Corak Motif Kaluk Pakis (kaluk paku) untuk Ukir Tekat Tenun Songket merupakan gambaran pohon/tetumbuhan pakis/paku yang berkeluk-keluk atau meliuk-liuk, tak hanya diperuntukkan bagi kerajinan tekat maupun tenunan dan sejenisnya. Motif Kaluk Pakis/Paku  lazim pula dipakai untuk ukiran bangunan dan ukiran benda-benda lainnya. Semua corak motif melayu disepadukan dengan cermat sehingga kelihatan serasi dan saling mengisi ruang. Motif ini sering di pakai pada aksesoris pelengkap pakaian adat melayu riau,biasanya terdapat pada songket.Motif ini seperti disebutkan tadi bisa di jumpai pada rumah adat melayu (selaso jatuh kembar).Belakangan ini motif ini tetap banyak di temui pada songket dll.Hanya saja nama motif yg terdapat tidak banyak yang mengetahuinya.Motif ini juga berpotensi besar untuk di alkulturasikan ke budaya lain (sumber: www.tamadunmelayu.info)
Di adat melayu terdapat motif-motif unik yang sering dipakai masyarakat melayu dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu bentuk motif dari banyaknya motif di budaya melayu itu ialah motif "Lebah Bergantung". Jika kalian pernah jalan-jalan ke Riau, pasti pernah melihat motif "Lebah Bergantung" ini baik dari hiasan atap bangunan sampai hiasan dekoratif di kain songket yang juga merupakan salah satu aspek kebudayaan melayu Riau. Contohnya seperti ini. Motif ini bukan hanya sekedar motif yang sembarangan dibuat begitu saja melainkan motif ini memiliki artinya sendiri. Motif Lebah Bergantung ini mencerminkan tentang rumah lebah madu yang biasanya menggantung di dahan pohon. Hal ini mengingat bumi Melayu Riau dahulunya sangat kaya akan pepohonan besar yang kebanyakan dari mereka dijadikan tempat menggantungkan r...
Tari Makan Sirih atau juga disebut juga dengan Tari Persembahan merupakan salah satu tari khas Riau. Tari ini diciptakan pada tahun 1957 berdasarkan hasil musyarawah. Tari ini bertujuan sebagai persembahan bagi tamu. Tari ini diciptakan oleh para seniman-seniman dari Riau. Dalam tari ini, salah satu penari Tari Makan Sirih membawa sebuah kotak yang berisi sirih. Sirih tersebut kemudian diberikan kepada para tamu. Tamu yang pertama mengambil sirih dianggap sebagi tamu terhormat yang kemudian diikuti oleh tamu yang lainnya. Tak jarang pula tarian ini disebut dengan Tari Sekapur Sirih. Dalam budaya Riau, sirih merupakan suatu media pengikat pergaulan. Melalui tarian ini, masyarkat Riau telah menunjukkan kesadaran akan hubungan manusia yang satu dengan yang lain. Kesadaran sosial itulah yang mampu menumbuhkan rasa hormat pada sesama. Tari Makan Sirih ini juga berfungsi untuk menghibur para tamu. #OSKMITB2018
Candi Muara Takus merupakan salah satu candi peninggalan dari salah satu Kerajaan Buddha terbesar yang ada di Indonesia yaitu Kerajaan Sriwijaya. Candi Muara Takus terletak di Kabupaten Kampar, Propinsi Riau.
pedang jenawi... mungkin kita jarang mendengar nama tersebut, selama ini kita hanya familiar dengan nama keris, mandau, dan lain-lain. pedang jenawi sendiri merupakan senjata tradisional khas riau. awalnya senjata ini diduga berasal dari jepang dikarenakan bentuknya yang mirip seperti katana. akan tetapi, setelah para ahli merundingkan ambigu pedang jenawi, mereka berpendapat bahwa pedang ini hasil akulturasi budaya jepang kuno dan melayu. konon panglima perang melayu kerapkali menggunakan pedang tersebut saat berperang, terutama berperang jarak dekat sebab pedang ini berukuran 1 meter. pedang jenawi juga biasa digunakan untuk melindungi diri. biasanya digunakan untuk melawan binatang buas karena faktor geografi. selain untuk melawan binatang buas, senjata ini digunakan untuk melawan suku-suku lain.
pedang jenawi... mungkin kita jarang mendengar nama tersebut, selama ini kita hanya familiar dengan nama keris, mandau, dan lain-lain. pedang jenawi sendiri merupakan senjata tradisional khas riau. awalnya senjata ini diduga berasal dari jepang dikarenakan bentuknya yang mirip seperti katana. akan tetapi, setelah para ahli merundingkan ambigu pedang jenawi, mereka berpendapat bahwa pedang ini hasil akulturasi budaya jepang kuno dan melayu. konon panglima perang melayu kerapkali menggunakan pedang tersebut saat berperang, terutama berperang jarak dekat sebab pedang ini berukuran 1 meter. pedang jenawi juga biasa digunakan untuk melindungi diri. biasanya digunakan untuk melawan binatang buas karena faktor geografi. selain untuk melawan binatang buas, senjata ini digunakan untuk melawan suku-suku lain. #OSKMITB2018
Tanjung Pinang dulunya merupakan ibu kota provinsi Riau. Namun, dengan seiring berjalannya waktu, ibu kota Riau diganti menjadi pekanbaru. Sekarang, Tanjung Pinang merupakan pusat pengolahan atau sumber bahan baku. Buktinya, Pada tahun 2001, sektor perdagangan, hotel, dan restoran memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam membangun perekonomian Kota Tanjungpinang yaitu sebesar 35,54% kemudian diikuti oleh sektor industri pengolahan 15,37%, sektor bangunan 13,29%, sektor jasa-jasa 12,51%, dan sektor pengangkutan dan komunikasi 10,82%. Sedangkan sektor lainnya meliputi sektor listrik, gas, dan air bersih, keuangan, pertanian, dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 12,47%. Tanjung Pinang terkenal dengan berbagai macam makanan yang menggunakan bahan-bahan yang tidak biasanya digunakan dalam masakan sehari-hari. Contohnya seperti; bambu (muda) dan siput. Siput seringkali diolah menjadi makanan gulai, yang dikenal dengan gulai siput. Meskipun banyak orang yang t...
Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...
Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...