Resep Rujak Degan Khas Yogyakarta Asli Enak. Minuman rujak degan kelapa muda ini adalah minuman segar tradisional dari bahan utama kelapa muda dengan air kelapa asli. Masing-masing daerah akan berbeda-beda mengolah dogan ini, misalnya Jepara, Jawa Tengah, Jogja dan kota Solo, biasa disebut es rujak degan kelapa muda yang segar diminum pada saat berbuka puasa hari ini begitu menyegarkan atau bisa dijadikan minuman sehari-hari di rumah, bahkan cocok untuk minuman ala warung es. Rujak degan sirup adalah Menu berbuka puasa atau resep takjil khas Jepara, Jateng. Kelapa muda yang diberi sirup merk Agung. Sirup daerah yang rasanya beda dengan sirup nasional seperti ABC, Marjan, dll. Kali ini Saya bukan membahas rujak degan khas Jepara melainkan Resep rujak degan biasa menggunakan air kelapa dan pemanis p...
Bolu Kemojo Salah satu warisan kuliner khas dari Indonesia yang sampai saat ini masi tetap terjaga adalah kue bolu kemojo. Kue bolu kemojo merupakan makanan dalam bentuk kue yang berasal dari daerah Pekanbaru Riau. Makanan ini tentu saja sudah menjadi ciri khasnya di kota pekanbaru tersebut. Jajanan ini selalu jadi hidangan istimewa pada saat hajatan / kenduri dan sering disajikan untuk menu buka puasa serta jadi sajian bagi tamu dihari raya Idul Fitri. Bagi anda yang sedang berkunjung ke daerah Pekanbaru Riau, sempatkan sejenak waktu anda untuk mencoba resep kue yang sudah populer ini. Rasanya tidak akan lengkap ketika anda berkunjung ke daerah Riau namun anda tidak mencicipi jajanan kuliner khas dari kota tersebut. Makanan ini terbuat dari campuran bahan telur, tepung, santan dan juga bahan yang lainnya. Bolu Kemojo tidak seperti bolu kebanyakan yang sering kita jumpai. Bolu Kemojo memiliki ciri khas tersendiri. Teksturnya sengaja dibiarkan tidak menge...
Upacara Adat Belian Tolak Bala Suku Petalangan Asal-usul Dalam sejarah masyarakat Melayu Riau, Suku Petalangan dikenal sebagai suku yang memiliki banyak adat istiadat. Contohnya adalah upacara belian yang sampai sekarang masih tetap dilestarikan. Upacara ini merupakan ajaran leluhur agar manusia menjaga keseimbangan hidup dengan alam dan makhluk yang terlihat maupun tidak. Upacara ini juga bertujuan agar manusia bersyukur kepada Tuhan atas kesehatan mereka (Nizamil Jamil, dkk, 1987/1988; Budisantoso, 1986). Belian menurut bahasa orang Petalangan diambil dari beberapa arti. Menurut mereka, belian adalah nama kayu yang keras dan tahan lama. Kayu belian ini pada masa lalu biasa digunakan untuk bahan membuat ketobung, yakni gendang untuk mengiringi upacara adat. Kayu ini juga baik untuk bahan membuat bangunan rumah. Menurut kemantan (orang yang dapat berkomunikasi dengan makhluk gaib), kayu belian disebut juga dengan kayu putih sangko bulan yang berarti kayu tempat tingg...
Gulai adalah sebua menu hidangan dengan menggunakan santan sebagai kuahnya. Makanan ini memiliki ciri khas berwarna kuning karena pengaruh sari kunyit. Gulai yang satu ini sangat menggugah selera makan. Rasanya sangat gurih, nikmat dan lezat. Bahan dasarnya adalah daun pakis, iga sapi, santan dan bumbu yang khas. Pakis adalah tanaman berbentuk rumpun, yang biasanya tumbu baik di daerah kering dan lembab dan di bawah lingkungan yang teduh. Kandungan nutrisi pada daun pakis antara lain vitamin A, vitamin C, kalium, vitamin B kompleks, protein, karbohidrat, protein dan kalsium. Padua bumbunya akan menciptakan rasa yang lebih dasyat pada gulai ini. Gulai kemba'ang merupakan salah satu menu spesial yang lazim dibuat pada bulan puasa ataupun lebaran, karena sangat cocok disanta sehabis buka puasa ataupun sahur dan dapat membangkitkan nafsu makan. Resepnya adalah sebagai berikut : Bahan Gulai Kemba’ang : 1 kg iga sapi, potong 5 cm 2 liter air 500 m...
