Bahan-bahan 1/2 kg kikil sapi Bumbu halus 8 bawang merah 4 bawang putih 7 cabe merah 6 cabe rawit 1 sdt ketumbar 2 kemiri Bumbu cemplung (geprek) 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 2 batang serai 1 lengkuas 1 kencur 2 daun salam 2 daun jeruk Garam Lada bubuk...
Bahan-bahan 1/2 kg terong ungu 9 biji tahu segitiga (beli di pasar yang digoreng) Santan beli dipasar 4 ribu yang sudah diperas 5 siung bawang putih 7 siung bawang merah 30 buah cabe rawit 50 buah cabe merah seperempat kelingking Jahe setengah kelingking Kunyit secukupnya Garam secukupnya Gula Bila suka pakai penyedap bisa ditambahkan micin sedikit Royco ayam Tambahkan...
Bahan-bahan 2 porsi 60 gram jagung popcorn mentah 2 sdm margarine 2 sdm minyak goreng Taburan : Bumbu instant rasa keju Langkah 10 menit Panaskan minyak dan margarin dalam wajan, masukkan jagung popcorn. Aduk-aduk sebentar. Lalu tutup wajan. Biarkan jagung meletup-letup. Setelah berhenti meletup. Berarti jagung udah mengembang semua. Baru matikan kompor. Buka tutup wajan. Biarkan agak dingin lalu taburkan bumbu instant rasa keju. Aduk rata....
Tari umbul merupakan tari khas Situraja, Kabupaten Sumedang. Pada awalnya Tari Umbul dikenal sebagai tarian dalam pertunjukan Reog, tarian tersebut mengandung unsur erotik dan humoris yang menjadi ciri khasnya. ada juga yang berpendapat bahwa Tari Umbul berasal dari daerah Indramayu, yang dibawa oleh salah seorang seniman bernama Kalsip, kemudian berkembang di daerah Sumedang. Menurut Bapak Dadi (Seniman dan Budayawan Desa Cijeler) Tari Umbul diperkirakan muncul pada tahun 1940 , Tari Umbul berkembang di Desa Pasireungit, Kecamatan Paseh melalui sebuah perkumpulan seni yang dinamakan Seni Umbul Pangreka Budi. Selain di Kecamatan Paseh, Tari Umbul juga tumbuh di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang. Ciri khas Tari Umbul yaitu gerakan pinggulnya yang erotis, hal tersebut mendapatkan pro dan kontra dari masyarakat, karena dianggap terlalu vulgar sehingga timbul permasalahan yang tidak diinginkan, oleh karena itu, pada tahun 1994 Tari Umbul mengalami kevakuman. Namun dalam w...
“Bengkel Tari ayu bulan berdiri sejak 1992 tapi untuk formalnya di Bandung pada tahun 1994,” ujar putri Minangsari pelatih dan juga pegiat dari komunitas Bengkel Tari Ayu Bulan. Bandung menjadi saksi bisu berdirinya komunitas yang didirikan oleh Ayu Bulantrisna Djelantik sang maestro penari legong Indonesia. Bulan sengaja membentuk komunitas ini di Bandung, sebab beliau sendiri sempat praktik dan menjadi dosen di UNPAD pada 1994 untuk meningkatkan ilmu para penari yang sudah menguasai dasar menari.“Legong awal tahun 90 an itu mulai meredup. Jadi jarang orang mulai mementaskannya lagi. Ia (Bulan) ingin legong kembali dicintai dan popular. Jadi ia ( Bulan) mengumpulkan penari-penari yang memang sudah jadi dalam artian semua penari yang terkumpul di bengkel tari ayu bulan adalah memang yang merupakan para penari Bali,” cerita Putri.Semua penari sudah siap berlatih, dengan cekatan mereka mulai mengikat sarung dan kain bali di pingganya. Tapi Biyang bel...
