Lalove —atau yang CD Discover Indonesia disebut lalowe —adalah alat musik aerophone asal Sulawesi Tengah yang berbentuk seperti suling panjang yang ditiup secara vertikal. Alat ini terbuat dari buluh bambu atau rotan sepanjang sekitar satu meter. Permainan lalove adalah salah satu bagian penting bagi kehidupan masyarakat Kaili di Kabupaten Donggala dan Poso, Sulawesi Tengah. Sebelum agama Islam masuk pada abad ke-17, masyarakat Kaili menganut kepercayaan Balia, yang memuja dewa-dewa dan roh nenek moyang. Lalove adalah musik yang dimainkan dalam upacara penyembuhan Balia yang biasa dilakukan semalam suntuk, bahkan hingga hari terang. Tujuannya adalah untuk memanggil roh yang menyebabkan penyakit orang yang sedang sakit, dan mengembalikannya ke alam. Pada awalnya lalove tidak boleh sembarangan dimainkan, karena bagi orang yang biasa kerasukan roh jika mendengar suara lalove mereka akan dengan mudah kerasukan. Dalam upacara penyembuhan, nada atau irama y...
Pada zaman dahulu di suatu tempat di tanah U Duluo lo’u Limo lo Pohite, hiduplah seorang pemuda bernama Lahilote. Perawakannya tegap, badan tinggi besar dan mempunyai kegemaran berburu. Dari hasil buruan itulah ia hidup. Dengan pekerjaan mengejar binatang buruan itu memaksa ia sering moleleyangi (mengembara masuk hutan keluar hutan). Angan-angannya tinggi, hatinya keras, kemauannya kuat, tekadnya kuat sehingga tidak ada sesuatu yang tidak dapat dilaksanakannya.Di suatu pagi Lahilote seperti biasanya keluar, mengembara mencari binatang buruan. Ia tiba-tiba dikejutkan oleh suara rebut-ribut. Suara itu kadang-kadang lemah, kadang-kadang keras. “Suara apakah gerangan itu?” demikian pertanyaan Lahilote dalam hatinya. Dengan hati yang berdebar-debar, perlahan-lahan ia menuju ke tempat asal suara tersebut. Dalam perjalanan menuju asal suara itu, nampak terdengar olehnya suara itu seperti suara manusia, tetapi siapakah manusia tersebut, belum diketahuinya.Setelah tib...
Selain kain batik, Indonesia juga punya kain menarik dari daerah Banjarmasih yang diberi nama kain "sasirangan". Sirang dalam bahasa banjar artinya dijelujur. Sebutan lain untuk kain ini adalah kain permintaan. Karna biasanya kain ini dibuat berdasarkan permintaan atau pemesanan. Awalnya kain ini dibuat untuk pengobatan tradisional. Menurut kepercayaan motif-motif pada kain bisa menyembuhkan penyakit. Misalnya motif ular lidi berfungsi mengobati sakit kepala. Kain sasirangan yang dipakai untuk pengobatan dibentuk menjadi ikat kepala atau laung. Ada juga yang dibuat ayunan anak. Selain itu kain sasirangan dipakai dalam upacara adat. Misalnya acara mandi calon pengantin, melahirkan, dan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Dulu kain sasirangan hanya menggunakan bahan pewarna alami seperti temulawak, kunyit, akar kayu, dan lainnya. Sekarangan kain sasirangan sudah lebih modern dengan bahan pewarna sintetis. Selain itu, sudah banyak kebaya yang menggunakan kain sasirangan sebagai...
