Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Pada zaman dulu tarian ini dipertunjukkan untuk memperingati peristiwa-peristiwa besar, namun kini tari saman juga ditampilkan pada acara-acara resmi bahkan festival seni. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Banyak yang mengenal bahwa tari saman berasal dari Aceh. Memang benar, hanya saja tarian ini berasal dari suku Gayo yang pada dasarnya merupakan bagian dari penduduk Aceh. Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa tari saman didirikan dan dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Dalam tari saman, musik pengiringnya adalah musik internal (berasal dari tubuh) biasanya berupa tepukan atau pukulan dada, petikan, maupun nyanyian berisi syair dalam bahasa Gayo. Gerak dalam tari saman didominasi dengan gerakan tangan. Tarian ini ditampilkan oleh pria-pria dengan menggunakan baju adat. Kini tari saman telah ditetapkan UNESCO sebagai representatif budaya tak benda warisan nusantara.
Peran Eme cukup besar dalam kesenian masyarakat Kamoro, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi Eme juga memainkan peran penting dalam setiap kegiatan adat. Pukulan Eme akan mengiringi nyanyian yang biasanya berupa pantun, cerita legenda/mitos, atau petuah kebajikan. Partisipan dalam kegiatan adat tersebut akan menari seiring bunyi pukulan Eme . Tidak hanya digunakan dalam kegiatan adat, saat mengerjakan pemasangannya pun unik, digunakan campuran kapur dari bia dan darah manusia yang dioleskan di seputar ujung Eme sebelum kulit biawak dipasang. Darah manusia tersebut berfungsi sebagai perekat. Menurut kepercayaan Orang Kamoro, kulit yang direkatkan dengan campuran bia dan darah manusia akan menghasilkan suara yang lebih baik. Dewasa ini pemakaian darah manusia telah digantikan dengan getah pohon mangi-mangi atau getah pohon (ote) taura yang juga berwarna merah. Untuk menghasilkan...
Bagi sebuah masyarakat, kedatangan tamu istimewa merupakan momen yang sangat berharga. Itu pula yang dialami masyarakat Blambangan di masa lalu. Masyarakat Blambangan tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya ketika menerima kabar rombongan keluarga besar Prabu Hayam Wuruk beserta Mahapatih Gajahmada akan datang ke wilayah mereka. Kebahagiaan itu pun mereka ungkapkan dalam sebuah tari. Tari bedoyo wulandaru. Tari yang menjadi representasi rasa bahagia yang dirasakan masyarakat Blambangan atas kedatangan tamu agung tersebut. Secara etimologi, “wulandaru” merupakan gabungan dari “wulan” dan “ndaru”. “Wulan” berarti bulan, yang secara luas dapat dimaknai menerangi kegelapan. “Ndaru” berarti bintang jatuh, atau secara filosofis dimaknai sebagai tanda keberuntungan. Sementara, “bedoyo” merujuk pada para penari yang membawakannya. “Bedoyo” merupakan ungkapan yang dit...
Sama halnya dengan musik tradisional berbagai suku di Asia Tenggara lainnya, musik Suku Dayak juga didominasi oleh bunyi-bunyi yang dihasilkan dari alat musik perkusi. Musik perkusif merupakan musik yang lahir dari kebudayaan yang lekat hubungannya dengan alam. Dengan kata lain, musik ini bersumber dari pola hidup masyarakat yang agraris, mengingat alat musik perkusif lahir dan terinspirasi dari tumbuhan. Dayak memiliki berbagai alat musik perkusif, seperti togunggak, peruncong, sengkurung, gendang Dayak, dan lainnya. Yang menarik, salah satu ciri dari alat musik perkusi Dayak adalah nadanya yang saling mengisi, atau dalam istilah Suku Dayak disebut dengan ngait atau ngipa atau ningka. Menurut Willian Malm, seorang etnomusikolog berkebangsaan Amerika, tangga nada dalam alat musik Dayak tidak sama dengan alat musik tradisional Jawa. Alat musik Dayak hanya mempunyai lima tangga nada dan tidak memilki jarak nada setengah yang disebut dengan anhemi...
Jaranan sebagai seni tradisi asli nusantara masih banyak ditemukan di Jawa Timur. Seni tradisi yang menggunakan kuda lumping sebagai propertinya ini menjadi pertunjukkan yang kerap digelar di pusat –pusat keramaian. Di tengah pementasan, salah seorang pemain jaranan akan menjajakan wadah, berharap para penonton memberikan uang recehnya. Fenomena pengamen jaranan inilah yang kemudian menginspirasi maestro tari jawatimuran, Bimo Wijayanto, untuk mengangkat garapan tari kreasi yang diberi nama tari Ambarang. Tari Ambarang merupakan garapan kreasi yang menceritakan tentang pengamen jaranan di Tulungagung. Seni tradisi jaranan sendiri terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain, jaranan serentewe, jaranan campursari, jaranan pegon, dan jaranan Jawa. Dalam tari Ambarang, seni jaranan yang diambil sebagai landasannya adalah jaranan serentewe. Jaranan jenis ini mempunyai ciri khas pada gerakannya yang lebih agresif. Garapan seni tari Ambarang memasukkan beberapa ge...
Sejarah Singkat Topeng Blantek Topeng Blantek merupakan teater rakyat Betawi yang kini hampir tidak dikenal masyarakat luas. Hanya sebagian masyarakat Betawi yang mengetahui teater rakyat Topeng Blantek . Asal-usul nama kesenian ini berasal dari dua kata, yaitu topeng dan blantek. Istilah topeng berasal dari bahasa Tiongkok di zaman Dinasti Ming. Topeng asal kata dari to dan peng. To artinya sandi dan peng artinya wara. Kata Topeng bila dijabarkan berarti sandiwara. Sedangkan ada beberapa pendapat tentang kata Blantek. Ada yang mengatakan berasal dari bunyi-bunyian musik yang mengiringinya, yaitu rebana biang, dua rebana biang dan satu rebana kotek yang menghasilkan bunyi, ‘blang-blang tek-tek’. Namun karena pengaruh lafal lidah masyarakat lokal, munculah istilah Blantek. Pendapat lainnya mengatakan, asal nama Blantek berasal dari bahasa Inggris, yaitu blindtext , yang berarti buta naskah. Sastra Pada Topeng Blantek To...