Naskah Kuno Layang Buana Wisesa Dari Garutpedia Nama Pemegang naskah : Adang. Tempat naskah : Kp. Cieunteung Desa Mekarluyu Kec. Sukawening. Asal naskah : warisan. Ukuran naskah : 16 x 21 cm. Ruang tulisan : 15 x 17 cm. Keadaan naskah : baik. Tebal naskah : 79 Halaman. Jumlah baris per halaman : 15 baris. Jumlah baris halaman awal dan akhir : 14 dan 17 baris. Huruf : Arab/Pegon. Ukuran huruf : sedang. Warna tinta : hitam. Bekas pena : tumpul. Pemakaian tanda baca : ada. Kejelasan tulisan : jelas. Bahan naskah : kertas bergaris. Cap kertas : tidak ada. Warna kertas : putih kecoklat-coklatan. Keadaan kertas : tipis halus. Cara penulisan : timbal balik. Bentuk karangan : puisi. Ringkasan isi : Konon ada dua orang kakak beradik bernama Buana dan Wisesa. Selam hidupnya antara keduanya selalu saling bertanya jawab masalah hidup dan mereka selalu berfikir mengenai nilai-nilai kehidupan. Buana bertempat tinggal di sebuah Kampung besar yang be...
Ngaseuk adalah kegiatan prosesi menanam padi di huma yang dilaksanakan oleh warga Kasepuhan Ciptagelar setiap satu tahun sekali. Dalam prosesi ngaseuk, ada beberapa tahap yang dilaksanakan yaitu: Nyacar, Ngahuru, Ngaduruk, Ngagonan, Salamet Mantas Ngaduruk, Ngabura Binih, Menanam Padi di Huma (ladang), dan Salamet Haraka. Prosesi Ngaseuk kali ini akan dilaksanakan di Huma Rurukan yang berlokasi di Lebak Hariang. sumber : https://ciptagelar.info/events/ngaseuk-huma-rurukan-di-lebak-hariang/ngaseuk-2/
Alkisah, Raja Giri Layang dibantu oleh adiknya Putri Giri Larang, memimpin sebuah kerajaan bernama Kerajaan Giri di Majalengka, Jawa Barat dengan adil bijaksana. Mereka berdua masih keturunan kerajaan Pajajaran. Baginda Raja sangat mengutamakan kepentingan kerajaan dan rakyatnya. Perhatian utama Raja dalam mensejahterakan rakyatnya adalah dengan mengembangkan pertanian. Untuk hal itu Raja menunjuk seorang patih sebagai tangan kanan beliau yaitu Patih Endang Capang. Patih Endang Capang memiliki jadwal rutin berkeliling ke penjuru negeri untuk memberikan penerangan mengenai bagaimana cara bertani yang baik, memeriksa pengolahan pertanian rakyat, mulai dari pemupukan, pengairan maupun membuka hutan untuk ditanami palawija. Jadi tidak heran jika hasil pangan sangat berlimpah. Dalam bertransaksi perdagangan, masyarakat biasanya menggunakan sistem barter atau saling menukar barang. Takaran yang digunakan untuk mengukur barang yang dipertukarkan ad...
Dahulu, di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, tersebutlah seorang raja bernama Prabu Layaran Wangi atau biasa dikenal dengan nama Prabu Siliwangi yang bertahta di Kerajaan Pakuan Raharja. Prabu Siliwangi mempunyai seorang pembantu bernama Aki Panyumpit. Dipanggil demikian karena lelaki paruh baya itu bertugas sebagai pemburu binatang dengan menggunakan alat sumpit dan panah. Hari itu, Ki Panyumpit terlihat sedang bersiap-siap hendak pergi berburu ke hutan. Semua peralatan yang diperlukan telah diperiksa dengan seksama. Namun, sebelum berangkat, lelaki setengah baya itu terlihat kebingungan untuk menentukan tujuan perburuannya karena hampir semua hutan telah dijelajahinya. “Hmmm… ke hutan mana lagi yang harus ku tuju untuk berburu? Hutan sebelah barat sudah, hutan sebelah utara juga sudah. Hutan sebelah selatan baru saja kemarin aku jelajahi,“ gumamnya, “Ahaaa… kalau begitu, sebaiknya aku ke hutan sebelah timur saja. Ak...