersebut ditemukan, terletak di bagian belakang kuburan dengan diberi cungkup. Prasasti ini dtemukan di Desa Mruwak, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Secara toponimi, keletakan Desa Mruwak di mana prasasti MÅ--wak ini sesuai dengan isi dari prasasti MÅ--wak yang menyebutkan bahwa terdapat sungai besar di sebelah barat laut dan terdapat gunung di sebelah Desa Mruwak di mana pada saat prasasti MÅ--wak ini ditulis, Desa Mruwak dipindahkan ke tempat yang mendekati gunung. Su...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Sejarah Kabupaten Pamekasan Jawa Timur
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Kabupaten Pamekasan adalah sebuah kabupaten di Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibukotanya adalah Pamekasan. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Selat Madura di selatan, Kabupaten Sampang di barat, dan Kabupaten Sumenep di timur. Kabupaten Pamekasan terdiri atas 13 kecamatan, yang dibagi lagi atas 178 desa dan 11 kelurahan. Pusat pemerintahannya ada di Kecamatan Pamekasan. Sejarah Pamekasan Kabupaten Pamekasan lahir dari proses sejarah yang cukup panjang. Istilah Pamekasan sendiri baru dikenal pada sepertiga abad ke-16, ketika Ronggosukowati mulai memindahkan pusat pemerintahan dari Kraton Labangan Daja ke Kraton Mandilaras. Memang belum cukup bukti tertulis yang menyebutkan proses perpindahan pusat pemerintahan sehingga terjadi perubahan nama wilayah ini. Begitu juga munculnya sejarah pemerintahan di Pamekasan sangat jarang ditemukan bukti-bukti tertulis apalagi prasasti yang menjelaskan tentang kapan dan bagaimana keberadaannya....

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Prasasti Srngga/Biri
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Srngga/Biri dipahatkan dalam sebuah batu, dan ditemukan di daerah Kediri, Jawa Timur. Prasasti ini saat ini menjadi koleksi Museum Nasional dengan No. Inventaris D.1.   Prasasti ini berisi tentang presmian desa perdikan Biri oleh Raja Srngga//Kertajaya pada tanggal 29 Agustus 1202.  ***   Sumber: kekunaan.blogspot.com

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Turyyan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

sti batu yang masih  in situ  ditemukan di Dukuh Watugodeg, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Daerah Turen, yang merupakan penyesuaian bunyi dari Turyyan. Tampaknya, inilah salah toponimi pada masa Mataram Kuno yang masih lestari.   Prasasti ini berukuran: tinggi 130 cm, lebar 118 cm, dan tebal 21 cm. Bertulisan pada kedua sisinya, sisi depan berjumlah 43 baris dan sisi belakang berjumlah 32 baris.   Prasasti Turyyan telah dialihaksarakan dan dibahas secara ringkas oleh J.G. de Casparis (1988) dalam tulisannya yang berjudul “ Where Was Pu Sindok’s Capital Situated? ”, Studies in South and Southeast Asian Archaeology No. 2:39-52.   Menurut de Casparis, di dalam prasasti Turyyan disebutkan mengenai pengelompokan para pejabat pemerintahan berdasarkan strata tingkatan jabatan dan kepangkatan, seperti Rakai, Rakryan, Samgat, Pu, Sang Dyah, Si, dan lain-lain.    ...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Prasasti Waharu IV
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Prasasti Waharu IV berangka tahun 853 Çaka atau 931 M yang terdiri dari enam lempeng tembaga berukuran 36 cm x 10 cm. Setiap lempeng memuat 7 baris tulisan yang ditulis pada kedua sisinya, kecuali lempeng pertama.   Prasasti yang ditemukan di daerah Gresik, Jawa Timur, merupakan prasasti dari Raja Pu Sindok yang disalin kembali pada masa Majapahit. Kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta, dengan nomor E 20 a-f. Prasasti ini telah dialihaksarakan oleh A.B. Cohen Stuart (1875) dalam KO, prasasti nomor 7; serta Boechari dan A.S. Wibowo (1985/1986) dalam  Prasasti Koleksi Museum Nasional.   Prasasti ini menyebutkan  “sambandha. gati wargga /II.a.1/ haji an nityasa su ṣṭu bhakti mamrihak ên ri  ṡri mah ār āja ri Å‹ samarak āyya makacihna sa ňjata wargga haji /2/ sar ā dhirotsah...

avatar
Arum Tunjung