tahun baru
172 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kampung Gedong
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Kepulauan Bangka Belitung

Kampung Gedong terletak di Kuto Panji, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, sekitar 54 kilometer dari Sungailiat. Kampung Gedong adalah permukiman awal masyarakat Tionghoa Hakka yang didatangkan Belanda dari Guangdong, propinsi di Republik Rakyat Cina (RRC), di penghujung abad ke-19, atau ketika pertambangan timah secara masif dimulai. Perkampungan yang ada memiliki rumah berarsitektur khas Cina Hakka. Pemukiman ini belum dapat dipastikan sejak kapan mulai berdiri, namun rumah-rumah yang ada tidak berdiri secara serempak melainkan satu per satu dengan berjalannya waktu. Rumah-rumah yang ada di kampung ini belum ada listrik dari PLN. mereka menggunakan genset untuk kehidupan sehari-hari. Mata pencaharian masyarakat kampung Gedong sendiri adalah Pengrajin, Nelayan dan Pedagang. kampung ini juga menghasilkan kerupuk kemplang. Kampung ini sendiri sudah ditetapkansebagai desa wisata sejak tahun 2000 oleh pemerintah kabupaten Bangka.   #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16518240_lionnarta
Gambar Entri
Lempok Cempedak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kekayaan hasil bumi di tanah Indonesia memang tidak dapat dipungkiri melimpahnya. Berbagai jenis tumbuhan sangat subur tumbuh di tanah Indonesia tercinta ini. Sayur-sayuran, buah-buahan, umbi-umbian dan lainnya, sangat banyak ditemukan saat musim panen. Oleh karena banyaknya hasil bumi tersebut, sampai-sampai banyak juga sisa dari hasil panen yang terbuang sia-sia karena mengalami pembusukan. Berbagai teknik dilakukan untuk mengawetkan hasil bumi yang jumlahnya terlampau banyak. Salah satunya adalah Lempok Cempedak ini. Lempok merupakan makanan asli Melayu, dalam hal ini khususnya Melayu Bangka. Lempok Cempedak awalnya dibuat karena banyaknya hasil Cempedak disaat panen, yang akan membusuk jika dibiarkan. Lempok Cempedak ini adalah Oleh-oleh khas Bangka Belitung yang tergantung musim. Musim Cempedak biasanya berada di bulan Oktober sampai Desember tiap tahunnya. Lempok Cempedak ini pada dasarnya adalah dodol. Jika Lempok dari daerah Lampung menggunakan durian sebagai bahan u...

avatar
OSKM18_16718202_Meiky Gani
Gambar Entri
Bolu Kujo Bangka
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

  Bolu Kujo, cemilan tradisional khas Pulau Bangka yang satu ini tentu tidak asing di telinga masyarakat Bangka. Bolu Kujo terbuat dari bahan baku utama santan kelapa yang segar, sehingga membuat Bolu Kujo tidak hanya memiliki rasa yang enak & lezat, tetapi memiliki tekstur yang lembut & gurih, serta aroma yang harum ketika disajikan. Biasanya  bolu kujo ini dihidangkan saat tamu datang dan sangat cocok disantap bersama kue apem mangkok . Namun hal yang berbeda ada di Kecamatan Sungailiat   Tradisi membuat kue bolu kojo atau orang Bangka menyebutnya bolu kujo menjadi tradisi turun-menurun yang dilakukan masyarakat Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka setiap memperingati 1 Muharam. Kue bolu kujo ini sudah menjadi icon masyarakat Kelurahan Kenanga setiap peringatan Tahun Baru Islam. Setiap tahunnya, selalu lebih dari 300 kue bolu kujo  dihidangkan. #OSKMITB2018  

avatar
OSKM18_16918231_Raihan Lutfianto
Gambar Entri
Asal Usul Pulau Kapal
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Kepulauan Bangka Belitung

Asal Usul Pulau Kapal Dahulu kala, tinggalah sebuah keluarga yang sangat miskin di dekat Sungai Cecuruk yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung.Keluarga ini memiliki seorang anak yang sangat rajin. Mereka sekeluarga hidup dari hasil menjual buah-buahan dan daun-daunan yang mereka petik dari hutan ke pasar. Setiap hari, sang anak ikut ayah dan ibunya mencari hasil hutan. Suatu hari, sang ayah pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Ketika sedang menebang rebung, ia menemukan sebuah tongkat di antara rumpunan bambu. Ternyata, tongkat itu berhiaskan intan permata dan batu merah delima. Sang ayah bertanya-tanya dalam hati, siapa pemilik tongkat itu. Sang ayah segera membawa pulang tongkat itu dan menunjukkan kepada istri dan anaknya.“Sebaiknya kita simpan saja benda ini, siapa tahu nanti ada yang mencarinya," ujar sang ayah.“Namun, kita tidak mempunyai lemari untuk menyimpan benda ini, Pak. Aku khawatir nanti malah dicuri orang,"" jawab sang ibu."Kita jual s...

