Wanita
2.366 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
3 - Pura Dalem Sangsit
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Bali

Masyarakat Bali tak bisa dilepaskan dari kegiatan peribadatan dan tentunya tempat peribadatan itu sendiri. Adalah Pura Dalem Sangsit merupakan salah satu pura yang memiliki daya tarik tersendiri. Yang paling menonjol dari pura ini yakni relief yang terdapat pada tembok luar pura tersebut yang menggambarkan cerita Bima Swarga. Secara umum, dalam cerita ini menggambarkan adanya hukuman imbalan yang diterima oleh setiap orang pasca yang bersangkutan meninggal dunia.   Misalnya saja, hukuman kelak setelah seseorang mati dimana ketika ia di dunia melakukan perbuatan perzinahan atau pembunuhan. Dalam relief ini juga terkandung makna filosofis mengenai hak dan kewajiban umat Hindu. Misalnya, ada penggambaran seorang wanita yang mesti menyusui seekor ulat raksasa karena tidak mampu memberikan keturunan.   Makna Relief Karena terjangan umur, tak heran di beberapa bagian reliefnya sudah tampak kabur, meskipun di beberapa bagian lainnya masih nampak jelas. Berada...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Tarian Ngajat Iban
Tarian Tarian
Kalimantan Barat

Asal usul tarian ngajat ini tidak diketahui dengan jelas tetapi diyakini telah ada bersama dengan suku Iban sejak abad ke-16. Tarian ngajat diyakini telah dilakukan oleh prajurit mereka setelah kembali dari pertempuran / perburuan. Tarian ini sekarang dilakukan untuk merayakan festival panen paling penting yang disebut ‘ Gawai ‘  dan untuk menyambut tamu penting bagi rumah panjang. Dulu ngajat ditarikan setelah para prajurit Iban kembali dari berperang dan pada masa dahulu pemburu kepala dari suku Iban ini, adalah yang paling bengis di Sarawak. Keindahan tarian ngajat yang terdapat dalam suku Iban merupakan satu indentitas komunitas Iban yang penuh dengan dunia mistik dan keajaiban serta membedakan kaum Iban dari suku-suku kaum pribumi lain di Sarawak.     Penari pria akan memakai pakaian tradisional seperti ‘sirat’, ‘gagung’ atau baju burung, juga memakai topi yang dihias dengan bulu-bulu burung. Gagung merupakan se...

avatar
Deni Andrian
Gambar Entri
Othek
Alat Musik Alat Musik
Jawa Timur

Othek, Warisan Leluhur Budaya Suku Osing  Kota dengan julukan “Sunrise of Java” kembali menampilkan salah satu kekayaan budayanya, yakni othek. Othek merupakan salah satu alat musik khas dari lesung padi dari Banyuwangi. Alat musik unik tersebut sebenarnya diciptakan dari kebiasaan sehari-hari oleh warga Desa Kemiren, Banyuwangi. Saat para kaum wanita menumbuk padi, maka dengan memainkan alunan musik yang merdu menjadi hiburan bagi mereka sehingga munculkan kesenian musik othek. Alat musik othek merupakan lesung padi berbentuk persegi panjang yang terbuat dari kayu dengan lubang dibagian tengah untuk menumbuk padi. Tak hanya bagian tengah yang dipukul dengan alu, bagian samping dan depan juga menjadi bagian yang dipukul. Dahulu tradisi ini dimainkan oleh Suku Osing pada saat panen padi atau pada saat hajatan. Meskipun kesenian musik ini tergerus jaman, Desa Kemiren rupanya masih berusaha untuk melestarikan othek. Hal ini terbukti dengan penyajian musik oth...

avatar
Lupi
Gambar Entri
4_Wingko Salem
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Kata salem pada wingko ini diambil dari nama buah salamah karena rasanya yang dikenal manis. Merupakan camilan dari tepung ketan kemudian diberi, kelapa, gula diurap dan garam sedikit. Bahan tersebut lalu dimasak di dalam kendil dan dipanaskan dengan kayu bakar, jadi semua secara tradisional dan alami. Rasa wingko salem produksi Ny. Ninik terbilang khas. Wanita yang tinggal di Desa gedangan RT 3 RW 4, Kecamatan Mijen, Demak ini mengaku makanan produksinya berasa gurih dan lezat.   Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/03/camilan-khas-demak-jawa-tengah/

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Tari Legong Jobog
Tarian Tarian
Bali

Tari Legong Jobog merupakan salah satu judul dari sekian banyak jenis tari Legong yang ada di Bali. Sama seperti tari Legong yang lain tarian ini ditarikan oleh 2 penari wanita dengan kostum yang sama dan menggunakan kipas sebagai properti. Tarian ini mengisahkan perang saudara antara Subali dan Sugriwa, 2 orang pangeran yang berubah rupa menjadi seekor kera. Karena rupa itulah mereka menjadi tidak saling kenal dan akhirnya bertarung. Namun akhirnya mereka kembali berdamai karena menyadari hubungan saudara satu sama lain.   Nara Sumber: Ni Kadek Rai (Dosen ISI Yogyakarta)

