Dugderan merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan yang diadakan di Kota Semarang. Perayaan yang telah dimulai sejak masa kolonial ini dipusatkan di daerah Simpang Lima. Perayaan dibuka oleh wali kota dan dimeriahkan oleh sejumlah mercon dan kembang api (nama "dugderan" merupakan onomatope dari suara letusan). Pada perayaan ini beragam barang dijual (semacam pasar malam) dan pada masa kini sering diikutkan berbagai sponsor dari sejumlah industri besar. Meskipun demikian, ada satu mainan yang selalu terkait dengan festival ini, yang dinamakan "warak ngendok". Dugderan dimaksudkan selain sebagai sarana hiburan juga sebagai sarana dakwah Islam. Dugderan ini sekarang di selenggarakan di Daerah Pasar Johar, Pernah juga di laksanakan di Daerah dekat Masjid Agung Semarang. Namun, ketika di adakan disitu masyarakat kurang berpartisipasi sehingga dugderan begitu sepi. Pernah juga di selenggarakan di dekat Station Tawang namun, ke...
Makna Lagu Cempa rowa ini merupakan salah satu hewan yang ditungganggi atau yang digunakan dalam pedalangan, biasanya cempa rowa ini diiringi dengan gendhing-gendhing jawa.Selain itu biasanya cempa rowa ini berkaitan dengan jaran atau kuda bisa saja di artikan mirip kuda. Lagu ini juga menggambarkan seekor jaran yaitu jaran bopong, jaran bopong ini di dalam pewayangan kesenian jawa biasanya digunakan sewaktu semar dan bagong keluar atau masuk dalam pertunjukan. Dan disertai dengan iringan gamelan, lagu ini merupakan lagu yang menggambarkan cerita lelucon dan mengabarkan semua orang bergembira riya. Cempa rowa ini merupakan seekor binatang yang sangat kecil kurus hingga tak kuat berjalan, apa sih yang di makan binatang itu sampai- sampai berjalan aja montang-manting. Diibaratkan jaran yaitu jaran bopong, jaran yang tidak bisa berjalan ditambah di tunggangi semar dan bagong, tokoh semar dan bagong dalam pewayangan kan besar dan gemuk sekali sehingga...
Tembang dolanan merupakan tembang / lelagon yang dinyanyikan oleh anak-anak yang biasanya dilagukan saat bulan purnama sebagai hiburan. Biasanya lelagon tersebut disertai dengan olah bawa ( joget ) sesuai dengan makna tembang tersebut. Berbeda dengan tembang tembang lain, tembang dolanan tidak terikat oleh aturan-aturan tertentu. Tembang dolanan juga bisa dan biasanya disajikan dengan iringan musik gamelan, baik laras slendro maupun pelog sesuai dengan nadanya. Salah satu jenis tembang dolanan adalah tembang dolanan gagrag anyar yaitu tembang dolanan yang bersifat kreasi baru, mudah ditebak makna lagunya, dan nama pengarangnya jelas. contohnya adalah Solo Berseri ciptaan Ki Anom Suroto. Tembang Solo Berseri sebenarnya mengambil semboyan dari kota Solo itu sendiri. Berseri meruppakan singkatan dari bersih, sehat, rapi dan indah. selain semboyan juga menggambarkan suasanan kota Solo. http://www.bimagz.com/2015/06/tembang-dolanan.html
Kue widaran adalah kue kering yang banyak dikenal oleh orang-orang. Kue tradisional ini memiliki rasa manis dan gurih. Kue ini sangat disukai mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Biasanya kue ini banyak disajikan saat Hari Raya Lebaran oleh masyarakat Bumiayu. Sangat cocok jika disantap saat bersantai bersama teman dan keluarga. Bagi kalian yang ingin coba untuk membuat kue widaran di rumah berikut ini bahan-bahan dan resepnya. Bahan-Bahan : Telur ayam 3 butir, di kocok lepas. Garam 1 sdt. Santan kelapa 250 ml. Tepung ketan putih 500 grm, pilih dengan kualitas baik. Bahan-bahan untuk lapisan luar : Air putih bersih secukupnya. Gula pasir 300 grm. Cara Membuat : 1. Pada langkah yang pertama, campurkan lah tepung ketang dengan bersama garam serta telur yang telahdi kocok di campurkan hingga jadi satu wadah. 2. Berikutnya di tuangkan lah santan secara sedikit sedkit dan sambil di uleni menggunakan tangan....
