Satu suro adalah awal Tahun kalender jawa ditetapkan oleh Kerajaan Mataram Islam yang bergelar Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo. Raja Mataram yang ke-3, pada masa itu Mataram mencapai puncak kejayaannya. Daerah kekuasaannya waktu itu mencapai hampir seluruh pulau jawa dan Madura. Sultan Agung banyak meninggalkan warisan budaya, salah satunya ialah sistem penanggalan Jawa Islam. Penanggalan ini merupakan percampuran dari penanggalan saka yang berasal dari Hindu-Buddha India, lalu digunakan oleh masyarakat jawa. Sultan Agung menginginkan persatuan rakyatnya untuk menggempur Belanda di Batavia, termasuk ingin “menyatukan Pulau Jawa”. Oleh karena itu, Beliau ingin rakyatnya tidak terbelah, apalagi disebabkan oleh keyakinan agama. Sultan Agung Hanyokrokusumo ingin menyatukan kelompok santri dan abangan. Pada setiap hari jumat legi, dilakukan laporan pemerintahan setempat sambil dilakukan pengajian oleh para penghulu kabupaten, sekaligus dilak...
Yang pernah tinggal di Yogyakarta di era tahun 1950-an, pasti pernah minum limun Sarsaparilla. Oleh sebagian masyarakat Jogja disebut limun saparilla. Limun ini merupakan jenis minuman berkarbonasi yang populer di era tahun 1950 hingga 1970-an. Cola Jawa, kebanyakan penikmat limun sarsaparilla sepakat mengatakannya demikian. Jenis minuman yang berwarna ungu kecoklatan ini pernah menduduki rangking minuman favorit kaum berada di Yogyakarta. Ketika itu, limun Sarsaparilla merupakan jenis minuman elit yang membawa gengsi sosial tertentu pada konsumennya. Hanya orang yang punya kocek lebih saja yang mampu membeli minuman yang dianggap modern, simbol kemajuan, dan tentu saja berkelas di zamannya. Limun Sarsaparilla memiliki rasa yang khas di lidah. Namanya juga minuman berkarbonasi, tentu saja memiliki sensasi kemranyas di lidah. Begitu dicecap, aroma semriwing laiknya mint cukup terasa, sehingga mendatangkan efek lega di rongga hidung dan rongga dada. Aroma khas ini sekele...
Suku Biak mempunyai dua cara dalam melamar calon pengantin. Pertama, Sanepen atau perjodohan di mana proses lamaran dilakukan oleh kedua belah pihak orang tua sejak kedua calon pengantin masih berusia anak. Kedua, Fakfuken adalah proses pinangan yang dilakukan setelah calon pengantin berusia di atas 15 tahun. Awalnya, pihak laki - laki akan mendatangi pihak perempuan dalam proses pinangan secara resmi. Dalam acara pinangan, pihak laki - laki membawa kaken (kalung atau gelang yang terbuat dari manik - manik) sebagai simbol perkenalan, apabila pinangan tersebut disetujui maka pihak perempuan juga memberikan kaken sebagai simbol penerimaan. Setelah proses pinangan diterima dan disetujui, kedua pihak calon pengantin kemudian berunding untuk menentukan mas kawin dan hari pernikahan. Kamfar menjadi mas kawin pada tradisi adat pernikahan Papua jaman dahulu, yaitu berupa gelang yang terbuat dari kulit kerang hingga perahu. Kini, mas kawin bisa berupa roibena, gelang perak, atau bahkan por...
Puput Puser adalah ritual saat lepasnya tali pusar bayi yang baru lahir . Biasanya setelah satu minggu setelah kelahiran bayi. Istilah lain dari puput puser ialah coplok puser.Tali pusar yang lepas tersebut kemudian dibersihkan dan dibungkus dengan kain putih, kemudian terdapat dua macam perlakuan : Pertama, tali pusar diberi rempah-rempah lalu disimpan baik-baik dengan maksud sebai penolak bala, maksudnya agar bayi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kedua, tali pusar tersebut disimpan dalam periuk tanah liat, diberi bunga-bungaan agar sang bayi kelak menjadi anak teladan yang dapat mengharumkan namanya, diberi tulisan surat Al-Fatihah atau Al-Ikhlas agar sang bayi menjadi anak yang shaleh/shalehan dan taat pada ajaran agama.
