Satu makanan khas Demak adalah Bakso Balungan. Dinamai bakso balungan (tulang) karena bakso yang disajikan tidak melulu hanya bakso atau gulungan daging giling yang diberi kuah. Bakso yang satu ini dilengkapi dengan potongan tulang-tulang yang masih berbalut irisan daging. Kadang terdapat pula tulang muda yang renyah dimakan. Bakso balungan ini muncul dari bisnis soto kerbau yang menjadi ciri khas soto di kawasan Demak, Kudus, Pati, dan sekitarnya. Kalau daging kerbau banyak dipakai untuk soto dan rawon, tulangnya dimanfaatkan untuk campuran bakso. Kenikmatan bakso balungan bukan terletak pada bakso itu sendiri, melainkan cara menikmati dan menggerogoti serpihan daging pada potongan tulang inilah yang mengasyikkan sehingga sering kali membuat penikmat bakso ketagihan. Rebusan tulang disesuaikan untuk menjaga tidak terlalu mentah atau terlalu matang sehingga tak mudah hancur. Sumber: http://roytyas13.blogspot.co.id/2014/04/makanan-dan-minuman-khas-...
Jadah Blondho adalah salah satu jajanan yang sekarang sangat jarang dijumpai, terbuat dari beras ketan yang ditanak (dimasak) hingga matang, kemudian campur dengan kelapa parut matang, garam, aduk hingga merata, Kemudian letakkan ke dalam baskom untuk diuleni dengan tongkat kayu hingga kalis atau tercampur merata menjadi jadah. Blondho, terbuat dari ampas kelapa yang dimasak dengan cara diaduk terus menerus hingga keluar minyaknya, blondho adalah ampas sari kelapa yang telah diambil minyaknya. Blondho dalam bahasa Jawa artinya residu alias ampas atau sisa-sisa pembuatan minyak goreng. Dulu, kelapa yang sudah tua sengaja dibiarkan jatuh sendirinya, tanpa perlu menyuruh orang untuk memanjat pohon setinggi hamper 20 meter. Karena kelapa jatuh biasanya menandakan tuanya buah, maka bisa dipastikan kandungan santannya mantap luar biasa. Dari kelapa jatuh tersebut, kemudian muncul dua varian produk: minyak kelapa dan blondho. Kelapa tua tadi diparut, lalu diperas. Santan kelapa itula...
Roti kecik yang tampilannya serupa kecik (isi buah sawo) menjelma menjadi kudapan kesukaan Raja Surakarta waktu itu, Sinuhun Pakubuwono X. Pembuatannya sederhana, hanya dari beras ketan, dicampur telur, gula, dan garam, kemudian dijadikan adonan dan dipanggang. Namun, dibalik itu tersimpan romantisme sejarahnya yang panjang. Dibuat pertama kali oleh Auw Liek Nio, roti kecik menjelma menjadi jamuan kerajaan Surakarta pimpinan Sinuhun Pakubuwono X kala itu. Lalu pada 1881, Auw Liek Nio atau yang biasa dipanggil sang raja dengan Nyah Ganep, mulai mendirikan sendiri toko rotinya dan roti kecik menjadi salah satu yang dijajakan. Sebutan Nyah Ganep yang berarti utuh atau lengkap itu menjadi sebuah simbol dari doa dan harapan. Di generasi kelimanya saat ini, Toko Ganep’s tetap mempertahankan berbagai resep roti zaman dulu yang jarang memakai tepung terigu, utamanya roti kecik andalannya. Toko Ganep’s beralamat di Jalan Sutan Syahrir 176, Tambaksegaran, Sol...
