Permainan tradisional Bali yang satu ini telah menyebar luas seantero nusantara, dengan nama yang beda dan mungkin di daerah lain ada sedikit modifikasi dalam permainan ini. Permainan Megok Goakan hampir mirip seperti permainan Ular-ularan, yang sering di mainkan anak 90an ke bawah. Cara Bermain Permainan Megok Goakan paling sedikitnya terdiri dari 7 orang atau lebih, dengan cara 6 orang buat satu barisan sedangkan yang satunya lagi bertugas sebagai Si Goak . 6 orang yang baris, satu sama lain harus saling memegang pinggang temannya yang berada di depan, selama permainan berjalan, pegangan itu tidak boleh terlepas. Biasanya orang yang paling kuat, bertugas sebagai kepala barisan, karena untuk menjada ekor atau barisan paling belakang agar tidak tertangkap oleh Si Goak . Si Goak bertugas menangkap barisan paling belakang, dan biasanya permainan ini menggunakan waktu, untuk meminimalkan berapa lama Si Goa k harus menangkap ek...
Metajog merupakan permainan tradisional Bali yang memerlukan keseimbangan pemainnya, dan perlu latihan keras untuk memainkannya. Karena banyak pemain yang jatuh dari permainan ini dikarenakan belum bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Cara Bermain Metajog Seperti apa yang saya katakan diawal bahwa permainan tradisional Bali yang satu ini memerlukan keseimbangan tubuh pemainnya.Cara bermainnya pun susah-susah gampang, cukup dengan dua bilah bambu yang panjangnya kira-kira 2 meter, serta dikasih kayu di bawah bambu dengan perkiraan ukurannya 2 jengkal tangan dari dasar bambu yang paling bawah. Gunanya untuk menopang atau pijakan kaki kita.setelah salah satu kaki kita sudah berada di atas pijakan, naikkan kaki yang satunya lagi di pijakan bambu yang lainnya. Catatan: Setelah kedua-duanya sudah berada di atas pijakan maka sesegera mungkin untuk berjalan karean Permainan ini harus menjaga keseimbangan tubuh.enang, susahnya permainan ini hanya pada saat kita belajar menye...
Permainan Engkeb-engkeban sama juga seperti permainan pentak umpat yang sering kita mainkan disaat kita msih kecil dulu. Permainan ini membutuhkan 3 orang pemain (lebih dari itu lebih asyik), dengan cara salah satu dari pemain menjadi Jaga (yang akan mencari pemain yang lain) dan harus memejamkan matanya (biasanya menghadap ke tembok atau pohon) sampai hitungan ke 10 baru bisa di buka.Sedangkan pemain yang lainnya harus mencari tempat yang strateris untuk bersembunyi. Pemain yang pertama ketahuan, maka dia akan menjadi jaga di permainan ronde selanjutnya. Cara Memilih Penjaga yang Pertama Banyak cara untuk memilihnya, biasanya bisa dengan cara langsung ditunjuk salah satu dari pemainnya, bisa juga dengan cara bermain hom pim pa, kertas batu gunting, dan cara-cara yang lainnya. Untuk saat ini permainan Engkeb-engkeban atau petak umpat dan sejenisnya, sudah jarang sekali kita temukan. Di Daerah Bali sendiri permainan ini ada karena sebagai salah satu pertunjukan seni perma...
Bagi masyarakat Bali, Hari Raya Galungan mempunyai cerita sendiri. Jaman dahulu tersebutlah seorang Raja keturunan Raksasa yang sangat sakti dan berkuasa bernama Mayadanawa. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa mampu berubah wujud menjadi apa saja. Mayadenawa menguasai daerah yang luas meliputi Makasar, Sumbawa, Bugis, Lombok dan Blambangan. Raja ini terkenal kejam dan tidak mengijinkan rakyatnya untuk memuja dewa serta menghancurkan semua pura yang ada. Rakyat tidak berani melawan karena kesaktian Mayadenawa. Lalu tersebut pula seorang pendeta bernama Mpu Kulputih. Beliau yang sedih melihat melihat kondisi rakyat akhirnya melakukan semedi di Pura Besakih memohon petujuk para Dewa untuk mengatasi Mayadenawa. Dewa Mahadewa kemudian memerintahkan beliau pergi menuju Jambu Dwipa (India) untuk meminta bantuan. Singkat cerita, bantuan pasukan datang dari India dan kahyangan untuk memerangi Mayadenawa dipimpin oleh Dewa Indra. Namun Mayadenawa sudah menget...
Bukti masuknya Islam ke Indonesia dengan jalan damai salah satunya bisa ditemui di Bali. Contoh yang paling nyata terdapat dalam kehidupan warga Kampung Islam Kepaon, Serangan, Denpasar, Bali, khususnya di bulan suci Ramadhan. Umat muslim di Indonesia yang tersebar hampir di seluruh Indonesia memiliki tradisi masing-masing dalam mengkhidmati bulan Ramadhan. Sebagian besar menunjukkan kegembiraannya memasuki bulan Ramadhan, menyambut bulan Ramadhan tradisi tertentu sesuai akar tradisinya masing-masing. Di Bali, khususnya bagi warga Kampung Islam Kepaon memiliki tradisi di bulan Ramadhan pada hari ke sepuluh.Tradisi ini disebut dengan tradisi Megibung atau acara buka puasa bersama dalam satu nampan. Secara filosofis, tradisi Megibung selain bermakna memperat kebersamaan warga juga mengandung nilai yang mengajarkan budi pekerti luhur. Tradisi ini sudah dilaksanakan oleh nenek moyang warga Kampung Islam Keaon dan dilestarikan secara turun temurun. Pada prinsipnya Megibun...
