masyarakat adat
427 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ciri Khas Pernikahan Adat Betawi
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda dalam adat pernikahan, seperti contohnya Pernikahan adat Betawi. Ada beberapa keunikan dalam pernikahan adat Betawi, diantaranya: 1. Adat melempar celana dalam wanita ke atas genteng Menurut masyarakat Betawi, celana dalam wanita yang dilemparkan ke atas genteng merupakan bentuk pencegahan agar tidak mendatangkan hujan ketika pesta berlangsung atau secara singkat disebut sebagai 'Pawang Hujan'. Celana dalam wanita tersebut dilemparkan sehari sebelum hari pernikahan. 2. Kedua mempelai tidak diperbolehkan untuk mandi sehari sebelum hari pernikahan Masyarakat Betawi juga mempercayai bahwa hujan tidak akan turun ketika kedua mempelai sebelumnya tidak mandi. 3. Sambutan keluarga calon mempelai laki-laki diiringi marawis atau hadrah Sambutan ini merupakan suatu tanda kedatangan calon mempelai laki-laki. 4. Roti Buaya Sebagai suatu simbol yang melambangkan kesetian 4. Palang Pintu  Disini...

avatar
Anis Sundari
Gambar Entri
Tari Yapong, Tarian Khas Betawi
Tarian Tarian
DKI Jakarta

Tari Yapong, Tarian Khas Betawi Tari yapong merupakan tarian dengan kreasi Betawi yang penuh keceriaan dengan gerakan yang erotis dan dinamis. Tari yapong ini ialah tari kontemporer yang menggambarkan pergaulan muda-mudi, yang diciptakan oleh seorang seniman produktif asal Yogyakarta yakni Bagong Kussudiardja, yang mana menurut sejarah, tari yapong awalnya merupakan tari yang sengaja dipentaskan dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Jakarta yang ke-450 pada tahun 1977. Dengan mengangkat tema tentang perjuangan Pangeran Jayakarta dan Pagelaran berbentuk sendratari ini dipercayakan  kepada Bagong Kussudiarjo sebagai penyelenggara acara tersebut. Untuk menciptakan tarian ini, Bagong melakukan berbagai riset dengan terjun langsung dengan mengamati tingkah polah masyarakat Betawi saat itu. Hingga akhirnya menjadi sebuah sendatari yang di pentaskan di Balai Sidang Senayan, Jakarta, pada tanggal 20 Juni 1977. Nama “yapong” sendiri sebenarnya tidak memiliki arti...

avatar
Muthi Ashriyanti Tarya
Gambar Entri
Bir Pletok
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Bir pletok adalah minuman penyegar yang dibuat dari campuran beberaparempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat. Sumber :https://googleweblight.com/?lite url=https://id.m.wikipedia.org/wiki/Bir pletok&ei=jhR4ei55&lc=en-ID&s=1&m=362&ts=1451703322&sig=ALL1Aj4GMO3xQ74fkJnRw458e9IReqPfpA

avatar
Chairunissa Manoto
Gambar Entri
Gambang Keromong
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Gambang kromong (atau ditulis gambang keromong) adalah sejenis orkes yang memadukan gamelan dengan alat-alat musik Tionghoa, seperti sukong, tehyan, dan kongahyan. Sebutan gambang kromong diambil dari nama dua buah alat perkusi, yaitu gambang dan kromong. Awal mula terbentuknya orkes gambang kromong tidak lepas dari seorang pemimpin komunitas Tionghoa yang diangkat Belanda (kapitan Cina) bernama Nie Hoe Kong (masa jabatan 1736-1740). Bilahan gambang yang berjumlah 18 buah, biasa terbuat dari kayu suangking, huru batu, manggarawan atau kayu jenis lain yang empuk bunyinya bila dipukul. Kromong biasanya dibuat dari perunggu atau besi, berjumlah 10 buah (sepuluh pencon). Tangga nada yang digunakan dalam gambang kromong adalah tangga nada pentatonik Cina, yang sering disebut salendro Cina atau salendro mandalungan. Instrumen pada gambang kromong terdiri atas gambang, kromong, gong, gendang, suling, kecrek, dan sukong, tehyan, atau kongahyan sebagai pembawa melodi. Orkes gambang kromo...