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Kain Balapak, Bacatua - Pandai Sikek SumBar
Motif Kain Motif Kain
Sumatera Barat

Kain balapak atau kain bacatua merupakan kain songket yang berasal dari Pandai Sikek Sumatera Barat.  Kalau menyebut Pandai Sikek, tentu ingat songket. Pandai Sikek sudah identik dengan songket. Namun orang Pandai Sikek nya sendiri tidak menyebutnya songket tetapi tenun, sebab yang dimaksud adalah benang katun dan benang mas yang ditenun dengan tangan, diatas alat yang bernama panta sehingga menjadi kain, yang kemudian kita kenal dengan nama kain balapak atau kain bacatua yang dipakai pai baralek, yaitu pada pesta perkawinan. Benang katun dan emas ditenun dengan tangan di atas alat yang disebut panta, menghasilkan kain balapak atau kain bacatua yang dipakai Pai Baralek, yaitu pada pesta perkawinan dan pada setiap upacara adat. Dengan kata-kata adat Minangkabau diabadikan dalam nama-nama motifnya, kain tenun ini merupakan pakaian raja-raja, datuk-datuk dan puti-puti. Bagi orang Minangkabau, yang menyebut diri mereka sebagai orang yang beradat, kain tenun adalah bagian...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
1_Mendirikan Tiang Ayu, Pertanda Pesta Rakyat Telah Dimulai
Alat Musik Alat Musik
Kalimantan Timur

Setelah ritual pra-Erau selesai dilaksanakan, festival ini pun dapat diselenggarakan. Sultan akan membuka pesta rakyat yang sudah berusia lebih dari 700 tahun ini dengan ritual  mendirikan ayu . Dalam ritual ini, sejumlah pusaka kesultanan disandingkan di Ruang Stinggil (Siti Hinggil), Keraton Kutai. Sesuai nama ritual ini, maka pusaka utama yang menjadi fokus ritual ini adalah Tiang Ayu. Yang disebut dengan Tiang Ayu adalah sebuah tombak pusaka yang disematkan sebuah kantung kain berwarna kuning. Tombak pusaka ini bernama Sangkok Piatu, tombak milik raja pertama Kutai, Aji Batara Agung Dewa Sakti. Di dalam kantung yang diikatkan padanya, terdapat beberapa kelengkapan ritual lain, yaitu  tali juwita ,  kain cinde , janur kuning, daun sirih, dan buah pinang. Sebelum ritual dimulai, Tiang Ayu direbahkan menghadap ke arah singgasana Sultan. Pusaka ini diberi alas selembar kasur berwarna kuning dan dilapisi kain kuning bermotif merah yang disebut  tapak liman...

avatar
Sobat Budaya
Gambar Entri
Permainan Gedhogan atau Gendhongan #DaftarSB19
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Timur

Banyuwangi kembali menunjukkan taringnya dalam kekayaan budaya. Budaya yang akan dibahas kali ini adalah Gedhogan atau Gendhongan . Dahulu wanita-wanita di Desa Glagah, Banyuwangi bekerja sebagai penumbuk padi. Banyaknya beras yang tersedia membuat pekerjaan cukup berat, membosankan, dan melelahkan tentunya. Sepanjang proses penumbuk padi tersebut untuk mengurangi kebosanan, mereka akhirnya menyanyikan lagu-lagu. Bukan hanya memainkan lagu, tanganpun memainkan pukulan-pukulan alu di permukaan gedhogan tersebut. Ritme yang dibuat secara spontan ini menciptakan permainan lagu yang nikmat didengar. Harmonisasi ditambah dengan pukulan sebatang logam terhadap logam lainnya serupa pisay kasar dan logam kecil penumbuk sirih sehingga menimbulkan dentingan lagu yang semakin asyik. Sungguh seni hiburan yang segar, bukan ?! permainan yang berupa seni hiburan ini saat ini sudah sering muncul sebagai sebuah seni per­tunjukan. Latar Belakang Sosial Budaya. Semula wan...

avatar
Lupi
Gambar Entri
Makna lagu Sinanggar Tullo
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Sumatera Utara

Lagu Sinanggar Tullo berasal dari Tapanuli, lagu Batak ini termasuk salah satu lagu populer yang juga kerap dinyanyikan tidak hanya oleh suku Batak saja tetapi diluar dari suku tersebut. Makna lagu Lagu tersebut diatas menggambarkan keluh kesah seorang perjaka yang harus menuruti perintah ibunya, sang wanita yang melahirkannya menginginkan putranya mendapatkan kekasih dari keturunan Marga Tobing dan juga merupakan pariban. Artinya marga dari sang ibu harus sama dengan marga sang calon kekasih dari sang perjaka. Salam Peduli Budaya Sumut ( Sabas Kudadiri) Narasumber : https://www.pariwisatasumut.net/2014/11/sinanggar-tullo.html?m=1

avatar
Monikasihombing sihombing