Keagungan Gunung Rinjani sebagai titik tertinggi di Lombok, Nusa Tenggara Barat menginspirasi Raja Lombok-Karangasem membuat replikanya. Bukan dalam bentuk patung atau artefak lain, tapi sebuah taman air yang memusatkan Gunung Rinjani sebagai sumber energi dan air bersih. Lombok memang istimewa. Sejumlah unsur Bali bisa ditemukan di Lombok, seperti arsitektur, pura, dan makanan. Namun tidak sebaliknya. Lombok juga menunjukkan multikulturalnya tak hanya irisan dengan kebudayaan Bali, juga keyakinan dan etnis lain. Salah satu jejak multikultural ini adalah Candi Narmada, cagar budaya warisan Kerajaan Karangasem (Bali) di Lombok Anak Agung Gede Ngurah yang dibuat pada 1727. Raja ini memusatkan tempat tinggal dan istananya di titik-titik sumber air. Termasuk di Bali, ada sejumlah cagar budaya yang serupa peninggalannya yakni Tirta Gangga dan Taman Ujung di Kabupaten Karangasem. Dengan cara ini, di luar konteks penguasaan, juga mendorong perlindungan sumber-sumber air ter...
Naskah ini berjudul Kakawin Bharatayuddha atau Bratayuda Kawi. Tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan kode naskah CS 11a dan nomer Rol 4.01. Naskah ini menggunakan bahasa Jawa Kuna dan aksara Bali ditulis di atas kertas Eropa, serta berjumlah 135 halaman dan berukuran 20 x 31 cm. Naskah ini berisi teks Jawa Kuna Kakawin Bharatayuddha, dicetak litograf tahun 1863 oleh S. Lankhout di s’Gravenhage. Awalnya, naskah asli merupakan koleksi T.S. Raffles, sekitar tahun 1815 di Jawa, kemudian dihibahkan kepada koleksi Royal Asiatic Society di London, dengan kode Raffles Java 1. Buku ini diberikan oleh Bataviaasch Genootschap pada tahun 1863, rangkap dua (CS 11a, 11b). Ekslempar yang lain terdapat di LUB, berciri LOr 2109, yang dideskripsikan dalam Pigeaud 1968: 68, Vreede 1892: 11-12, dan Cohen Syuart 1862. Dalam naskah versi ini, teks sampai pupuh 51 bait 19, sedangkan versi yang diuraikan oleh Zoetmulder (1983: 324-332) mencapai pupuh 52, bait 12. [11,14] ...
Naskah lontar yang berisi Ceritera Calon Arang itu ditulis dengan aksara Bali Kuna. Jumlahnya empat naskah, asing-masing bernomor Godex Oriental 4561, 4562, 5279 dan 5387 (lihat Catalogus Juynboll II. P. 300-301; Soewito Santoso 1975; 11-12). Meskipun aksaranya Bali Kuna, tetapi bahasanya Kawi atau Jawa Kuna. Naskah yang termuda no. 4561, Beberapa bagian dari naskah 4562-5279 dan 5287 tidak lengkap sehingga dengan tiga naskah ini dapat saling melengkapi. Sebenarnya naskah no. 5279 dan 5287 merupakan satu naskah; naskah no. 5279 berisi ceritera bagian depan, sedangkan no. 5387 berisi ceritera bagian belakang. Naskah tertua no. 5279 berangka tahun 1462 Saka (1540 M). Semua naskah tersebut disimpan di Perpustakaan Koninklijk Instituut voor Taal – Land – en Volkenkunde van Ned. Indies di Leiden, Belanda. Naskah Calon Arang pernah diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda oleh Prof. Dr. Poerbatjaraka (lihat “De Calon Arang&rdq...
Leak berwujud menyeramkan dengan mata besar, bergigi taring dengan perawakan yang tinggi, dan besar serta berbulu, dengan lidah yang menjulur panjang. Menurut cerita yang beredar di masyarakat, Leak merupakan makhluk jelmaan yang mempelajari ilmu hitam, dan untuk memperkuat ilmunya ia harus mencari tumbal. Biasanya Leak suka mencari organ tubuh manusia untuk dijadikan ramuan. Leak mengincar organ tubuh manusia berupa mayat, maka dari itu sering warga yang bertemu dengannya di sekitar pemakaman bali. Tidak hanya mayat, Leak juga mengincar organ tubuh manusia yang masih hidup. Tidak hanya itu, yang menjadi tumbal juga wanita hamil karena untuk dihisap darah bayi yang ada di kandungannya. Jika di siang hari, Leak akan berubah menjadi manusia seperti biasa, dan pada malam hari mengubah diri menjadi Leak untuk menjalankan segala ritualnya. Menurut kepercayaan orang bali, Leak Bali memiliki tiga legendaris. Di antaranya yaitu dua perempuan dan sat...