Dongeng Cerita Rakyat
449 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kluban Cilacap
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kroya, sebuah kecamatan di timur Kota Cilacap, Jawa Tengah, adalah wilayah yang tampak tak pernah mati dalam menyuguhkan hidangan-hidangan khas Cilacap. Di sekitar Jalan Simpangan, beragam rumah makan dengan berbagai layanan, termasuk hotspot , bertebarang. Ragam souvenir khas, seperti anyaman atau keset, juga bisa ditemukan di sini. Kluban adalah makanan khas rakyat Cilacap yang berfungsi sebagai pendamping nasi. Ia terbuat dari aneka macam sayuran, seperti kangkung, daun so, kacang panjang, daun ketela, bayam, tauge, dan kecombrang. Hampir semua rakyat biasa dan yang hidup di pedesaan Cilacap mengenal dan mampu membuat Kluban.   Bahan untuk membuat Kluban : Daun pepaya secukupnya Daun singkong 1ikat Daun kencur 1 ikat Bahan bumbu untuk Kluban : Bawang merah 2 butir ( dihaluskan ) Bawang putih 1 butir ( dihaluskan ) Kencur 2 ruas jari ( dihaluskan ) Cabe rawit 4 buah ( dihaluskan ) Terasi ABC ½ bungk...

avatar
Admin Budaya
Gambar Entri
Orak-Arik Buncis
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Orak-arik buncis adalah olahan rumahan sederhana yang mudah dibuat dan disukai. Anak-anak yang biasanya kurang menyukai  sayur-mayur pun akan mudah menyukai orak-arik buncis karena salut dadarnya membuat sayur sederhana ini tampak menarik dan mewah. Cara memasak ini diduga merupakan kreasi dapur Peranakan Belanda terutama bila ditilik dari penggunaan telur, buncis, maupun bumbu-bumbunya yang minimalis. Sebagian besar warga Indonesia pasti pernah menikmati orak-arik buncis masakan Ibu tercinta. Setiap rumah mempunyai versinya masing-masing. Aad yang buncisnya dirajang tipis/miring. Ada pula yang lebih kasar rajangannya. Ada yang menambahkan lada. Ada pula yang menambahkan irisan bawang merah dan/atau  tomat. Dalam kondisi ekonomi rumah tangga seperti apapun, di kalangan masyarakat  mana pun, orak-arik buncis akan selalu hadir di meja makan rakyat Indonesia.     Resep: Bahan (10-12 porsi) - 100 g (10 butir) bawang merah diiris t...

avatar
Oase
Gambar Entri
Tengkleng Kambing Khas Solo
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Tengkleng merupakan salah satu makanan khas dari Solo yang telah ada kurang lebih sejak abad ke 19. Tak beda jauh dengan gulai kambing yang telah banyak dikenal. Bahan dasar tengkleng hampir sama dengan gulai. Perbedaan yang nampak jelas dapat dilihat pada kuah keduanya. Kuah tengkleng lebih encer dibanding dengan kuah gulai yang terkenal kental. Jika pada gulai berisi potongan daging kambing, tengkleng justru berisi tulang belulang atau jeroan kambing. Dahulu, daging kambing hanya dinikmati oleh kaum bangsawan, pejabat Belanda atau priyayi di istana. Bagi kaum biasa, menyantap daging kambing merupakan hal yang mewah. Rakyat biasa hanya mampu membeli bagian tulang atau jeroan yang tidak digemari para priyayi. Kemampuan memasak yang dimiliki masyarakat Jawa khususnya Solo, membuat tulang atau jeroan kambing tersebut menjadi santapan yang tak kalah nikmat dengan olahan daging kambing yang biasa disantap kaum bangsawan. Justu sekarang ini, tengkleng bukan lagi makanan murah. Tengkl...

avatar
Apriyani Ekowati
Gambar Entri
Jathilan Diponegoro
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Jathilan diponegoro disebutkan sebagai versi tari kuda lumping yang menggunakan properti kuda tiruan terbuat dari bambu berawal dari sebuah bentuk apresiasi serta dukungan rakyat terhadap pasukan berkudanya Pangeran Diponegoro, dimana pasukan berkuda tersebut teramat gigih melawan penjajahan Belanda. Waktu penjajahan itu, kesenian tari jathilan ini seringkali dipentaskan di dusun – dusun terpencil, selain sebagai hiburan ternyata pementasan jathilan ini juga digunakan sebagai media menyatukan rakyat demi melawan penindasan.

avatar
hallowulandari
Gambar Entri
Kisah Rara Mendut
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kisah Rara Mendut (dalam bahasa jawa dibaca “Roro Mendut”) merupakan cerita rakyat klasik. Kisah Rara Mendut juga terdapat dalam salah satu cerita dalam Babad Tanah Jawi. Kisah ini kurang lebihnya menceritakan perjalanan hidup dan tragedi cinta seorang perempuan cantik dari pesisir pantai Kadipaten Pati yang hidup pada zaman Sultan Agung. Dikisahkan Kecantikan Rara Mendut memukau semua orang, dari Adipati Praloga (penguasa Kadipaten Pati) hingga Tumenggung Wiraguna (panglima perang Sultan Agung) dari Kerajaan Mataram yang berkuasa saat itu. Namun Rara Mendut bukanlah wanita yang lemah. Dia berani menolak keinginan Tumenggung Wiraguna yang ingin mempersuntingnya. Bahkan secara terang – terangan menunjukkan kecintaaannya pada pemuda lain pilihannya yaitu Pranacitra. Penolakan Rara Mendut tersebut membuat Tumenggung Wiraguna murka dan iri. Tumenggung Wiraguna menghukum Rara Mendut dengan bentuk mewajiban Rara Mendut membayar pajak kepada kerajaan Mataram. Rara...