Alat musik tradisional Aceh yang bernama Bangsi Alas adalah merupakan instrumen tiup dari bambu yang dijumpai banyak dijumpai di daerah Alas, Kabupeten Aceh Tenggara. Secara tradisional pembuatan Bangsi dikaitkan dengan mistik, yaitu ketika ada orang meninggal dunia di kampung/desa tempat Bangsi dibuat. Apabila diketahui ada seorang meninggal dunia, Bangsi yang telah siap dibuat sengaja dihanyutkan disungai. Setelah diikuti terus sampai Bangsi tersebut diambil oleh anak-anak, kemudian Bangsi yang telah di ambil anak-anak tadi dirampas lagi oleh pembuatnya dari tangan anak-anak yang mengambilnya. Bangsi inilah nantinya yang akan dipakai sebagai Bangsi yang merdu suaranya.
Canang adalah alat musik tradisional dari Aceh yang sering dijumpai pada kelompok masyarakat Aceh, Gayo, Tamiang, dan Alas. Masyarakat Aceh menyebutnya " Canang Trieng ", di Gayo disebut " Teganing ", di Tamiang disebut " Kecapi " dan di Alas disebut dengan " Kecapi Olah ". Canang terbuat dari kuningan dan bentuknya menyerupai gong. Hampir semua daerah di Aceh terdapat alat musik canang dan masing-masing memiliki pengertian dan fungsi yang berbeda-beda pula. Fungsi canang secara umum sebagai penggiring tarian-tarian tradisional. Canang juga sebagai hiburan bagi anak-anak gadis yang sedang berkumpul. Biasanya dimainkan setelah menyelesaikan pekerjaan di sawah ataupun pengisi waktu senggang.
Alat musik tradisional Rapai merupakan alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Menurut Z.H Idris, alat musik Rapai ini berasal dari Bahdad (irak), dan dibawa ke Aceh oleh seorang penyiar agama Islam bernama Syeh Rapi. Dalam pertunjukannya, alat musik rapai ini dimainkan oleh 8 sampai 12 orang pemain yang disebut awak rapai. Alat musik Rapai ini berfungsi untuk mengatur tempo dan tingkahan-tingkahan irama bersama Serune kalee maupun buloh perindu. Berdasarkan besarnya rapai serta fungsinya, alat musik tradisional dari Aceh ini terdiri dari beberapa jenis yaitu : Rapai Pasee (rapai gantung) Rapai Daboih Rapai Geurimpheng (rapai macam) Rapai Pulot Rapai Anak/tingkah Rapai kisah Alat musik rapai ini biasanya dimainkan dalam berbagai kesempatan seperti misalnya pada saat pasar malam, upacara perkawinan, ulang tahun, mengiringi tarian, memperingati hari hari tertentu dan acara lainnya. Namun, selain dimainkan secara tunggal alat musik ra...
Congkak adalah permainan yang biasanya dimainkan oleh anak perempuan , tapi tak jarang juga anak laki-laki juga ikut bermain, alat yang digunakan yakni memakai 98 butir biji-bijian bisa batu, kewuk, biji asam atau biji-biji yang lainya dan biji-bijian itu dimainkan diatas meja husus congkak
Oray-orayan biasanya dimainkan oleh anak laki-laki tapi dalam kenyataannya sering pula anak perempuan ikut bermain, dalam permainan Oray-orayan tidak ada unsur perlombaan, tapi untuk sebagai hiburan saja, Oray-orayan biasanya dimainkan oleh banyak anak sekaligus misalnya lebih dari 15 orang, mereka berderet berbaris memegan pundang temannya sehingga membentuk barisan yang panjang dan mereka berjala melingkar2 seperti oray, sambil bernyanyi
Kaleci dalam bahasa indonesia disebut kelereng adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca atau tanah liat. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam, umumnya 1,25 cm. Permainan kelereng ini biasanya dimainkan oleh anak sekolah dasar umur 7 tahun. Ternyata, kelereng juga dapat ditemukan di belahan dunia lain. Sejak abad ke-12, di Prancis, kelereng disebut dengan bille, artinya bola kecil. Lain halnya di Belanda, kelereng dikenal dengan nama knikkers. Di Inggris ada istilah marbles untuk menyebut kelereng. Marbles sendiri digunakan untuk menyebut kelereng terbuat dari marmer yang didatangkan dari Jerman.