Batik yang satu ini masih terbilang baru, di mana baru dikembangkan pada tahun 2000. Pada awal perkembangannya, motif batik Jombang banyak yang menggunakan motif tawang dan kaning dengan warna dasar yang sangat khas kota Jombang, yakni merah dan hijau (jombang, ijo abang alias hijau dan merah). Peggunaan batik Jombang sendiri memang masih tidak terlalu familier di pasaran, jadi tidak heran kalau tak banyak yang mengetahuinya.
Wayang Thengul Bojonegoro,Jawa Timur berbentuk golek kayu ini adalah ikon Bojonegoro.Menurut "Deskripsi Wayang Thengul" karangan bersama J.F.X Hoery dan Hari Nugroho,wayang Thengul ini muncul sekitar tahun 1930,penciptanya adalah Samijan,pemuda desa yg semula membuatnya untuk mengamen dari satu desa kedesa lainnya dgn tujuan merncari nafkah hidup yg pd periode 1930an penghidupan rakyat sangat sulit.Kemudian wayang Thengul ini berkembang kebeberapa wilayah Bojonenoro lainnya. Dan dari sekadar sebagai hiburan kemudian berkembang untuk keperluan hajatan,bersih desa dst.Lakonnya banyak mengambil kisah babad atau cerita rakyat,antara lain:Anglingdarma;Babad Jipang;Babad Ronggolawe;Babad Majapahit;cerita Panji.Pada pakeliran wayang Thengul ini,layar bagian tengah terbuka yg diperuntukan sebagai media pementasan gerak wayang.
Prosesi upacara adat Kebo-keboan yang dilaksanakan setiap tahun oleh warga Desa Alasmalang. Awalnya upacara adat ini dilaksanakan untuk memohon turunya hujan saat kemarau panjang, dengan turunnya hujan ini berarti petani dapat segera bercocok tanam. Puncaknya prosesinya adalah membajak sawah dan menanam bibit padi di persawahan. Orang-orang yang bertingkah seperti kerbau tadi dapat kesurupan dan mengejar siapa saja yang mencoba mengambil bibit padi yang ditanam. Warga masyarakat Desa Alasmalang berusaha berebut bibit padi tersebut, karena dipercaya dapat digunakan sebagai tolak-balak maupununtuk keuntungan
Prasasti Sukabumi adalah sebuah prasasti pada batu yang ditemukan di perkebunan Sukabumi, kecamatan Pare, Kediri, Jawa Timur. Prasasti ini menurut sebutan ahli epigrafi lebih dikenal dengan nama Prasasti Harinjing. Tulisan yang terdapat pada kedua belah sisi prasasti ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa Kuna. Prasasti ini terdiri dari tiga buah piagam yang mengenai hal yang sama. Bagian depan disebut Prasasti Harinjing A. Isinya menyebutkan pada 11 Suklapaksa bulan Caitra tahun 726 Saka atau 25 Maret 804 Masehi, para pendeta di daerah Culangi memperoleh hak sima (tanah yang dilindungi) atas daerah mereka karena telah berjasa membuat sebuah saluran sungai bernama Harinjing. Bagian belakang, Prasasti Harinjing B, baris 1-23 menyebutkan bahwa Sri Maharaja Rake Layang Dyah Tulodhong pada 15 Suklapaksa bulan Asuji tahun 843 Saka atau 19 September 921 Masehi, mengakui hak-hak para pendeta di Culangi karena mereka masih tetap harus memelihara saluran Harinjing....
Sakera adalah seorang tokoh pejuang yang lahir di kelurahan Raci Kota Bangil, Pasuruan, Jatim, Indonesia. Ia berjuang melawan penjajahan Belanda pada awal abad ke-19. Sakera sadalah seorang jagoan daerah yang melawan penjajah Belanda di perkebunan tebu Kancil Mas Bangil. Legenda jagoan berdarah Bangil ini sangat populer di Jawa Timur utamanya di Pasuruan dan Madura. Sakera bernama asli Sadiman yang bekerja sebagai mandor di perkebunan tebu milik pabrik gula kancil Mas Bangil. Ia dikenal sebagai seorang mandor yang baik hati dan sangat memperhatikan kesejahteraan para pekerja hingga dijuluki Pak Sakera (dalam bahasa kawi sakera memiliki arti ringan tangan, akrab/mempunyai banyak teman). Suatu saat setelah musim giling selesai, pabrik gula tersebut membutuhkan banyak lahan baru untuk menanam tebu. Karena kepentingan itu orang Belanda pimpinan ambisius perusahaan ini ingin membeli lahan perkebunan yang seluas-luas dengan harga semurah-murahnya.dengan cara yang licik orang...
