masyarakat adat
1.447 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kerupuk Bonggol Pisang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Kerupuk bonggol pisang, memang tak dapat dipungkiri jika masyarakat Indramayu ini terbilang kreatif di dalam mengolah berbagai macam bahan makanan, salah satunya adalah bonggol pisang. Bagian dari pohon pisang yang dianggap sebagai sampah ini ternyata dapat diolah menjadi sebuah masakan yang lezat dan renyah, dimana diolah menjadi kerupuk bonggol pusang. Ide yang mana berasal dari Desa Pringcala tersebut sudah terbukti dapat dijadikan sebagai lahan bisnis yang sangat menjanjikan. Bonggol pohon pisang merupakan bagian akar dari pohon pisang yang biasanya dibuang begitu saja. Bonggol pohon pisang ini yang berbentuk bundar berwarna putih biasanya akan membusuk ketika pohonnya di tebang. Bahan baku kerupuk bonggol pisang ini terbilang cukup ekonomis tanpa harus mengeluarkan modal yang besar.  Pada awalnya para pengerajin kerupuk ini terinspirasi oleh nenek moyang mereka yang memanfaatkan bonggol pisang ini untuk makanan sehari-hari mereka karena adanya keterbatasan eko...

avatar
Oskm18_16818056_Shelvie
Gambar Entri
TRADISI CEKOK
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Barat

Anak-anak khususnya balita seringkali mengalami susah makan. Untuk mengatasi hal ini, masyarakat Sunda memiliki tradisi yang bernama 'cekok'. Selain bisa mengatasi anak yang susah makan, tradisi cekok juga dipercaya dapat memperlancar pencernaan, peredaran darah, dan menambah sel darah merah. RESEP Alat dan Bahan: - Kunyit secukupnya - Kain katun putih Cara: 1. Kerok atau kupas kunyit yang telah dicuci 2. Parut kunyit 3. Masukan kunyit yang telah diparut ke dalam kain katun putih 4. Sambil digendong ibunya, peras kunyit dan langsung dimasukkan dengan hati-hati ke mulut anak. Biasanya anak akan menolaknya karena terasa tidak enak, tetapi ibu harus sabar dan terampil memasukkan perasan kunyit tersebut, biarpun tidak semua terminum dan agar anak tidak tersedak. Namun pada zaman sekarang, biasanya kunyit diperas terlebih dahulu, lalu disuapkan ke mulut anak dengan menggunakan sendok. Tradisi Cekok ini dianjurkan diminum sehari dua kali sebelum makan pagi dan siang. Bagi masy...

avatar
Oskm18_19818177_putri
Gambar Entri
'Cingcowong' Budaya Meminta Hujan
Ritual Ritual
Jawa Barat

Cingcowong merupakan tradisi asli masyarakat Desa Luragung Landeuh. Tradisi ini merupakan upacara sebagai bentuk permohonan masyarakat agar diturunkan hujan. RItual ini dipimpin oleh seorang punduh perempuan yang menggunakan boneka berbentuk perempuan sebagai media perantara untuk komunikasi. Upacara ini baru dilaksanakan ketika di daerah mereka tidak turun hujan dalam waktu yang lama. Ritual Cincongwong melibatkan beberapa orang, yaitu Punduh  sebagai pemimpin ritual, para pembantu punduh (2 orang perempuan membantu pelaksanaan, dan 2 orang lain memainkan alat musik), penanggap cingcowong (orang yang meminta dilaksanakan cingcowong), dan penonton. Sebelum ritual, dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan adalah persiapan punduh, persiapan boneka cingcowong, persiapan sesaji,  dan menyiapkan para pembantu punduh. satu hari sebelum pelaksanaan, boneka cingcowong dikeluarkan dari goah,  kemudian dibawa ke comberan juga meletakann sesaj...

avatar
Krisanggarag
Gambar Entri
Nendeun Omong
Ritual Ritual
Jawa Barat

perrnikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple, dan yang ribet karena menggunakan upacara adat. Seperti pernikahan adat Sunda ini, kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan, mulai dari lamaran dan lainnya. Ada Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu, Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis. Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya, seperti berikut ini : Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apa...

avatar
Jasmineaudy
Gambar Entri
Ngeuyeuk Seureuh
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngeuyeuk seureuh merupakan sebuah ritual/upacara untuk meminta restu kepada orang tua kedua calon pengantin di rumah pihak wanita. Biasanya upacara ini dilakukan saru hari sebelum akad nikah dan bersamaan dengan prosesi seserahan. Upacara ini juga dipenuhi dengan nasehat berumah tangga dan tidak jarang mengandung edukasi seks. Upacara ini dipimpin oleh seorang Nini Pangeuyeuk atau wanita yang telah paham akan upacara ini dan sering kali juga merupakan juru rias adat Sunda. Tidak semua orang boleh hadir dalam upacara ini, hanya calon pengantin, keluarga terdekat dan orang tua yg memiliki peran khusus. Tak hanya itu, seorang gadis, anak remaja yang belum mengalami pubertas, dan wanita dewasa yang belum pernah menikah juga tidak diizinkan menghadiri upacara ini. Melalui ritual ini, calon pengantin diharapkan dapat mewujudkan filosofi "kawas gula jeung peuet" yang secara harfiah berarti "bagaikan gula dengan nira yang sudah matang" . Peribahasa ini menggambarkan hidup yang rukun, saling...

