Budaya menari telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali. Tari tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi menjadi pelengkap dalam berbagai ritual keagamaan dan bahkan ada yang diposisikan sebagai ritual itu sendiri. Di antara tari-tarian yang ada dalam kehidupan masyarakat Bali, ada salah satu jenis tari yang identik sebagai tari kaum lelaki, yaitu tari baris. Tari ini biasanya menjadi tari pertama yang diajarkan kepada setiap anak laki-laki di Bali sebelum mereka beranjak dewasa. Menurut catatan sejarah, tari baris diperkirakan telah ada pada pertengahan abad ke-16. Dugaan ini didasarkan pada informasi yang terdapat pada Kidung Sunda, diperkirakan berasal dari tahun 1550 Masehi. Pada naskah tersebut, terdapat keterangan mengenai adanya tujuh jenis tari baris yang dibawakan dalam upacara kremasi di Jawa Timur. Selain itu, terdapat juga keterangan bahwa pada awal kemunculannya, tari baris merupakan bagian dari ritual keagamaan di kala i...
Gebug Ende adalah ritual tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Bali. Ritual ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ojung atau cowongan. Ende adalah sebutan untuk rotan, sedangkan gebug adalah alat untuk menangkis pukulan rotan. Dalam ritual ini, petarung menggungkan rotan dan penangkis. Dalam ritual ini, petarung akan saling adu pukul hingga berdarah-darah. Dengan cara ini dipercaya hujan akan segera turun. Bagi sebagian orang, tradisi ini memang terlihat tidak masuk akal. Namun, ritual ini adalah tradisi yang sudah mengakar dan melekat kuat pada keseharian masyarakat. Keunikan tradisi ini juga menunjukkan betapa kaya tradisi dan budaya Indonesia. Sumber: https://www.boombastis.com/ritual-mendatangkan-hujan/59364
Salah satu upacara keagamaan Hindu terbesar di Bali, Indonesia adalah mengikir gigi. Upacara ini sangat penting dalam budaya Bali sebagai proses perjalanan dari masa pubertas sampai dewasa. Ritual ini ditujukan pada seluruh pria dan wanita dewasa Bali, dan harus diselesaikan sebelum menikah. Bahkan terkadang mengikir gigi dilakukan bersamaan dengan upacara pernikahan. Ritual kikir gigi dilaksanakan dengan merapikan gigi, termasuk gigi seri. Dalam sistem kepercayaan Hindu Bali, perayaan ini membantu orang membebaskan diri dari semua kekuatan jahat yang tak terlihat. Mereka percaya bahwa gigi adalah simbol nafsu, keserakahan, kemarahan, kebingungan dan kecemburuan. Ritual mengikir gigi membuat fisik dan spiritual seseorang kuat. Sumber: https://www.liputan6.com/global/read/3221418/6-ritual-aneh-yang-mendunia-3-di-antaranya-dari-indonesia
Pengleakan adalah mempelajari ilmu kerohanian yang cukup tinggi. Ritual ini berasal dari daerah Bali. Sebenarnya ilmu ini dipelajari untuk memberikan sensasi relaksasi yang tinggi saat meditasi. Sumber: https://hype.idntimes.com/fun-fact/rio-andhika/menyeramkan-mistis-9-kebudayaan-ini-ada-di-indonesia-c1c2/full
Tradisi ini biasanya dilakukan setiap enam bulan sekali untuk melakukan penyucian dan menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan dunia roh. Ada beberapa tahapan dalam tradisi ini namun puncaknya ketika peserta upacara kesurupan dan mulai menyakiti diri sendiri seperti menusuk-nusukkan badan dengan keris, berteriak dan menangis. Upacara ini benar-benar sakral dan perempuan yang sedang menstruasi dilarang untuk ikut ataupun sekadar melihat. Video Ritual: https://youtu.be/jHEuvQvdkPA Sumber: http://www.damniloveindonesia.com/explore/2-culture-heritage/detail/370/4-tradisi-%22berbahaya%22-indonesia-ini-menantang-adrenaline-banget!
