Indonesia mempunyai banyak budaya yang belum diketahui oleh dunia, bahkan warga Indonesia sendiri. Salah satu keanekaragaman budaya dapat terlihat dari banyaknya tradisi kematian yang khas kepada suatu daerah atau suku tertentu. Tradisi kematian yang banyak orang belum tahu adalah budaya dari suku Asmat, Papua. Suku Asmat, Papua, memumifikasi orang-orang dari suku mereka ketika mereka meninggal. Tetapi, tidak sembarang jasad yang dimumifikasikan oleh suku Asmat. Hanya orang-orang penting seperti kepala suku dan petinggi-petinggi yang mempunyai peran penting dalam suku Asmat. Pertama, jasad diolesi dengan ramuan alami yang membuat jasad menghitam ketika ditaruh di atas perapian. Jasad diposisikan duduk dan diletakkan di atas perapian, asap mengenai jasad tersebut. Lama-kelamaan, jasad akan menghitam. Jasad yang telah dimumifikasi biasanya akan dikeluarkan ketika acara-acara penting seperti saat ada tamu atau ritual suku. Jasad juga...
Indonesia mempunyai banyak budaya yang belum diketahui oleh dunia, bahkan warga Indonesia sendiri. Salah satu keanekaragaman budaya dapat terlihat dari banyaknya tradisi kematian yang khas kepada suatu daerah atau suku tertentu. Tradisi kematian yang banyak orang belum tahu adalah budaya dari suku Asmat, Papua. Suku Asmat, Papua, memumifikasi orang-orang dari suku mereka ketika mereka meninggal. Tetapi, tidak sembarang jasad yang dimumifikasikan oleh suku Asmat. Hanya orang-orang penting seperti kepala suku dan petinggi-petinggi yang mempunyai peran penting dalam suku Asmat. Pertama, jasad diolesi dengan ramuan alami yang membuat jasad menghitam ketika ditaruh di atas perapian. Jasad diposisikan duduk dan diletakkan di atas perapian, asap mengenai jasad tersebut. Lama-kelamaan, jasad akan menghitam. Jasad yang telah dimumifikasi biasanya akan dikeluarkan ketika acara-acara penting seperti saat ada tamu atau ritual suku. Jasad juga...
Tanah Papua, wilayah yang terletak di ufuk timur Indonesia ini memang memiliki beragam destinasi yang menarik untuk dikunjungi. Selain suku-suku pedalamannya yang tersohor dikancah internasional, Papua juga menyimpan banyak sekali keindahan alamnya. Mulai dari Danau Sentani nan indah dengan gugusan pulau-pulau cantiknya serta keramahan suku-suku yang masih melestarikan budaya Papua, maka akan membuatmu menjadi jatuh hati akan tanah ini hingga melekat di memorimu. Tak hanya itu keunikan di Papua, berbagai ajaran nenek moyang yang dilestarikan pun membuat kita semakin penasaran dan terkagum kagum atas sejarah budaya yang terus melekat dan tak pudar, Salah satunya adalah tata cara pengobatan dengan menghisap darah. Penghisapan darah dikenal oleh suku bangsa yang tinggal disepanjang sungai Tor di daerah Sarmi, Marind-anim, Kimaam, Asmat. Prinsip dari pola pengobatan ini menurut Oosterwal, adalah bahwa penyakit itu terjadi karena darah kotor, maka dengan menghisap darah koto...
"Tanah Papua tanah yang kaya. Surga kecil jatuh ke bumi. Seluas tanah sebanyak madu, adalah harta harapan. Bersama angin bersama daun. Aku dibesarkan." (Lagu Aku Papua) Di bagian timur Indonesia, terdapat suatu ras yang memiliki budaya serta kebiasaan yang sangat khas. Ras Papua merupakan salah satu warisan bangsa yang berpengaruh besar sebagai cerminan dari nusantara. Bagian unik dari ras ini adalah kebiasaan-kebiasaan lokal mereka, yang dapat dilihat dari orang-orang pribumi di daerah Papua. Saya sendiri pernah beberapa tahun tinggal di kota kecil yang di khusus kan untuk karyawan-kartawan dari salah satu perusahaan pertambangan disana. Kota kecil tersebut bernama Kota Tembagapura. Selama disana saya seringkali melihat kebiasaan-kebiasaan orang pribumi Papua, namun satu kebiasaan yang selalu menjadi perhatian saya adalah cara mereka membawa tas. Mereka membawa tas menggunakan kepala mereka. Tas yang dibawa berupa tas Noken yang juga merupakan salah satu kerjainan tangan khas papu...