avatar
OSKM18_16218061_Popy Nurul
Gambar Entri
Nendeun Omong
Ritual Ritual
Jawa Barat

perrnikahan memang satu upacara sakral yang diharapkan sekali seumur hidup. Bentuk pernikahan banyak sekali bentuknya dari yang paling simple, dan yang ribet karena menggunakan upacara adat. Seperti pernikahan adat Sunda ini, kekayaan budaya tatar Sunda bisa dilihat juga lewat upacara pernikahan adatnya yang diwarnai dengan humor tapi tidak menghilangkan nuansa sakral dan khidmat. Ada beberapa acara yang harus dilakukan untuk melangsungkan pernikahan, mulai dari lamaran dan lainnya. Ada Neundeun Omong (Menyimpan Ucapan): Yaitu, Pembicaraan orang tua atau pihak Pria yang berminat mempersunting seorang gadis. Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya, seperti berikut ini : Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau atau masih...

avatar
Jasmineaudy
Gambar Entri
Waduk Darma
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Waduk Darma merupakan salah satu destinasi wisata di kota Kuningan,Jawa Barat tepatnya di desa Darmayang dibangun oleh para koloni Belanda yang mana pada saat itu waduk tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan air untuk masyarakat sekitar.  sekarang juga air tersebut masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga Kuningan akan air. Waduk Darma tidak hanya memiliki pemandangan yang bagus,tetapi memiliki juga beberapa wahana yang bisa dicoba diantaranya ada tempat bermain anak,perahu dan masih banyak lagi. diasana juga kita akan mendapati pulau kecil ditengah waduk yang dianggap oleh masyarakat memiliki unsur mistis. Biasanya warga sekitar mencari penghasilan ataupun kebutuhan pangan dengan cara memancing ataupun membudidayakan ikan itu sendiri. hal yang sangat disayangkan yaitu kurangnya kesadaran akan kebersihan sehingga masih banyak dari mereka yang masih membuang sampah sembarangan di waduk tersebut. ada hal yang dikhawatirkan oleh warga Kuningan yaitu jembatan yang lambat...

avatar
Oskm2018_19818005_sibliassidiqi
Gambar Entri
Kasepuhan Ciptagelar
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Toggle navigation Tradisi Ciptagelar di Sukabumi Mampu Pertahankan Kampung Adat Oleh: Ahmad Rayadie 24 Maret, 2017 - 19:12 JAWA BARAT Abah Ugi/AHMAD RAYADIE/PR SEBAGAI wilayah yang masih memegang teguh adat istiadat leluhur, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, berada di Kampung Sukamulya, Desa Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi memiliki berbagai keistimewaan. Kampung Gede adalah sebuah kampung adat karena eksistensinya masih dilingkupi oleh tradisi atau aturan adat warisan leluhur. Berdasarkan data yang diperoleh, di Kasepuhan Ciptagelar jumlah warga kasepuhan sebanyak 15.795 jiwa atau 3.833 KK. Sementara warga kasepuhan yang berada di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar sebanyak 338 jiwa terhimpun dalam 76 KK. Secara geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki wilayah administrasi mencakup tiga wilayah. Wilayahnya meliputi, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Sukabumi Kampung adat yang mempunyai ciri khas. Tidak hanya bentuk rumah, tapi t...

avatar
Oskm18_16018057_anisa
Gambar Entri
Ta'arufan Bojo
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ta'arufan Bojo adalah salah satu tradisi masyarakat Blok Jatisari, Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Tradisi ini dilakukan jika ada warga desanya yang menikah dan pasangannya bukan berasal dari daerah tersebut. Tujuan tradisi ini adalah agar para warga mengenal warga baru didesanya begitupun sebaliknya. Dalam tradisi ini, kedua mempelai pengantin akan diarak oleh sebagian keluarga, sanak saudara, dan tetangga untuk berkeliling desa sambil diiringi musik rebana atau hadrah. Tak lupa pula salah seorang dari pengiring akan memperkenalkan mereka kepada warga menggunakan mikrofon dengan menyebutkan bahwa salah seorang warganya telah memiliki suami/istri kemudian meyebutkan nama dan asal daerah warga barunya itu.

avatar
OSKM2018_16218128_Ahda Ilma Shafira