Pura Alas Jagasari merupakan pura di Bali yang memiliki keunikannya tersendiri. Pura ini ialah gabungan dari Bale Agung dan Pura Puseh. Uniknya, disekeliling pura ini dipagari oleh hutan kecil yang berisi berbagai tanaman untuk keperluan upacara keagamaan yang biasanya diadakan di Pura Alas Jagasari ini. Kemungkinan besarnya Pura Alas Jagasari ini memiliki kedekatan dengan kerajaan-kerajaan di daerah Jawa Timur. Mengapa? Terlihat dari corak arsitektur yang ada di pura ini yang lebih menonjolkan arsitektur pada masa Kerajaan Kediri abad ke X-XI masehi. Didalamnya ada dua buah arca kuno yang dipercaya oleh penduduk sekitar sebagai manifestasi dari soso Raja Warmadewa atau Sri Kesari Ratna Bumi Banten dan juga Permaisuri Mahandradatta atau Gunapriya Dharmapadni. Pembangunan Pura Sebagaimana telah disebutkan diatas bahwa pura ini dibangun pada abad X – XI masehi dimasa Kerajaan Bali Kuno Wharmadewa berkuasa. Mengap...
ura Gunung Raung merupakan salah satu pura yang termasuk dalam Pura Kahyangan Jagat yang berada di Bali. Selain begitu disucikan, pura ini juga kerap menarik banyak wisatawan yang berkunjung ke daerah Gianyar khususnya. Salah satu keunikannya ialah bahwa pura ini menghadap ke arah Timur, bisa dikatakan diluar kelazimannya sebuah pura yang biasanya menghadap ke arah Barat. Selain itu, keunikan lainnya yakni pura ini memiliki 4 pintu. 4 pintu itu berada di sekeliling penjuru mata angin: Timur, Utara dan Selatan yang pintunya berbentuk Cendi Bentar. Sedangkan pintu di Barat hanya berupa pintu kecil saja. Makna dari keempat pintu tersebut ialah pemikiran baik dan mulia biasanya muncul dari keempat penjuru mata angin. Tak sedikit orang yang datang ke Pura Gunung Raung ini bertujuan untuk memperdalam keilmuan kerohanian dan keduniawian supaya segala apa yang diinginkannya bisa dikabukan oleh Dewata. Dibangun Diperkirakan pura ini pertama kali d...
Gereja Palasari didirikan untuk menjadi tempat ibadah umat Kristiani yang tinggal atau datang ke Bali. Namanya Gereja Paroki Hati Kudus Yesus atau lebih dikenal dengan sebutan yang pendek saja: Gereja Palasari. Gereja ini memiliki beberapa keunikan, terutama dari segi arsitektur bangunan dan usianya yang sudah puluhan tahun. Makanya tak mengherankan tak hanya wisatawan lokal saja yang dayang kesini, namun juga wisatawan asing juga banyak yang berkunjung kesini. Kesejarahan Gereja Palasari berada sejak tahun 1940-an, yang mana seorang bernama Pater Simon Buis membuka sebuah hutan Pala yang kemudian diberinama dengan Palasari (sekarang disebut dengan Palasari Lama). Disinilah Pater Simon membangun sebuah desa yang memiliki Mode Dorf yang desa berbudaya Bali namun tetap bernuansa Katholik yang kental. Lantas, pada tahun 1955, sebuah bukit di kawasan ini diratakan dan dibangunlah sebuah gereja yang kokoh, yang memiliki a...
Salah satu dari peninggalan kebudayaan Hindu Bali itu ialah Pura Dasar Gel Gel yang menjadi salah satu peninggalan Klungkung di masa lalu. Pura ini didirikan dengan maksud untuk menghormati Empu Ghana, yakni seorang suci yang dianggap paling berjasa dalam perkembangan agama Hindu di Bali. Pura ini memiliki konsep Kaula Gusti Manunggal yakni sebagai pemersatu umat Hindu di Bali, disamping juga pura ini merupakan Pura Dang Kahyangan Jagat. Masuk ke dalam pura akan membawa kita pada intimitas relijiusitas yang begitu mendalam karena terdapatnya tempat utama untuk melakukan pemujaan terhadap Sanghyang Widhi Wasa. Sebagaimana kelaziman keberadaan pura di Bali, Pura gel Gel juga memiliki tiga mandala yakni Nista Mandala, Madya Mandala dan Utama Mandala. Kerangkeng pohon beringin besar tumbuh di bagian Nista Mandala, yang mana pohon beringin ini menjadi saksi bisu perjalanan pura dari waktu ke waktu. Demikian juga di bagian Madya Mandala terdapata Peling...