Es Dawet Ireng ialah merupakan menu minuman khas dari kota Purworejo. Sejumlah bakul (penjual) dari es dawet ireng di Purworejo menjadikan Es Dawet Ireng sangat banyak dibicarakan oleh para penggemar kuliner dikala ini. Tentunya minuman es dawet ireng disukai oleh sangat banyak orang dari mulai dewasa ataupun anak-anak, terlebih minuman ini akan lebih nikmat apabila diminum waktu cuaca panas. Kali ini kami akan memberikan resep es dawet ireng yang gampang dan praktis dibuat untuk anda praktekan dirumah. Bahan-Bahan Dari Resep Es Dawet Ireng Siapkan 50 gram dari tepung sagu Siapkan 60 gram tepung beras kualitas yang baik Siapkan 600 mili liter untuk air 1 sendok teh dari garam dapur 1 1/2 sendok makan dari abu merang dan 50 mili liter air, kemudian dilarutkan, lalu disaring 1/8 sendok teh dari pewarna hitam Bahan-Bahan Sirup Untuk Es Dawet Ireng Siapkan 250 gram gula jawa/gula merah, kemudian diiris secara halus...
Tradisi memotong rambut gimbal telah dilestarikan warga pegunungan Dieng sejak ratusan tahun silam. Tujuannya untuk mencegah terjadinya bencana. Selain itu, dipercaya anak berambut gimbal akan jatuh sakit bila tidak menjalani ritual potong rambut. Tradisi ini termasuk dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival setiap tahunnya.
Tumpeng merupakan sarana yang sangat penting dalam perayaan maupun dalam berbagai upacara pada masyarakat Jawa. Mulai acara perayaan kelahiran sampai pada peringatan hari kematian seseorang. Semuanya menggunakan tumpeng sebagai salah satu sarana utamanya. Bahkan dalam upacara-upacara yang bersifat komunal seperti garebeg juga menggunakan tumpeng sebagai alat utamanya. Jika melihat bentuknya yang khas, berupa kerucut meruncing ke atas, hal ini mengingatkan kita pada bentuk gunung. Berdasarkan berbagai sumber, asal mula bentuk tumpeng dari mitologi Hindu, Gunung dalam kepercayaan masyarakat Hindu dipercaya sebagai awal kehidupan. Di dalam kisah Mahabarata, terkenal dengan Gunung Mandara yang di bawahnya mengalir air kehidupan atau amerta. Barang siapa yang meminumnya maka akan mendapatkan keselamatan. Di samping itu gunung juga sering disebut sebagai Mahameru yang berarti representasi dari sistem kosmos. Meru sering dikaitkan dengan puncak gunung. Hal ini...
Tumpeng Dlupak yang puncak tumpengnya dibuat cekung (biasanya untuk menyambut kehadiran anak), “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawa: yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh). Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan). Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang. Bentuk Nasi Tumpeng umumnya berbentuk Kerucut, berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Puncak tumpengnya dibuat cekung (seperti posisi tangan ketika berdoa) bermakna agar keinginan dan harapan si empunya hajat dikabulkan. --- Tumpeng merupakan sa...
Tumpeng Kendhit (memohon jalan keluar dari kesulitan hidup), Tumpeng kendhit berwarna putih dan warna kuning yang melingkari dua pertiga dari puncaknya. Menandakan orang tersebut sedang terbebas dari suatu kesulitan. Dipakai saat pemilik hajat memohon jalan keluar dari gangguan, kesulitan hidup, dan keselamatan dari ancaman roh jahat. Tumpeng merupakan sarana yang sangat penting dalam perayaan maupun dalam berbagai upacara pada masyarakat Jawa. Mulai acara perayaan kelahiran sampai pada peringatan hari kematian seseorang. Semuanya menggunakan tumpeng sebagai salah satu sarana utamanya. Bahkan dalam upacara-upacara yang bersifat komunal seperti garebeg juga menggunakan tumpeng sebagai alat utamanya. Jika melihat bentuknya yang khas, berupa kerucut meruncing ke atas, hal ini mengingatkan kita pada bentuk gunung. Berdasarkan berbagai sumber, asal mula bentuk tumpeng dari mitologi Hindu, Gunung dalam kepercayaan masyarakat Hindu dipercaya sebagai awal...