monedas para el FC mobile Visité Buyfc26coins.com. ¡Excelente! Recomendado al 100%..NHkd
169 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hari Raya Enam Kab. Kampar
Ritual Ritual
Riau

Hari Raya Enam atau biasa disebut Aghi Ghayo Onam adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar di Provinsi Riau yang masih diturun-temurunkan sampai saat ini. Peringatan ini dirayakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), dan dinamakan ‘enam’ karena dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 Syawal – 7 Syawal. Selama periode tersebut, masyarakat Kampar berpuasa sunnah kembali walaupun sudah melakukannya selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun esensi dari tradisi ini bukan sekadar berpuasa, tetapi mereka juga berziarah secara berkelompok ke setiap desa atau dusun terdekat, dimana jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Aghi Ghayo Onam atau juga dapat disebut Aghi Ghayo Zorah (Hari Raya Ziarah) menganggap tradisi beramai-ramai ke kuburan ini tidak hanya untuk mendoakan sanak saudara yang telah di alam kubur, namun ini juga sebuah ajang silaturahmi bagi warga Kampar setempat. Masyarakat yang merantau dan jarang bertemu seti...

avatar
OSKM18_19718117_Palita Rana Putinagari
Gambar Entri
Tari Persembahan
Tarian Tarian
Riau

Tari Persembahan merupakan salah satu tarian daerah yang berasal dari Provinsi Riau. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara penyambutan. Dalam tariannya, para penari membawa kotak yang berisi sirih dan kapur. Sirih tersebut kemudian dipersembahkan kepada tamu yang hadir untuk dimakan sebagai bentuk penghorm. Catatan: Data didapatkan melalui hasil wawancara dengan mantan penari cilik khususnya Tari Persembahan, Haifa Nisa Damarani. #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_16718023_Nadia Winda Damaranti
Gambar Entri
Lulu Cina Buta - Melayu Riau
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Permainan lulu cina buta merupakan permainan daerah tradisional yang berasal dari Provinsi Melayu Riau. Menurut keterangan, permainan ini sudah lama berkembang dan dimainkan di masyarakat, khususnya masyarakat melayu riau. Lulu cina buta diambil dari kata “buta” yang artinya tidak dapat melihat. Permainan ini bisa dimainkan oleh berbagai kalangan laki-laki maupun perempuan. Permaianan ini juga dimainkan oleh berbagai kalangan usia, namun kebanyakan dimainkan di usia 5-7 atau pada masa Sekolah Dasar (SD). Banyak pemain yang diperbolehkan paling sedikit 3 orang dan paling banyak tidak ditentukan. Alat yang digunakan pun hanyalah satu sapu tangan.   Cara bermain permainan ini sangatlah mudah, diantaranya sebagai berikut : Pertama, semua yang ikut bermain harus melaukan “hompimpa” untuk menentukan siapa yang menjadi si “buta”. Setelah ditentukan, tutupi mata si “buta” menggunakan sapu tangan yang telah dipersiapkan tad...

avatar
OSKM18_16718364_arfanza satria
Gambar Entri
Tari Batin Kemuning
Tarian Tarian
Riau

Kata "Batin" merupakan sebutan bagi penguasa negeri. Peristiwa ini diangkat pada masa kerajaan Keritang di wilayah Kemuning. Selama beberapa dekade secara turun-temurun kerajaan Keritang dipimpin oleh seorang wanita. Dengan berbagai ragam tingkah dan perilaku masyarakat, dari yang mendukung, memuja sampai mengunjingkan serta mencela berbagai macam tingkah laku yang harus dimengerti oleh pemimpin negeri Tari Batin kemuning adalah tarian yang berasal dari Riau. Tarian dapat diperuntukan sebagai tarian jamuan untuk para tamu adat dan tamu kehormatandengan tujuan hiburan serta penghormatan adat Desa Kemuning. Tarian ini dipentaskan dengan gerakan yang lincah dan dinamis serta serempak dan loncatan hingga putaran badan disertai liukan tubuh melalui iringan musik. Instrument dan musik yang mengiringi tarian tersebut merupakan alat-alat musik yang juga berasal dari melayu seperti gendang melayu, marwas atau gedumba, kendang melayu, rebana, gendang kecil dan besar, serunai, gong, simb...

avatar
Juliaputri
Gambar Entri
Turun Mandi
Ritual Ritual
Riau

Turun mandi merupakan suatu acara ritual yang dilakukan di masyarakat pangean, ritual ini dilakukan ketika acara akikah seorang bayi yang baru dilahirkan. Turun mandi juga dikenal dengan istilah "mancungak". Menurut Para tetua bahwa dengan diadakan "mancungak" dipercayai seorang anak yang kelak dewasa akan memiliki sifat yang baik, sopan, dan tahu beradab. Waktu pelaksanaan turun mandi harus berdasarkan petunjuk bidan kampung yang membantu proses melahirkan. Proses Turun mandi menggunakan beberapa alat dan bahan. Alat-alat dan bahan-bahan yang diperlukan seperti baskom, gayung, kemenyan, arang, sisir, kunyit, minyak rambut, bedak bayi, beras, dan ayam jantan hitam, dan jeruk. Pada acara turun mandi ini, bayi akan dimandikan di dalam baskom (terlebih dahulu diisi dengan air dan ditambahi dengan jeruk yang telah dikupas) dengan posisi menaiki ayam jantan hitam di atas air dalam baskom. Kemudian bayi tersebut diberi minyak rambut dan disisir oleh bidan dan jika bayinya perempuan diberi...