avatar
Nurmaihc
Gambar Entri
Parak Iwak Serayu Banjarnegara
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pesta Parak Iwak  di Sungai Serayu Banjarnegara merupakan serangkaian acara yang biasa di lakukan pada akhir bulan Agustus yang bertepatan dengan hari jadi kota Banjarnegara (22 Agustus).  Dalam Pesta Parak Iwak ini warga kota Banjarnegara akan menangkap ikan sebanyak mungkin. Pesta Parak Iwak biasa di lakukan di Sungai Serayu, Desa Singomerto, Banjarnegara tepatnya di sekitaran Serayu Adventure dan The Pikas. Pesta Parak Iwak dimulai dengan acara “ulam sari tirta nyawiji” atau pengambilan benih ikan yang akan disebar yang diambil dari tujuh mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng, yaitu Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Sewiwi, Sendang Serayu, Telaga Pengilon, Telaga Warna dan Telaga Cebong.  Kemudian benih ikan ditempatkan dalam bokor “tumus pandeleng ing manah”. Setelah pengabilan benih selesai bokor atau kendi tempat benih ikan diserahkan kepada kepala desa Singomerto untuk di sebar di Sungai Serayu dan sebagai tanda di...

avatar
Apriyani Ekowati
Gambar Entri
Parak Iwak Serayu Banjarnegara
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Pesta Parak Iwak  di Sungai Serayu Banjarnegara merupakan serangkaian acara yang biasa di lakukan pada akhir bulan Agustus yang bertepatan dengan hari jadi kota Banjarnegara (22 Agustus).  Dalam Pesta Parak Iwak ini warga kota Banjarnegara akan menangkap ikan sebanyak mungkin. Pesta Parak Iwak biasa di lakukan di Sungai Serayu, Desa Singomerto, Banjarnegara tepatnya di sekitaran Serayu Adventure dan The Pikas. Pesta Parak Iwak dimulai dengan acara “ulam sari tirta nyawiji” atau pengambilan benih ikan yang akan disebar yang diambil dari tujuh mata air yang ada di Dataran Tinggi Dieng, yaitu Telaga Balekambang, Telaga Merdada, Telaga Sewiwi, Sendang Serayu, Telaga Pengilon, Telaga Warna dan Telaga Cebong.  Kemudian benih ikan ditempatkan dalam bokor “tumus pandeleng ing manah”. Setelah pengabilan benih selesai bokor atau kendi tempat benih ikan diserahkan kepada kepala desa Singomerto untuk di sebar di Sungai Serayu dan sebagai tanda di...

avatar
Apriyani Ekowati
Gambar Entri
Asal Mula Huruf Jawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Cerita Rakyat Jawa Tengah Alkisah, di Dusun Medang Kawit, Desa Majethi, Jawa Tengah, hiduplah seorang pendekar tampan yang sakti mandraguna bernama Aji Saka. Ia mempunyai sebuah keris pusaka dan serban sakti. Selain sakti, ia juga rajin dan baik hati. Ia senantiasa membantu ayahnya bekerja di ladang, dan menolong orang-orang yang membutuhkan pertolongannya. Ke mana pun pergi, ia selalu ditemani oleh dua orang abdinya yang bernama Dora dan Sembada. Pada suatu hari, Aji Saka meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mengembara bersama Dora. Sementara, Sembada ditugaskan untuk membawa dan menjaga keris pusaka miliknya ke Pegunungan Kendeng. “Sembada! Bawa keris pusaka ini ke Pegunungan Kendeng. Kamu harus menjaganya dengan baik dan jangan berikan kepada siapa pun sampai aku sendiri yang mengambilnya!” pesan Aji Saka kepada Sembada. “Baik, Tuan! Saya berjanji akan menjaga dan merawat keris pusaka Tuan!” jawab Sembada. Setelah itu, berangkatlah...

avatar
Regina
Gambar Entri
Kayon Banyumasan Gito
Ornamen Ornamen
Jawa Tengah

  Gunungan adalah sebuah gambar wayang yang menyerupai gunung. Di bawah gunungan ini terlihat gambar pintu gerbang yang dijaga oleh dua raksasa yang memegang pedang dan juga perisai, gunungan ini memperumpamakan sebuah pintu gerbang istana sewaktu wayang main, gunung ini dipergunakan sebagai istana.   Di sebelah atas gunungan terdapat sebuah pohon kayu yang dibelit seekor ular besar dan juga berbagai binatang hutan. Gambar di dalam gunungan ini keseluruhannya melukiskan sebuah keadaan di dalam hutan. Menurut riwayatnya, gunungan ini melambangkan keadaan dunia serta isinya.   Sebelum wayang dimainkan, gunungan-gunungan ini ditancapkan di tengah-tengah kelir dengan cenderung sedikit ke kanan, yang berarti lakon wayang belum dimulai. Sesudah wayang ini mulai dimainkan, maka gunungan-gunungan ini akan dicabut dan dijajarkan di sebelah kanan. Gunungan ini juga dipakai sebagai sebuah pertanda akan bergantinya cerita atau lakon, untuk melakukan keperluan ini...

avatar
hallowulandari