Keadaan naskah cukup baik, masih dapat dibaca. Naskah ini berukuran 14 X 20,4 cm dengan ukuran raang tulisan 12,5 x 17,5 cm dan 12 x 19 cm, jumlah bans per halaman 12 baris dan antara 25-28 baris, serta jarak antarbaris 1,3 dan 0,5 cm sehingga berdasarkan ukuran ruang tulisan naskah ini sebagian ditulis rapat dan renggang. Naskah ini teksnya berbentuk puisi, ditulis dengan tinta berwarna hitam penomoran terdapat pada pias atas tengah, dan naskah berasal dari Majalengka. IsiKandungan Naskah Naskah Wawacan Carbon merupakan sebuah naskah yang berisi karya sastra sejarah atau bisa disebut juga babad, karena dilihat dari isi kandungan ceritanya naskah Wawacan Carbon mengisahkan tentang Susuhunan Jati (sejarah tentang Sunan Gunung Jati) dan keturunannya. Amanat beliau, Sunan Gunung Jati, sebelum wafat kepada anak-cucunya agar senantiasa berbuat kebajikan. Selain itu, digambarkan pula hubungan antara tiga kerajaan yang terjalin karena adanya pernikahan di antara ketiga keraj...
Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati laut yang memiliki potensi kandungan bahan pangan dan bahan farmasi yang cukup potensial dan merupakan komoditi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, disamping itu rumput laut juga digunakan sebagai bahan baku industri (Haryanti et al. 2008). Salah satu industri yang mengolah rumput laut adalah Pabrik Agar-Agar Kertas Cap Apel di Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk , Kabupaten Garut yang mengolah rumput laut jenis Gracilaria sp. menjadi agar-agar kertas (Galih et al. 2014 : 37). Agar-agar kertas merupakan salah satu produk khas dari wilayah Pantai Pamengpeuk Desa Mancagahar Kabupaten Garut yang saat ini produknya sudah terkenal ke seluruh Jawa Barat bahkan seluruh Indonesia. Agar-agar kertas merupakan bahan baku untuk pembuata dodol, puding ataupun agar-agar seperti kebanyakan makanan ringan lainnya. Untuk proses pembuatan agar-agar kertas mula-mula, rumput laut dicuci dan dibilas menggunakan air hingga bersih, lalu...
Indonesia merupakan negara agraris, yang mayoritas penduduknya seorang petani. Tiap daerah di Indonesia memiliki tradisi tersendiri dalam bertani, baik saat akan mulai menanam ataupun saat panen tiba. Masyarakat secara rutin melaksanakan tradisi tersebut agar mendapatkan restu dari pencipta dan leluhur saat menanam padi dan juga sebagai tanda ucap rasa syukur karena telah diberikan hasil panen yang berlimpah. Jika di tataran Pasundan, tradisi saat puncak panen disebut Seren Taun. Secara etimologi, Seren Taun berasal dari dua kata dalam bahasa Sunda, yaitu "Seren" yang berarti seserahan atau menyerahkan dan "Taun" yang berarti tahun. Seren Taun adalah sebuah tradisi puncak panen yang dilaksanakan oleh masyarakat pendukungnya yang bertujuan untuk mengucapkan rasa syukur pada pencipta dan leluhur karena telah diberikan keberkahan dan keberlimpahan hasil panen selama satu tahun lamanya. Tradisi ini dapat dilihat di beberapa desa di tataran tanah Pasundan, diantaranya Desa Cigugu...
Motif batik Megamendung merupakan karya seni batik yang identik dan bahkan menjadi ikon batik daerah Cirebon dan daerah Indonesia lainnya. Motif batik ini mempunyai kekhasan yang tidak ditemui di daerah penghasil batik lain. Bahkan karena hanya ada di Cirebon dan merupakan masterpiece, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata akan mendaftarkan motif megamendung ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan sebagai salah satu warisan dunia. Motif megamendung sebagai motif dasar batik sudah dikenal luas sampai ke manca negara. Sebagai bukti ketenarannya, motif megamendung pernah dijadikan cover sebuah buku batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Kekhasan motif megamendung tidak saja pada motifnya yang berupa gambar menyerupai awan dengan warna-warna tegas, tetapi juga nilai-nilai filosofi yang terkandung di dalam motifnya. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah lahirnya batik secara keseluruhan di Cirebon. H. Komarudin K...
Produk kebudayaan, merupakan salah satu identitas sebuah wilayah. Hampir seluruh daerah di Indonesia, memiliki ciri khas kebudayaan tersendiri. Seperti halnya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Mungkin tak banyak yang tahu jika di kabupaten tersebut, ada sejumlah desa yang masih memegang teguh adat dan kebudayaan warisan nenek moyangnya. Sebut saja salah satunya, Desa Kersamaju, Kecamatan Cigalontang. Di desa tersebut, ada sebuah kesenian yang menjadi ciri khas masyarakat di sana. kesenian yang terdiri dari tabuhan rebana, terebang (rebana besar), bonang, kendang dan gong itu merupakan hasil akulturasi budaya. Produk kesenian ini, merupakan perpaduan dari dua kebudayaan. Yakni, Arab dan Sunda. Uniknya, metika dua kebudayaan ini bersinergi ternyata menciptakan alunan musik ritmik yang penuh semangat. Alunan musik dari produk kesenian ini, ternyata tak sembarangan ditampilkan. Karena, biasanya kesenian ini hanya ditampilkan saat menyambut 'Gegeden' yang dianggap sebagai t...