Sebagai wilayah yang sarat akan nilai sejarah perjuangan Indonesia, tentu di kota merauke terdapat banyak tempat-tempat bersejarah yang peringatan berdirinya Indonesia. Salah satunya adalah tugu kembar yang terdapat di distrik Sota. Tugu ini hanya ada dua di Indonesia, satu terdapat di Merauke dan lainnya di Sabang. Tugu ini menjadi sebuah peringatan akan batas paling timur dan paling barat dari Negara Indonesia. Selain itu juga ada taman Sota, di tempat ini terdapat tugu peringatan batas wilayah timur paling akhir dari Indonesia beserta informasi koordinatnya. Taman ini tidak hanya menjadi penanda wilayah Indonesia, tetapi juga tempat wisata bagi masyarakat sekitarnya. Tidak hanya wisata sejarah, Merauke juga mempunyai tempat-tempat wisata menarik untuk didatangi, seperti Pantai Lampu Satu yang begitu luas menghampar. Di pantai ini, kita dapat melihat salah satu mercusuar penunjuk arah bagi para pelaut yang sedang berlayar. Tempat ini juga merupakan desa nelayan yang berisi mas...
Tari Det Pok Mbui terdapat di tiga kecamatan yaitu Agats, Sauwa Ema, dan Pirimapun yang berada di kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Tari ini ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Adapun asal kata Det Pok Mbui adalah Det artinya topeng yang mirip setan, dan Pok Mbui artinya pesta atau upacara. Jadi, Det Pok Mbui adalah pesta topeng setan. Tarian ini ditarikan oleh sekelompok pria dan wanita yang dilakukan pada siang atau sore hari, setelah panen mencari sagu dengan lama pertunjukan 2 sampai 3 jam. Tempat pertunjukan adalah di tepi sungai, karena ada adegan menaiki perahu, ada beberapa perahu topeng yang dibawakan oleh beberapa orang penari. Para penari wanita mengenakan pakaian Awer yaitu berupa rok rumput, sedangkan penari pria aslinya polos atau menenakan rok dari bulu burung kasuari. Perhiasan yang dipakai berupa gelang-gelang kaki, gelang tangan dan gelang lengan. Pada bagian leher menggenakan kalung yang terbuat dari gigi anjing, babi,atau manik-manik. Untuk bagia...
Tari Dow Mamun terdapat di Biak, kabupaten Teluk Cenderawasih, provinsi Papua. Tari sudah ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yang menggambarkan tentang peperangan dan kemenangan. Tari ini dibawakan oleh sekelompok pria dan wanita yang dilakukan pada sore dan malam hari. Para penari pria mengenakan pakaian cawat atau mar yang terbuat dari kulit kayu, dilengkapi dengan perhiasan berupa sisir bambu yang di ukir dan membawa parang atau sumber, panah atau mariam dan tombak atau bom. Sumber: https://www.gurukatro.com/2015/12/tarian-tarian-berasal-dari-papua.html
Tari Entol terdapat disebelah Madrid,pesisir pantai Merauke, Provinsi Papua, yang didiami suku Marind. Tari ini sebelum kemerdekaan Republik Indonesia, yang mengambarkan kemenangan setelah melakukan perang antarsuku. Tari ini diperagakan oleh sekelompok penari pria saja.Mereka mengenakan pakaian yang bernama Mul, yang terbuat dari daun sagu, yang panjangnya dari pusar sampai lutut. Sedangkan untuk perhiasan, mereka memakai Himbu, yaitu berupa topi yang terbuat dari anyaman bulu burung kasuari. Untuk rias wajah, para penari menggunakan warna putih dari tanah, warna merah atau mbon untuk bagian dada dan kaki. Pementasan tari ini dilakukan pada waktu malam hari sampai pagi hari. Tari ini tidak diiringi oleh alat musik apapun. Sumber: https://www.gurukatro.com/2015/12/tarian-tarian-berasal-dari-papua.html
DENGAN bangga, dua pria itu mengangkat kaki. Lalu memperlihatkan telapak kaki mereka. ”Lihat, tak ada bekas luka bakar, ’kan?” kata Frans Yakob Rumbrapuk, salah seorang di antara dua pria itu, kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group). Dicermati sekali lagi, memang tidak ada. Begitu pula di telapak kaki Korinus Arwam, pria satunya. Padahal, sudah tak terhitung berapa kali dua pria paro baya dari Kampung Bosnabraidi, Distrik Yawosi, Kabupaten Biak Numfor, Papua, tersebut berjalan dengan kaki telanjang di atas batu yang dibakar. Bertahun-tahun, sejak mereka masih muda. Terakhir, keduanya tampil pada kegiatan Sidang Sinode GKI (Gereja Kristen Indonesia) di Tanah Papua yang digelar di Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, Maret lalu. Agenda terdekat, Frans dan Korinus bakal tampil pada Festival Biak Munara Wampasi pada 1 Juli. Ya, Frans dan Korinus adalah segelintir pelaku Apen Bayeren yang tersisa. Apen Bayeren...