avatar
OSKM18_16318124_Mardhatillah Kurnia Putri
Gambar Entri
Tari Batin Kemuning
Tarian Tarian
Riau

Kata "Batin" merupakan sebutan bagi penguasa negeri. Peristiwa ini diangkat pada masa kerajaan Keritang di wilayah Kemuning. Selama beberapa dekade secara turun-temurun kerajaan Keritang dipimpin oleh seorang wanita. Dengan berbagai ragam tingkah dan perilaku masyarakat, dari yang mendukung, memuja sampai mengunjingkan serta mencela berbagai macam tingkah laku yang harus dimengerti oleh pemimpin negeri Tari Batin kemuning adalah tarian yang berasal dari Riau. Tarian dapat diperuntukan sebagai tarian jamuan untuk para tamu adat dan tamu kehormatandengan tujuan hiburan serta penghormatan adat Desa Kemuning. Tarian ini dipentaskan dengan gerakan yang lincah dan dinamis serta serempak dan loncatan hingga putaran badan disertai liukan tubuh melalui iringan musik. Instrument dan musik yang mengiringi tarian tersebut merupakan alat-alat musik yang juga berasal dari melayu seperti gendang melayu, marwas atau gedumba, kendang melayu, rebana, gendang kecil dan besar, serunai, gong, simb...

avatar
Oskm18_16318191_juliaputri
Gambar Entri
Permainan Tradisional Melayu - Lu Lu CIna Buta
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Menurut keterangan orang-orang tua bahwa permainan ini sudah ditemui, tumbuh serta berkembang dalam masyarakat lama sekali. Kapan lahirnya permainan itu, tak seorangpun dapat menjelaskan. Ada yang menjelaskan bahwa sejak peristiwa Kratakau meletus, permainan tersebut sudah ada. Ada dua penafsiran orang-orang Melayu tentang perkataan ”Cina Buta” tersebut yaitu : Cina Buta dalam arti sebenarnya adalah seorang orang Cina yang buta matanya, dan adapula Cina Buta dalam arti kiasan bagi seorang yang menjadi penebus “kawin” sementara bagi orang yang telah bercerai “talak tiga” yang ingin rujuk kembali; konon, tersebutlah kisah seorang Cina yang buta matanya masuk Melayu (Islam) yang lazim disebut “Muallaf”. Kemudian ia dijadikan “Nuja” (pesuruh) mesjid. Saat itu pula ada sepasang suami istri yang bercerai dengan talak tiga. Tetapi kemudiannya ingin rujuk kembali. Menurut hukum Islam, orang yang...

avatar
Oskm2018_16018064_leonardo
Gambar Entri
Tuju Lubang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Riau

Tuju Lubang adalah suatu permainan yang awalnya berkembang di Kepulauan Riau. Permainan ini berawal dari kegiatan para nelayan yang sering menggali pasir di sekitar pantai untuk mendapatkan kerang kelimpat. Setelah kerang tersebut dimakan, kulitnya dibuang dan akhirnya kulit kerang yang dibuang tersebut digunakan untuk bermain oleh anak-anak sekitar yaitu anak-anak para nelayan. Lama kelamaan permainan ini tidak hanya digemari oleh anak nelayan saja, melainkan anak-anak bangsawan yang menggunakan uang sen sebagai pengganti kerang. Cara bermainnya sangat mudah, pemain hanya perlu melemparkan kulit kerang atau uang sen tersebut mendorong punya lawan ke sebuah lubang. Biasanya lubang tersebut berukuran sebesar telur ayam di tengah tanah yang dibatasi seluas 2 x 2 meter, para pemain akan membuat garis batas lontaran sekitar 6 sampai dengan 12 langkah kaki pemain. Aturan permainan tuju lubang adalah sebagai berikut : 1. Pada saat melontar, salah satu koin harus melewati garis...

avatar
OSKM18_16718137_Axle Antonius
Gambar Entri
Naik Pongpong Ke Benteng Bukit Kursi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Riau

Benteng ini dinamakan sesuai dengan tempat didirikannya, yaitu Bukit Kursi. Sarana pertahanan Benteng Bukit Kursi dibangun menjelang  perang antara kerajaan riau dan belanda pada tahun 1782-1784, pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda Riau IV Raja Haji.     Benteng ini sangat unik  karena,  benteng ini dibangun dalam bentuk parit-parit meskipun berada di atas bukit. Hal ini ditujukan agar dapat menghindari serangan musuh yang datang dalam jumlah besar. Tetapi, saat ini kita hanya dapat melihat peninggalan dari benteng ini berupa parit dan beberapa meriam yang berada di berbagai penjuru dari bukit kursi ini. Dan pada zamannya, Benteng Bukit Kursi merupakan salah satu benteng terbaik yang dilengkapi dengan meriam.   Untuk sampai ke Benteng Bukit Kursi (berdasarkan pengalaman saya), kita dapat ke Pelabuhan Sri Bintan dan menaiki perahu pongpong dengan membayar tiket Rp 6.000 ke Pulau Penyengat. Setelah mendarat di Pelabuhan Penyengat un...

avatar
OSKM_16718367_Geraldine Leticia Viliany