Komplek makam Raden Arya Wiralodra terdapat di Blok Karangbaru, Desa Sindang, Kecamatan Sindang tepatnya pada koordinat 06º 19' 981" Lintang Selatan dan 108º 19' 327" Bujur Timur. Kompleks makam berada pada pemukiman. Di sebelah selatan, timur, dan utara merupakan pemukiman penduduk sedangkan di sebelah barat adalah lahan kosong yang dimanfaatkan untuk kebun. Keadaan makam sudah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan pada tahun 1965 dan yang kedua pada tahun 1985. Semua makam yang ada telah mengalami perombakan total. Komplek makam dikelilingi pagar tembok dengan gerbang masuk pada sisi selatan. Begitu memasuki komplek makam melalui pintu gerbang akan sampai di serambi depan cungkup makam Arya Wiralodra yang merupakan bangunan baru. Cungkup tersebut menghadap ke timur. Di dalam cungkup disekat menjadi dua ruangan yang dihubungkan dengan jalan masuk tanpa daun pintu. Pintu masuk cungkup langsung menuju ke ruangan sebelah selatan. Di ruangan ini te...
kecapi adalah alat musik asal jawa barat yang dimainkan dengan cara dipetik dan menghasilkan bunyi yang sangat indah.
taman raya cibodas merupakan destinasi wisata mengenai konservasi bunga dan tanaman langka. disana dipertunjukkan bunga nasional dan mancanegara. bunga yang terdapat disana antaranya bunga raflessia arnoldi, melati, anggrek dan sebagainya.
Samar-samar rampag gendang terdengar dari 50m jalan utama menuju area Kampung Budaya Sindangbarang (KBS). Bergegas saya menapaki jalan tanah berbatu, di depan gerbang sudah terlihat kerumuman para penonton dan barisan dongdang, seekor kambing serta iring-iringan pengantin di tengah Alun-alun Tanjung Salikur. Prosesi diawali dengan beradu pantun, aleutan pengantin pria membawa seserahan yang terdiri dari berbagai jenis hasil panen yang diusung dalam dongdang serta seekor kambing untuk diserahkan kepada orangtua calon mempelai wanita. Acara kemudian dilanjutkan dengan menampilkan para pendekar cilik penerus seni bela diri. Budaya parebut se’eng dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Mei 2011 ini sebagai bentuk nyata pelestarikan budaya sunda, dahulu kala atraksi parebut se’eng di gelar dalam menampilkan kegagahan seorang pria dalam mempersunting seorang wanita, lelaki yang mampu merebut se’eng dari lawan tarungnya dianggap sebagai lelaki yang pantas m...
Berawal dari ritual Serentaun setiap tahun, masyarakat mendirikan Padepokan Giri Sunda untuk memfasilitasinya, namun padepokan itu tidak cukup menampung banyaknya tamu yang datang dari seluruh kampung adat., setelah mengadakan gempungan (musyawarah), masyarakat sepakat untuk membuat sebuah kampung Budaya Sidang Barang. Area ini diresmikan pada tanggal 4 Sepetember 2007, dan menjadi wadah pelestarian budaya Sunda bangunan-bangunan kayu dengan arsitektur khas sunda, sawah yang terhampar disekelilingnya, beragam kesenian yang ditampilkan seperti angklung gubrak, tari jaipong reog, dan calung, serta di tambah dengan keindahan budaya keseharian masyarakat Sunda seperti nandur (menanam padi), nutu pare ( menumbuk padi), dan memasak dengan alat tradisional, membawa ktia merasakan kekayaan nunsa Sunda tempo dulu
Jalan Braga adalah nama sebuah jalan bersejarah di kota Bandung, Indonesia. Nama jalan ini dikenal sejak masa pemerintahan Hindia-Belanda. Sampai saat ini nama jalan tersebut tetap dipertahankan sebagai salah satu maskot dan obyek wisata kota Bandung yang dahulu dikenal sebagai Parijs van Java.