Wayang kulit dibuat dari bahan kulit kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran, perbuah wayang membutuhkan sekitar ukuran 50 x 30 cm kulit lembaran yang kemudian dipahat dengan peralatan yang digunakan adalah besi berujung runcing berbahan dari baja yang berkualitas baik. Besi baja ini dibuat terlebih dahulu dalam berbagai bentuk dan ukuran, ada yang runcing, pipih, kecil, besar dan bentuk lainnya yang masing-masing mempunyai fungsinya berbeda-beda. Kota Solo merupakan kota budaya dan seniman, salah satunya seniman pengrajin wayang kulit adalah Bp. Sihhanto yang merupakan abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta, yang berlokasi di Balai Agung Alun-Alun Utara, Balai Agung menjadi produsen tatah sungging wayang kulit sejak tahun 80-an dan menjadi salah satu produsen wayang kulit di Keraton Kasunanan Surakarta. Dalam proses pembuatan wayang kulit waktu yang relatif lama dan butuh ketelitian, ditambah ornamen-ornamen pada wayang dibutuhkan kesabaran yang ekstrak. Wa...
Masjid Agung Surakarta terletak di Kelurahan Kauman, Kecamatan Pasar Kliwon, Kotamadia Surakarta, Provinsi Jawa Tengah. Sebagai masjid Keraton, Masjid Agung Surakarta berada di dekat alun-alun, di tengah-tengah kota. Sebelah utara berbatasan dengan pemukiman penduduk kampung Kauman. Sebelah selatan terdapat Pasar Klewer. Di sebelah timur berbatasan dengan alun-alun utara keraton Kasunanan Surakarta, sedangkan sebelah barat terdapat pemukiman penduduk. Masjid Agung dibangun pada massa Sunan Paku Buwono III tahun 1763M atau 1689 tahun Jawa dan selesai pada tahun 1768. Masjid Agung merupakan kompleks bangunan seluas 19.180 meter persegi yang dipisahkan dari lingkungan sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25 meter. Bangunan Masjid Agung Surakarta secara keseluruhan berupa bangunan tajug yang beratap tumpang tiga dan berpuncak mustaka. Seluruh kompleks tersebut dapat dibagi atas : · Serambi Ruangan serambi berupa bangunan terbuka yang mempunyai lima a...
Berbagai daerah di Indonesia pasti mempunyai minuman khas sesuai dengan daerahnya, dawet telasih merupakan minuman khas di Kota Solo. Salah pedagang dawet telasih, yaitu Bu Dermi yang berada di Komplek Pasar Gede yang dibangun sejak tahun 1930, warung dawet telasih bu dermi merupakan generasi ketiga semenjak Pasar Gede dibangun. Dengan harga Rp. 7.000 / mangkok, anda dapat menikmati segar dan manisnya dawet telasih yang terdiri dari bubur sumsum, bubur ketan hitam, tape ketan, cendol dan biji telasih, santan dan gula cair Tempat yang Menyediakan: Es Dawet Telasih Bu Dermi Diner Address: Jalan Ir. Juanda, Jebres, Gandekan, Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57122 Phone: 0811-265-160
Tradisi Grebek Suro merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan di kawasan lokawisata Baturaden, Kabupaten Banyumas. Tradisi ini merupakan tradisi untuk menyambut bulan Suro yang dianggap suci oleh masyarakat setempat. Setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Banyumas ikut meramaikan dengan menampilkan kesenian khas mereka. Para peserta akan berjalan sambil menampilkan kesenian mereka sampai garis finish yaitu di lokawisata Baturaden. Puncak dari tradisi ini adalah pengunjung saling berebut untuk mengambil apasaja yang ada di nasi tumpeng yang berukuran besar atau biasa disebut gunungan. Pengunjung menganggap mereka akan berkah jika berhasil mendapat hasil dari gunungan tersebut. Saat ini tradisi ini diselenggarakan setiap tahun dan berhasil menjadi acara tahunan yang menarik banyak wisatawan dan media.
Masjid Saka Tunggal merupakan masjid peninggalan dari sunan yang menyebarakan agama islam pada jaman dahulu khususnya di Banyumas.