Buku
104 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Makam Puang ri Maggalatung
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sulawesi Selatan

Makam terletak sekitar 700 meter ke arah selatan pohon asam Lapaddeppa, tepat berada di tengah tengah areal persawahan. Makam ini memiliki dua buah nisan menhir, berorientasi utara-selatan. Salah satu nisan menhir (sebelah : selatan) sudah rubuh, berukuran tinggi 90 cm., lebar antara 33-55 cm., dan tebal antara 28-30 cm. Sementara nisan menhir sebelah utara yang masih berdiri tegak berukurantinggi 75 cm., lebar 85 cm., dan tebal 35 cm. Sumber: Buku Situs Tosora Sebagai Kawasan Cagar Budaya di Kabupaten Wajo

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Apang (bahasa 1)
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Apang Bugis, Kue Sakral yang Kini Komersil Oleh Syariat Tella February 11, 2019 Apang Bugis, Kue Sakral yang Kini Komersil Kue Apang Bugis. (babakbelur.com) 506 SHARES Makassar, Lontar.id – Selama peradaban dunia belum hancur, maka selama itu pula segala persoalan kuliner tidak akan pernah selesai. Perut kita selalu membutuhkan asupan makanan. Baik makanan pokok seperti nasi, sagu, dan jagung, atau hanya sebatas kudapan. Di Sulawesi Selatan (Sulsel), khususnya Suku Bugis, dikenal satu jenis kudapan yang telah ada sejak tahun 60-an, namanya apang. Dulu sekali, kue ini hanya bisa ditemukan saat ada acara-acara penting yang digelar di perkampungan. Dijadikan sesajian dalam prosesi sakral. Apang dinilai memiliki makna mendalam sehingga kehadirannya tidak boleh luput. Apang melambangkan harapan agar kehidupan tenteram dan aman. Baca Juga: Mempertanyakan Kembali Identitas Coto Makassar Dalam buku Calabai, Perempuan dalam Tubuh Lelaki, karya Pepi AL-Bayqunie, ada satu gambaran ceri...

avatar
Nasrul. b
Gambar Entri
Kapal Pinisi Bulukumba
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Sulawesi Selatan

Seni Pembuatan Kapal di Sulawesi Selatan, mengacu pada anjungan dan layar ‘Sulawesi schooner’ yang terkenal. Konstruksi dan penyebaran kapal-kapal semacam itu merupakan tradisi ribuan tahun pembuatan kapal dan navigasi Austronesia yang telah melahirkan berbagai macam kapal air canggih. Bagi masyarakat Indonesia dan publik internasional, Pinisi telah menjadi lambang kapal layar pribumi Nusantara. Saat ini, pusat-pusat pembuatan kapal terletak di Tana Beru, Bira dan Batu Licin, dimana sekitar 70 persen populasi mencari nafkah melalui pekerjaan yang terkait dengan pembuatan kapal dan navigasi. Namun, pembuatan kapal dan pelayaran tidak hanya menjadi andalan ekonomi masyarakat, tetapi juga merupakan fokus utama dari kehidupan dan identitas sehari-hari. Kerjasama timbal balik antara komunitas pembuat kapal dan hubungan mereka dengan pelanggan mereka memperkuat saling pengertian antara pihak-pihak yang terlibat. Pengetahuan dan keterampilan yang terkait dengan elemen diturunkan dari gene...

avatar
Widra
Gambar Entri
Kisah Pong Mula Tau atau asal manusia pertama versi Suku Toraja
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Kisah tentang Pong Mula Tau atau asal manusia pertama versi Suku Toraja, berikut kisahnya: Tradisi suku toraja menceritakan tentang sejarah perkembangan aluk sanda pitunna.konon aluk sanda pitunna dibawah oleh “pong mula tau”(manusia pertama menurut versi toraja) yang turun dari kayangan dan menetap di daerah bamba puang(tempatnya di sekitar daerah kotu,desa lakawan (kabupaten Enrekang) kemudian aluk sanda pitunna itu tidak dipedulikan lagi, bahkan dilanggar dan diperkosa oleh keturunan pong mula tau. Mereka mulai bertindaak dan mengikuti nafsu serahkanya, cakar mencakar, kutuk mengukuti seorang terhadadap yang lain. Dalam bahasa toraja dikatakan: neneqmi ade sitampakan ropu sisapuan palaq (kutuk mengutuki seorang dengan yaang lain) Siseru biqtik sirumbe takiaq(rampas merampas dengan mempergunakan kekuatan badan) Untengkai kalok alukna rampanan kapaq(untodo tinting pemalinna passulean allo(melanggar dan memperkosa semua adat istiadat perkawinan beserta pantangan pantangannya) Maka t...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Legenda sijello to mampu
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Legenda sijello to mampu FROM BONE SIJELLO TO MAMPU Pada suatu hari di mampu, sebuah desa di kabupaten bone terjadi musim kemarau yang panjang menimbulkan suasana sangat panas dan gersang menbuat sebagian penduduk lebih senang tinggal di rumah untuk menbuat lipa sabbe dengan menggunakan tennung dan masyarakat sering menyebutnya mattennung.pada suatu siang seorang ana’a dara sedang mattennung di rumahnya sedankan tomatuanna pergi di kebun dan belum pulang ke kerumah,Karna suasana pada siang itu sangat panas, matanya mulai cakkaruddu dan lama kelamaan cakkaledde,ki matanya, sehingga tampa sengaja teryata taropongnya jatuh ke tanah dibawa kolom rumah. Setelah terbangun ia baru sadar kalau teryata ia tertidur pada saat ia mattennung tadi dan baru ia tahu kalau taropongnya jatuh,karna capek sekali ia tidak mampu untuk turun memungutnya dan tidak ada orang yang bisa di suruh untuk memungutnya akhirnya ia memanggil anjingnya labolong untuk memungutnya ‘’labolong tolong pungut taropong d...

avatar
Sri sumarni