avatar
Farrihnabhan
Gambar Entri
Betawi punya Bir Pletok
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Masyarakat Betawi membuat minuman sewarna bir, merah kecokelatan. Tapi tidak ada kandungan alkohol. Mereka menyebutnya bir pletok. “Itu konsep imitasi. Orang Betawi menyebut anjing, apa pun namanya, dipanggil Bleki. Padahal itu dari warna black, hitam. Sama seperti ini. Yang penting warnanya seperti bir, disebutlah bir,” kata Rizal menjelaskan. Sedangkan nama ‘pletok’, diambil dari suara yang keluar saat penutup wine biasanya dibuka. Jika penyumbat kayu yang biasanya digunakan menutup botol anggur dicabut, ada suara semacam ‘plop’ atau ‘pletok’. Itulah yang digunakan masyarakat Betawi untuk menamai minumannya. Sampai sekarang, bir pletok pun menjadi minuman khas Betawi yang biasanya disuguhkan saat pesta-pesta seperti khitanan atau pernikahan. Warna bir pletok memang seperti campuran bir dan anggur. Tapi rasanya sama sekali tidak asam atau pahit. Bir pletok justru manis. Juga tidak ada gigitan soda s...

avatar
Anis Sundari
Gambar Entri
Sahibul Hikayat
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Salah satu jenis sastra lesan Betawi yang berasal dari Timur Tengah. Istilah sahibul hikayat berasal dari bahasa Arab, sohibul hikayat berarti "yang empunya cerita". Selanjutnya merupakan nama sejenis sastra lesan atau teater tutur yang dibawakan oleh tukang cerita (pencerita). Dalam permulaan cerita atau dalam adegan-adegan cerita baru, seringkali kita mendengar kata-kata bahasa Melayu Klasik. Cerita yang dibawakan disampaikan dalam bentuk prosa bahkan dengan beberapa bait pantun di sana-sini. Dalam cerita tidak ada adegan khusus atau tokoh jenaka tertentu, seperti dalam wayang, topeng, atau lenong. Namun hampir setiap kesempatan ada bagian dialog atau karakterisasi pelaku yang menggelikan. Sumber cerita yang dibawakan oleh sahibul hikayat, diantaranya dari kisah-kisah Persia seperti Seribu Satu Malam, Nurul Laila, dan Alfu Lail wal Lail. Istilah sahibul hikayat muncul karena dalam membawakan cerita, juru hikayat sering mengucapkan kata-kata: "Menurut sahibul hikayat", a...

avatar
Irwan2016
Gambar Entri
Golok
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
DKI Jakarta

Golok adalah salah satu senjata tradisional masyarakat Betawi, yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan sudah menyatu dalam kehidupan mereka. setiap keluarga Betawi pasti memilikinya, bahkan setiap lelaki pada zaman dahulu selalu membawanya kemanapun mereka pergi, bahkan ada beberapa pantun yang diciptakan berkaitan dengan Golok

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Roti Buaya
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi. Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan rasa di da...

avatar
Noval Karom
Gambar Entri
Samrah
Alat Musik Alat Musik
DKI Jakarta

Orkes Samrah biasanya menggunakan alat musik tradisional Betawi yang dipadu dengan alat musik moder. Alat-alat musik tersebut adalah biola, gitar, harmonium, dan tamborin. Terkadang juga dipadu lagi dengan gendang dan rebana. Alat musik harmonium sendiri saat ini sudah langka dan jarang dipergunakan. Samrah itu sendiri sebenarnya berasal dari sebutan orang Melayu. Karena memang menurut data yang ada pada sekitar tahun 1815 di Batavia (Jakarta) terdapat 3000-an orang Melayu hidup di sana. Bahkan bahasa melayu sendiri membawa pengaruh terhadap dialek masyarakat Betawi. Bahkan muncul juga berbagai macam sub dialek orang Betawi. Dari sanalah nama orkes Samrah itu disebut. Orkes Samrah umumnya dibuat saat akan mengiringi tari-tarian adat beserta lagu-lagu wajibnya. Ada lagu yang populer yang merupakan lagu melayu, yaitu lagu “Pulau Angsa Dua”, “Tik Minah Sayang”, “Sirih Kuning”, “Burung Putih, “Masmura” dan lain sebagainya. Di...

avatar
Noval Karom