Suran atau Grebeg Suran merupakan upacara adat yang dilakukan oleh masyarakat banyumas untuk menyambut tahun baru hijriyah (1 muharam). Upacara ini sangat beragam dalam cara pelaksanaannya di setiap kecamatan di banyumas. Umumnya, upacara ini dirayakan dengan cara membawa makanan ke jalan-jalan menggunakan takir/besek (tempat yang terbuat dari anyaman bambu). Kemudian dibawa kesuatu tempat untuk didoakan. Setelah itu, makanan akan dibagikan kepada seluruh warga desa yang datang. Suran berasal dari kata sura (Asyura) yaitu tanggal 10 muharam. Tanggal tersebut dinilai keramat oleh warga banyumas yang beragama islam karena merupakan hari dimana Nabi Nuh A.S mendaratkan kapalnya. Dari situlah warga sering menyebut bulan muharam sebagai bulan sura. Umumnya upcara ini dilakukan menggunakan pakaian adat khas banyumasan dan diiringi denga lagu-lagu tradisional, namun tidak disetiap kecamatan melakukannya. Di beberapa kecamatan, tradisi ini dilakukan selama beberapa hari. Dua hari se...
Pewarna alam merupakan warna-warna yang diperoleh dari bahan-bahan alam, tumbuh-tumbuhan yang direbus. Warna-warna batik yang diperoleh dari warna alami biasanya tidak secerah warna-warna batik yang didapat dengan pewarna dari industri warna kimia. Beberapa tumbuhan yang sering digunakan dalam batik di kawasan Pekalongan antara lain: Jalawe, Secang (warna merah), Tingi (warna merah), Tegeran (warna kuning), Indigo (warna biru), Piksa (warna merah). Warna-warna tersebut biasanya diperkuat warnanya dengan bahan-bahan seperti Tunjung, Kapur, Tawas.
Kue Kering Sagu Keju Kelapa - Jika anda masih bingung pengen membuat kue kering apa yg enak dan mudah untuk di buat dalam suatu acar yg salah satu pilihan kue kering di meja anda, kini anda dapat memilih di blog ini untuk membuat kue apa aja, misal kue sagu keju kelapa yg mau saya buat ini, Nah.. karena cara membuatnya sangat mudah & praktis pastinya maka akan menjadi kue kering yg bakal unik & sangat gurih. Selengkapnya --> Kue Kering Sagu Keju Kelapa
NASI GROMBYANG adalah sajian khas dari Kabupaten Pemalang. Nasi Grombyang sendiri adalah nasi yang dihidangkan dalam mangkuk, dengan potongan daging kerbau/sapi kuah panas segar dan irisan daun bawang. Sekilas nasi rombyang ini hampir sama dengan nasi rawon, bedanya yaitu untuk nasi grombyang ada sedikit tambahan kelapa sangrai ( serundeng ).
SOTO TAUCO atau soto taoco adalah soto khas daerah Pantura ( Pantau Utara ) yang meliputi daerah Pekalonga, Pemalang, Tegal, dan sekitarnya. Soto ini sangat berbeda dengan soto di daerah lain. Tidak seperti soto Boyolali atau soto Semarang yang berkuah bening, soto tauco ini sangat khas karena dengan tambahan "tauco" ( fermentasi kedelai ) sehingga kuahnya kecoklatan. Soto Khas pantura ini bisa di temui di warung makan bahkan rumah makan yang ada di sepanjang jalan pantura. RM/Toko yang Menyediakan : Ni-No Soto Tauto Kuliner Khas Pekalongan Rumah Makan Alamat: Jalan Tebet Timur Dalam Raya No.3, RT.5/RW.5, Tebet Timur, Tebet, RT.1/RW.6, Tebet Tim., Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12820 Telepon: (021) 8297772
Jaran Kepang atau ebeg merupakan sejenis tarian pahlawan berkuda. Awalnya, tarian jaran ebeg ini diciptakan oleh Wali Songgo, sebagai media untuk penyebaran agama islam di Jawa Tengah.Penyebaran kesenian jaran ebeg meluas dan merata dengan nama berbeda-beda. Kesenian ini sangat populer khususnya di wilayah Pemalang Bagian Selatan.