Pembangunan Monumen Pers Nasional sekitar tahun 1918 dilakukan atas perintah Mangkunegara VII, Pangeran Surakarta, sebagai balai dan ruang pertemuan. Perancangnya ialah Mas Abu Kasan Atmodirono. Pada masa itu nama bangunan ini ialah Societeit Sasana Soeka. Lalu berganti nama pada tahun 1973 menjadi Monumen Pers Nasional dan lahannya disumbangkan ke pemerintah pada tahun 1977. Monumen Pers Nasional secara resmi dibuka pada tanggal 9 Februari 1978 setelah dilengkapi beberapa bangunan. Bangunan ini dijadikan tempat wisata pendidikan dan menerima material terkait pers di Indonesia. Monumen Pers Nasional yang beralamatkankan di Jalan Gajah Mada No.29 membuka jam kunjung setiap hari mulai pukul 08.30 s/d 15.30 WIB. Kompleks museum terdiri dari bangunan asli Sasana Soeka, dua gedung berlantai dua, dan satu gedung berlantai empat.
Bagi masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Bali, dongeng tentang Ramayana memang tidak terdengar asing. Dongeng yang begitu melegenda tersebut memiliki keunikan kisahnya tersendiri sehingga banyak orang yang senang mendengarkan cerita tersebut. Dongen Ramayana pada dasarnya menceritakan tentang kisah percintaan antara Raden Rama Wijaya dengan seorang puteri raja yang bernama Dewi Shinta. Legenda Rama dan Shinta sejatinya merepresentasikan makna sebuah kesetiaan, kepercayaan dan ketulusan cinta seseorang kepada kekasih atau belahan jiwanya. Tentu bukan sebuah kebetulan, bila Rama berhasil mempersunting Shinta yang cantik sebagai istrinya. Untuk mendapatkan Shinta, dia harus melalui ujian sayembara dan mengalahkan banyak pesaing, termasuk rival utamanya, sang raksasa bernama Rahwana. Legenda percintaan Rama dan Shinta yang penuh batu ujian seakan baru dimulai, ketika memasuki bagian drama penculikan. Tersebutlah kisah bahwa Rama, Shinta, beserta adik laki-laki Rama yaitu...
Air mengucur deras dari ketinggian 32 meter. Merayapi bebatuan bertingkat lalu menimpa kolam lapang dengan dikawani hembusan angin dan tampiasan air yang menyebar ke penjuru ruang. Bukanlah di atas permukaan tanah saya tertawan pada panorama air terjun yang menakjubkan, melainkan di dalam perut bumi yang jauh tersembunyi. Dua kilometer lebih menusuk ke dalam lorong Goa Barat, sejumput lanskap mengagumkan ini kami jumpai dalam kegelapan abadi. Goa yang terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kebumen. Butuh setidaknya tiga jam untuk menyusuri lorong hingga tiba di haribaan air terjun yang memiliki nama “Superman’s Big Sister”. Dulu tahun 1989 ada ekspedisi penelusuran dan pemetaan Goa Barat oleh tim gabungan Indonesia-Prancis dan menamakan air terjun ini dengan nama yang terdengar asing tersebut. Superman’s Big Sister jelas bukanlah ujung pesona dari goa yang terselinap sunyi pada lekuk Kawasan Karst Gombong Selatan (KKGS). Nam...
Batik merupakan salah satu budaya milik Indonesia yang sudah diakui oleh dunia, yang dideklarasikan oleh UNESCO, dan dirayakan tiap tahunnya setiap tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Batik di Indonesia juga beragam jenisnya, dimana setiap daerah dan etnis mempunyai jenis batiknya sendiri yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Salah satu daerah tersebut adalah Solo, dimana batik adalah warisan budaya sejak ratusan tahun lalu yang menjadi suatu simbol keagungan kerajaan. Dalam suatu daerah pula, terdapat berbagai macam motif batik yang mempunyai arti dan fungsinya masing-masing, salah satunya adalah motif Wirasat Motif batik Wirasat (atau biasa disebut Sido Wirasat) adalah motif yang dianjurkan kepada pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa. Motif ini memiliki makna nasehat yang selalu diberikan orang tua untuk menuntun kedua mempelai dalam memasuki bahtera hidup berumah tangga. sumber: budayajawa.id &nb...