Bahan-bahan untuk membuat gado-gado adalah lontong, kentang, mentimun, telur, tahu, dan tauge. Semua bahan lalu dicampur dengan bumbu kacang yang rasanya manis. Tak lupa sambal, emping, dan kerupuk udang ikut menemani. Tetapi gado-gado versi Jakarta lontong diganti nasi dan bumbunya tidak manis tetapi cenderung pedas. Tempat yang menyediakan: Gado-Gado Handayani Diner Address: Jl. Jolotundo Baru No.20, Pacar Keling, Surabaya, Kota SBY, Jawa Timur 60131 Phone: (031) 5034184
Salah satu makanan yang menjadi ikon Kota Malang adalah Aneka Keripik Buah dan sudah terkenal hingga luar negeri . Keripik yang terbuat dari buah asli tanpa tambahan pengawet ini rasa dan teksturnya sama dengan buah yang dijadikan keripik namun kandungan air nya sudah tidak ada lagi . Keripik buah tersebut yang biasanya dijadikan keripik antara lain Nangka , Apel , Mangga ,Salak , Nanas , Rambutan , Klengkeng , Jambu , Blimbing , Pepaya , Semangka , Melon , Kesemek maupun Durian mampu disulap menjadi sebuah cemilan. Namun semua keripik buah dapat diproduksi tergantung musim buah saat itu juga . Keripik buah bisa dibilang camilan sehat karena terbuat dari bahan alami berupa buah-buahan segar yang diproses menggunakan mesin vacuum frying. Mesin tersebut difungsikan sebagai penggoreng keripik dan bisa mengatur suhu dan tekanan yang relatif rendah, sehingga penurunan kandungan gizi kripik buah jauh lebih kecil dibandingan dengan penggorengan konvensional. Da...
Brownies Tempe mungkin masih asing di telinga kita , namun bagi masyarakat Malang – Jawa Timur sudah mulai menjadi makanan yang diburu .Makanan ini termasuk jenis baru dari brownies dengan bahan utama tempe yang dikukus. Rasanya hampir mirip dengan brownies yang sering beredar di pasaran selama ini namun dengan bahan menggunakan tempe menjadi menarik perhatian. Bila ingin mencoba sendiri berikut ini resep pembuatanya Bahan : - 100 gr tempe, kukus, haluskan - 250 gr dark cooking chocolate (cokelat masak hitam), lelehkan - 150 gr margarin, lelehkan - 3 butir telur - 100 gr gula pasir - 100 gr tepung terigu - 1/2 sendok teh baking powder brownies tempe Cara Membuat : 1. Siapkan loyang brownies, alasi dengan kertas roti lalu oles dengan margarin. Sisihkan. 2. Kocok telur dan gula pasir dengan balloon whisk hingga lembut. 3. Masukkan tepung terigu, tempe, dan baking powder, aduk rata. 4. Tuang margarin dan cokelat leleh, aduk rata. T...
Salah satu orang sakti bernama Ki Ageng Mangir merantau sampai ke Jawa Timur, yaitu Ngarwa. Sekarang dadi Tulungagung. Ki Ageng Mangir punya istri, namanya Roro Kijang yang ikut serta merantau. Suatu pagi, Roro kijang ingin makan sirih, dicarinya pisau untuk membelah pinang, namun dia tidak menemukan pisau sama sekali. Kemudian dia meminta pisau kepada suaminya Ki Ageng Mangir. Kemudian Ki Ageng Mangir memberikan pisau pusaka bernama Seking dan bepesan agar cepat mengembalikan pisau tersebut dan jangan pernah menaruh pisah itu di atas pangkuannya. Seking pun diterima terus digunakan untuk membelah pinang sambil makan sirih. Kemudian Roro Kijang duduk-duduk dengan enak sambil menikmati sirih dan pinangnya. Sehingga lupa dengan pesan suaminya (Mbah Sawir menghisap rokok racikannya sendiri) dia menaruh pisau itu di pangkuannya. Beberapa saat kemudian dia baru ingat dan segra mengembalikan pisau di pangkuannya tersebut kepada suaminya. Namun dia terkejut karena pisau di pangkuan...