Es pala dibuat dari irisan buah pala dan gula pasir yang direbus. Buah pala membuat minuman ini memiliki aroma yang harum dan rasa yang khas. Selain itu juga berkhasiat, diantaranya melancarkan pencernaan, mengatasi mual dan masuk angin, serta menghangatkan tubuh. Tampilannnya yang menarik dalam gelas yang bening dengan air gula yang juga bening ditambah irisan buah pala yang berwarna kuning bersih membuat siapa saja yang melihatnya ingin meneguknya. Disajikan bersama es batu, minuman ini akan menghasilkan perpaduan rasa manis dan dingin yang menyegarkan tenggorokan. Es pala cocok sebagai minuman berbuka puasa, tidak hanya melepaskan dahaga setelah seharian berpuasa. Tetapi juga akan mengembalikan kondisi tubuh yang lemas menjadi fit kembali. Siapa sangka, buah pala yang biasa digunakan sebagai bumbu dapur ini bisa disulap jadi minuman yang menyegarkan dan menyehatkan. Minuman ini dapat ditemukan dengan mudah di Jalan Suryakencana yang merupakan salah satu tempat wi...
Mendengar namanya mungkin Anda mengerutkan dahi, aneh ya? Tapi tenang saja, meski namanya aneh, namun roti ini memiliki rasa khas yang istimewa. Roti ini terbuat dari tepung tapioka, santan, air nira, gula dan kayu manis sebagai penambah aroma sedap. Sebagai pemanis tampilan, roti ditaburi wijen. Tekstur roti yang keras dan warnanya yang coklat membuat warga setempat menyamakannya dengan bantalan rel kereta api. Jadi, Anda tahu sekarang dari mana nama roti ini berasal. Menurut ahli kesehatan, tekstur yang keras ini membuat roti ganjel rel baik untuk kesehatan. Roti ganjel rel merupakan sajian wajib dalam acara ‘dugderan’ atau pawai sebelum bulan puasa. Pada hari biasa, Anda akan sedikit kesulitan menemukan roti ini di pasaran. Namun tak perlu khawatir, di pusat oleh-oleh Jalan Pandanaran, terdapat toko yang menyediakan roti ini untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. RM/Toko yang Menyediakan : Dyriana Bakery & Cafe Bakery...
Tradisi Pasola adalah permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Pasola adalah permainan perang dua kelompok 'pasukan' berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Secara etimologis, Pasola berasal dari kata 'sola' atau 'hola' yang bermakna tombak kayu atau lembing. Setelah mendapat imbuhan 'pa' menjadi 'pasola' atau 'pahola', maka artinya menjadi permainan ketangkasan menggunakan lembing. Menurut cerita setempat, tradisi unik ini lahir dari kisah percintaan janda cantik jelita bernama Rabu Kaba. Sebelum menerima status janda, Rabu Kaba adalah istri sah dari Umbu Dula, satu di antara tiga bersaudara pemimpin warga Waiwuang. Dua saudara lainnya bernama Ngongo Tau Masusu dan Yagi Waikareri. Seperti diceritakan dalam situs http://sumbaisland.com, ketiga bersaudara ini kemudian berpamitan kepada warga Waiwuang untuk pergi melaut. Namun, ternyata mereka pergi ke daerah selatan Pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah sekian lama, te...
Tradisi Pasola adalah permainan perang-perangan tradisional yang disebut Pasola. Pasola adalah permainan perang dua kelompok 'pasukan' berkuda yang saling melempar lembing (tombak kayu) di sebuah padang savana. Secara etimologis, Pasola berasal dari kata 'sola' atau 'hola' yang bermakna tombak kayu atau lembing. Setelah mendapat imbuhan 'pa' menjadi 'pasola' atau 'pahola', maka artinya menjadi permainan ketangkasan menggunakan lembing. Menurut cerita setempat, tradisi unik ini lahir dari kisah percintaan janda cantik jelita bernama Rabu Kaba. Sebelum menerima status janda, Rabu Kaba adalah istri sah dari Umbu Dula, satu di antara tiga bersaudara pemimpin warga Waiwuang. Dua saudara lainnya bernama Ngongo Tau Masusu dan Yagi Waikareri. Seperti diceritakan dalam situs http://sumbaisland.com, ketiga bersaudara ini kemudian berpamitan kepada warga Waiwuang untuk pergi melaut. Namun, ternyata mereka pergi ke daerah selatan Pantai Sumba Timur untuk mengambil padi. Setelah sekian lama, te...
Dugderan adalah suatu upacara yang dilaksanakan tiap menjelang datangnya bulan Ramadhan. Upacara ini merupakan cerminan dari perpaduan tiga etnis yang mendominasi masyarakat Semarang yakni etnis Jawa, Tionghoa dan Arab. Nama "Dugderan" diambil dari kata "dugder" yang berasal dari kata "dug" (bunyi bedug yang ditabuh) dan "der" (bunyi tembakan meriam). Bunyi "dug" dan "der" tersebut sebagai pertanda akan datangnya awal Ramadhan. Menurut sejarah upacara Dugderan diperkirakan mulai berlangsung sejak tahun 1881 di kala Semarang dipimpin oleh Bupati RMTA Purbaningrat. Upacara ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pendapat dalam masyarakat mengenai awal dimulainya puasa pada bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu dicapailah suatu kesepakatan untuk menyamakan persepsi masyarakat dalam menentukan awal Ramadhan yakni dengan menabuh bedug di Masjid Agung Kauman dan meriam di halaman kabupaten dan dibunyikan masing-masing tiga kali dan dilanjutkan dengan pengumuman awal puasa di masjid. Perayaan...