RWY Larassumbogo: Karya dan pengabdiannya Moeljono, Moeljono (1984) RWY Larassumbogo: Karya dan pengabdiannya. Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional. Text RWY LARASSUMBOGO KARYA DAN PENGABDIANNYA.pdf - Published Version Download (4MB) | Preview Official URL: http://pustaka.kebudayaan.kemdikbud.go.id/index.ph... Abstract Sebagai bangsa yang berjiwa besar, bangsa Indonesia selalu menjunjung tinggipahlawannya. Yang dimaksud dengan kata pahlawan disini tidak hanya terbatas pada mereka yang berjasa dalam bidang politik atau bidang militer saja, melainkan mencakup juga mereka yang berjasa dalam bidang sosial, ilmu atau budaya. Raden Wedono Josef Larassumbogo yang biografinya kita bicarakan sekarang ini merupakan...
Aspek-aspek Arkeologi Indonesia (Aspects Of Indonesian Archaeology) No. 8 the Bronze Object from Kabila, Sawu (Lesser Sunda Islands). Bintarti, D.D (1981) Aspek-aspek Arkeologi Indonesia (Aspects Of Indonesian Archaeology) No. 8 the Bronze Object from Kabila, Sawu (Lesser Sunda Islands). Other. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta. This is the latest version of this item. Text (14 hal) 8.pdf Download (2MB) | Preview Item Type: Monograph (Other) Subjects: Pendidikan > Kebudayaan > Arkeologi Divisions: Badan Penelitian dan Pengembangan > Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Depositing User:...
Sistem pertahanan Jepang di Jawa: studi berdasarkan tinggalan gua Jepang di Banyumas, Jawa Tengah Chawari, Muhammad (2013) Sistem pertahanan Jepang di Jawa: studi berdasarkan tinggalan gua Jepang di Banyumas, Jawa Tengah. Berkala Arkeologi Vol. 33 No. 1, Mei 2013, 33 (1). pp. 79-92. ISSN 02161419 Text 07-BERKALA MEI 2013-M CHAWARI.pdf Download (1MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Menjelang pertengahan abad XX bangsa Indonesia belum sepenuhnya terbebas dari penderitaan, khususnya yang dinamakan penjajahan. Selama kurun waktu 3 tahun yaitu tahun 1942 hingga 1945 Jepang menguasai Indonesia. Daerah pertama yang ditakhlukkan adalah Kalimantan Timur. Item Type: Article Sub...
Masjid-masjid kuno di Jawa Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (2018) Masjid-masjid kuno di Jawa. [Video] Video Masjod-Masjid Kuno di Jawa.mp4 Download (232MB) Abstract Masjid- masjid kuno yang dibangun ratusan tahun lampau yang samapai kini masih tegak berdiri menarik unuk di telaah. Masjid kuno di Pulau Jawa rata-rata masih menggubakan bangunan Jawa Hindu-Budha yang sudah mendapat pengaruh Islam dengan beberapa perubahan. Item Type: Video Uncontrolled Keywords: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Subjects: Pendidikan > Kebudayaan Pendidikan > Kebudayaan > A...
Kontinuitas dan diskontinuitas perilaku korupsi di Jawa Dwiyanto, Djoko and Darmosoetopo, Riboet (2014) Kontinuitas dan diskontinuitas perilaku korupsi di Jawa. Berkala Arkeologi Vol. 34 No. 1, Mei 2014, 34 (1). pp. 97-114. ISSN 02161419 Text 07 ED DWIYANTO.pdf Download (1MB) Official URL: https://berkalaarkeologi.kemdikbud.go.id Abstract Korupsi telah menjadi perilaku yang melekat pada peristiwa relasi antar dua pihak atau lebih, baik bersifat transaksional maupun kolusi dan gratifikasi. Berdasarkan bukti-bukti tertulis berupa prasasti pada masa Jawa Kuna hingga zaman Indonesia modren ternyata telah terjadi penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan, sehingga menyebabkan terjadinya korupsi. Item Type: Article...