avatar
OSKM18_16918359_Bradley Jason Teguh
Gambar Entri
Tradisi Maras Taun
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Maras Taun merupakan tradisi asli Belitung sejak dahulu. Tradisi ini berupa tanda syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan laut. Maras Taun sendiri di ambil dari kata Maras dan Taun, maras memiliki arti memotong dan taun memiliki arti tahun. Kegiatan Maras Taun diawali dengan acara Menari oleh para petani atau nelayan diiringi dengan lagu Maras Taun. Setelah itu mereka mengadakan doa bersama yang dipimpin oleh seorang dukun kampong, lalu dukun kampong membakar sepotong garu atau kemenyan sambil berdoa dan memberkati dua lembar daun sakral yaitu daun ati-ati dan neruse. Setelah itu daun tersebut diberikan kepada warga untuk disebarkan di sekitar rumah dan perahu mereka sebagai simbol keberuntungan setelah itu diakhir kegiatan warga memperebutkan lepat yang dibuat oleh setiap warga, ini merupakan simbol dari kegembiraan warga atas hasil panen dan tangkapan ikan  

avatar
Oskm2018_19818008_Aldri Hardiansyah
Gambar Entri
kawin masal
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

keberagaman suku dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. dengan adanya suku dan budaya membuat indonesia kaya akan tradisi unik. salah satu tradisi unik masyarakat indonesia, terdapat di Pulau Bangka yaitu tradisi kawin masal. kawin masal merupakan salah satu adat istiadat peningglan zaman kerajaan sriwijaya yang dapat disaksikan pada masyarakat Pulau Bangka. acara ini diadakan pada hari-hari baik sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan dinamakan musim kawin. musim kawin adalah salah satu pesta kawin massal, setelah panen lada. tradisi nikah massal sebenarnya ada beberapa di pulau bangka, namun dewasa ini tradisi tersebut semakin luntur. salh satu daerah yang masih menjalaninnya adalah desa serdang, kecamatan toboali, kabupaten Bangka Selatan. tradisi nikah massal disana disebut dengan "kawin heredek" kawin heredek secara harfiah artinya adalah menikah secara beramai-ramai. waktu yang dinilai paling tepat untuk melakukan tradisi ini adalah setelah hari raya idul...

avatar
Oskm18_19718209_mauli
Gambar Entri
Tradisi Ceng Beng
Ritual Ritual
Kepulauan Bangka Belitung

Tradisi Ceng Beng atau lebih dikenal Festival Qingming ( æ¸...æ˜Å½ç¯€)  di Bahasa Mandarin adalah ritual tahunan bagi etnis Tionghoa. Festival ini diadakan pada tanggal 5 April (4 April jika tahun kabisat) dan ziarah makam diadakan antara 10 hari sebelum dan sesudah hari Ceng Beng (25/24 Maret-15/14 April) dengan puncaknya pada hari minggu terakhir sebelum 5 April. Di Indonesia, tradisi ini dapat disamakan dengan 'nyekar'. Untuk Orang Tionghoa biasanya ritual ini dilakukan untuk menghormati dan mengingat nenek moyang, berdoa di depan kuburan nenek moyang, membersihkan sekitar kuburan, atau memberi sesaji. Biasanya, setelah selesai membersihkan makam, Orang Tionghoa membakar kertas berwarna keemasan (kim cua) dan kertas yang berwarna keperakan (gin cua) untuk upacara sembhayang. Sesudah acara Ceng Beng, biasanya Orang Tionghoa akan berkumpul bersama keluarga besar dan berwisata ke wilayah sekitar. #OSKMITB2018...

avatar
OSKM18_16618406_Christophorus Leonardo
Gambar Entri
Kopi Kong Djie Khas Belitung
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Kedai Kopi Kong Djie merupakan kedai kopi legendaris yang terletak di Simpang Siburik, Tanjung Pandan, yang telah berdiri sejak tahun 1943. Kedai ini mungkin bukan yang tertua di Belitung, tapi Kopi Kong Djie terkenal karena mempertahankan cita rasa racikan kopi yang dirintis dari tujuh puluh tahun silam. Ho Kong Djie, seorang Tionghoa asal Bangka, merantau bersama keluarganya ke Belitung karena kemiskinan akibat penjajahan Jepang. Saat itu masih awal tahun 1940-an dan bermodal uang seadanya untuk membeli kopi dan gula, Kong Djie membuka kedai pertamanya di daerah Buluh Tumbang. Pembuatan kopi di Kong Djie memakai tiga cerek besar, salah satunya mencapai tinggi satu meter. Itulah yang menjadi cerek untuk membuat biang kopi, dengan mencampur satu kilogram bubuk kopi dengan air mendidih. Pada bagian tutup cerek dipasang saringan kain untuk mencegah bubuk terbawa. Biang kopi inilah yang dituang ke tiap gelas, yang kemudian akan diseduh lagi dengan air mendidih sesuai selera; bisa k...

avatar
OSKM18_16318157_MUHAMMAD RASENDRIYA NABIL NUGANY
Gambar Entri
Kesayangan Bung Karno
Makanan Minuman Makanan Minuman
Kepulauan Bangka Belitung

Penganan Pelite. Nama ini mungkin asing di telinga kita. Namun, siapa sangka. Dua kata ini merupakan kesayangan Bung Karno saat pengasingannya di Pulau Bangka. Penganan Pelite atau yang bisa disebut Kue Pelite merupakan kue tradisional Bangka, tepatnya daerah Muntok, Bangka Barat. Berdasarkan catatan sejarah, pada tahun 1949 Soekarno bersama Moh. Hatta, Haji Agus Salim, dan Moh. Roem pernah diasingkan ke pulau Bangka tepatnya di Muntok, Bangka Barat. Selama kurang lebih satu minggu, Bung Karno menempati rumah pengasingan Wisma Menumbing yang terletak di Bukit Menumbing. Setelah itu, beliau dipindahkan ke rumah pengasingan Wisma Ranggam. Menurut informasi yang diperoleh, diketahui saat itu Bung Karno sangat gemar mengonsumsi kue lezat ini. Selain bertekstur lembut dan memiliki rasa manis, penganan pelite memiliki ciri khas yaitu memiliki wadah berbentuk sampan dari daun pandan.  Berikut resep cara membuat Penganan Pelite. Bahan : 300 ml santan 50 ml air...

avatar
OSKM18_16018237_Dyah Isyafira