Kabupaten garut sudah dikenal masyarakat terutama di kalangan pencinta batu akik, sebagai salah satu daerah di Indonesia yang banyak menghasilkan batu berkualitas. Batu akik ohen Bungbulang merupakan jenis batu mulia asli Kapupaten Garut Jawa Barat. Batu yang banyak ditemukan di Kecamatan Bungbulang, Garut, Jawa Barat ini pertama kali ditemukan oleh seorang bernama Mang Ohen atau aki Ohen sehingga batu ini dikenal dengan nama penemunya yakni ‘Ohen’ atau disebut juga batu Bungbulang. Batu cincin bungbulang yang kurun waktu dalam 2 tahun kebelakang sangat banyak diminati para pecinta dan kolektor batu cincin. Keistimewa dari batu cincin bungbulang ini yang berwarna hijau ini merupakan jenis mineral Chrysoprase, chrysophrase atau chrysoprasus yang merupakan batu permata jenis kalsedon (cryptocrystalline bentuk silika) yang berisi beberapa kecil nikel. Warnanya lazimnya hijau seperti apel, ada juga hijau tua. Varietas gelap chrysoprase j...
PENEMUAN Pada tahun 1863 di Hindia belanda, sebuah batu besar dengan ukiran aksara purba dilaporkan ditemukan di dekat Tjampea (Ciampea), tak jauh dari Buitenzorg (kini Bogor). Batu berukir itu ditemukan di Kampung Muara, di aliran sungai Ciaruteun, salah satu anak sungai cisadane Segera pada tahun yang sama, Prasasti Ciaruteun dilaporkan oleh pemimpin Bataaviasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (sekarang Museum Nasional) di Batavia. Akibat banjir besar pada tahun 1893 batu prasasti ini terhanyutkan beberapa meter ke hilir dan bagian batu yang bertulisan menjadi terbalik posisinya ke bawah. Kemudian pada tahun 1903 prasasti ini dipindahkan ke tempat semula. Pada tahun 1981 Direktorat Perlindungan dan Pembinaan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengangkat dan memindahkan prasasti batu ini agar tidak terulang terseret banjir bandang. Selain itu prasasti ini kini dilindungi bangunan pendopo, untuk melindungi prasasti ini dari cura...
Anda tentu familiar dengan pencak silat yang merupakan martial arts asli Indonesia. Tetapi tahukah Anda tentang godot? Bela diri tersebut juga berasal dari negeri sendiri tepatnya dari Jawa barat. Bela diri godot berkembang di kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Godot berbeda dengan bela diri kebanyakan yang ada di Jawa Barat. Jika sebagian besar ilmu pertahanan diri di tanah Sunda dimainkan dengan tetabuhan, godot justru tidak menggunakan instrumen musik apapun. Sejarah bela diri godot bermula di Karawang. Seni pertahanan diri tersebut diciptakan oleh Baping Tasih. Sepeninggal sang kreator, godot dilanjutkan oleh keturunan serta murid-muridnya. Tetapi sayangnya tidak ada yang bisa menceritakan alasan bela diri tersebut dinamakan godot. Konon gerakan dalam godot terinspirasi oleh gerak menulis huruf Arab. Secara umum hanya ada empat gerakan dasar dan dua gerakan tambahan dalam seni bela diri tersebut. Setiap pembelajar bela diri godot setidaknya harus menguasai tiga gerakan...
Klenteng Hok Lay Kiong adalah klenteng tertua di Bekasi yang terletak di Jl. Kenari, Margahayu. Tidak ada yang tahu kapan pastinya klenteng ini dibangun, namun diperkirakan klenteng ini sudah ada sejak 300-400 tahun yang lalu. Tidak berbeda dengan klenteng yang lainnya, warna merah masih menjadi warna dominan dibangunan dan ornamen klenteng ini. Meskipun klenteng ini telah beberapa kali di renovasi, ornamen klenteng seperti pintu, patung dewa, altar dan tiang penyanggahnya masih asli. Klenteng Hok Lay Kiong memiliki luas 650 meter persegi, selain sebagai tampat sembahyang umat Kong Hu Cu, Budha dan Taoisme, klenteng ini juga menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bekasi. Jika ingin menikmati suasana yang berbeda, cobalah datang di saat perayaan imlek. Saat imlek anda bisa melihat prosesi penyucian patung dewa dan karnaval barongsai, ada juga ritual tabur sial dengan melakukan pelarungan kertas berisi harapan ke sungai Bekasi dan pelepasan kura-kura. Tujuan dari pada berbenah d...