Sama seperti ritual adat istiadat suku-suku di Indonesia, Batak Toba menempatkan proses dan tahapan pernikahan merupakan sesuatu ritual yang sakral dan penuh makna. Pernikahan dalam adat Batak Toba adalah suatu tahapan perdana bagi kedua pasangan memasuki zona adat istiadat dalam bersosial dan bermasyarakat, yakni Dalihan Na Tolu. Kira-kira apa saja yang harus dikeluarkan untuk biaya pernikahan Adat Batak ?Berikut adalah beberapa gambaran biaya pernikahan dengan asumsi di wilayah Pematang Siantar. Jadi total kebutuhan biaya untuk keperluan pesta pernikahan batak adalah Rp 86.500.000. Gambaran biaya diatas adalah contoh perkiraan standart (menengah). Nah, Anda juga bisa menentukan biaya untuk membuat pesta pernikahan yang lebih sederhana atau lebih mewah juga bisa. Total kebutuhan diatas bisa tempatkan pada kedua belah pihak. Hanya saja jika kegiatan pesta di pihak laki-laki biaya tambahan yang wajib adalah biaya nomor 13. Bagaimana, buat Anda yang sudah punya...
Cara kawin lari dalam tatanan adat Batak Toba ini sering juga disamakan dengan istilah “Mangalua”. Kata “Mangalua” dalam bahasa batak Toba memiliki dua unsur kata yakni “manga” yang memiliki pengertian melakukan atau mengerjakan sesuatu serta kata “lua” bermakna lari atau pergi-membawa pergi. Mangalua selalu disandang oleh laki-laki sebagai pelaku membawa anak perempuan pergi jauh untuk hidup bersama dengan cara kawin lari. Kalau jaman sekarang ada gak yah perempuannya sebagai pelakunya? Sekedar bertanya saja ini tidak usah dibawakan kali yah. Kalau ada coba komen dibawah yah. Ok. Mangalua atau dengan cara kawin lari dapat terjadi dikarenakan banyak faktor, bisa saja karena masalah ekonomi( masalah pembayar sinamot yang terlalu tinggi), masalah social (perbedaan status ditengah kehidupan masayarakat) ataupun masalah yang lainnya. Namun yang paling umum adalah salah seorang atau kedua orang tua pengantin laki-laki atau pe...
Malin Kundang Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang. Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya. Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah b...
KERAMBIT Kerambit merupakan senjata tradisional yang paling populer diantara senjata lainnya dari Sumatera Barat. Kepopuleran dari senjata ini sangatlah luar biasa, karena serangan yang ditimbulkan oleh Kerambit sangatlah mematikan. Bahkan saking mematikannya, senjata satu ini diadopsi oleh US Marshal sebagai senjata wajib setiap para tentaranya. Kerambit ini merupakan sebuah pisau dengan lengkungan siku pada bilahnya. Bilah yang tajam serta ujungnya yang runcing membuat senjata ini bisa melukai lawan dengan efek fatal. Sekalipun terkena dari luar, kulit yang terkena hanya akan terlihat tersayat saja, tetapi karena ketajamannya, senjata ini dapat menimbulkan luka dalam yang bisa memutus urat dan juga otot mereka yang terkena. Banyak para sejarahwan mancanegara yang sudah meneliti senjata khas dari masyarakat Minangkabau ini. Catatan dari Asian Journal British pada tahun 1827 menyebutkan bahwa para tentara minang di masa perang kemerdekaan selalu dipersenjatai dengan...
Sekilas, tidak ada yang penting di tanggal 13 Desember. Namun tidak demikian dengan seluruh masyarakat di kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Di tahun 1945 silam, di tanggal ini pernah terjadi pembantaian massal terhadap warga sipil Tebing Tinggi oleh pihak militer Jepang. Begitu membekasnya peristiwa ini dalam ingatan masyarakat kota Tebing Tinggi, hingga pada saat ini, tanggal 13 Desember menjadi moment khusus bagi seluruh masyarakat Tebing Tinggi untuk mengenang seluruh korban yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun satu hal yang sangat disayangkan, selain masyarakat Tebing Tinggi sendiri, tidak banyak orang yang mengetahui adanya tragedi 13 Desember ini. Selama 66 tahun sejak Indonesia menyatakan diri merdeka, seolah-olah ada satu upaya menutupi tragedi berdarah ini dari catatan sejarah. Untuk mengangkat peristiwa berdarah yang mengarah pada kejahatan perang di kota Tebing Tinggi ini, Darapati Activity menggandeng pihak media untuk mene...
PIARIK Pengaruh kebudayaan Hindu Siwa di Provinsi Sumatera Barat sebelum agama islam masuk ke Indonesia juga meninggalkan peninggalan kebudayaan. Salah satunya adalah dengan adanya senjata yang bernama "Piarik". Piarik ini sendiri adalah sebuah tombak dengan 3 (tiga) mata yang tajam. Di Provinsi Sumatera Selatan, tombak piarik ini disebut dengan Trisula.
Sansaro Provinsi Sumatera Barat / Padang Usah dikanalah juo cinto kito nan lamo Bia denai kok sansaro mandi si aia mato Sadah kok dikana kini Sadiah kasiahlah dipadu oi kanduang Usah dikanalah juo dinto kito nan lamo Sansai juo sansai juo oi iyo lah sansai Sumber:https://liberdaryandi.wordpress.com/category/lirik-lagu-tradisional-indonesia/
Ayam Den Lapeh Provinsi Sumatra Barat / Padang Luruihlah jalan Payakumbuah Babelok jalan kayujati Dimahati indak karusuah Awak takicuah Ai ai ayam den lapeh Mandaki jalan Pandai Sikek Manurun jalan ka Biaro Dima hati indak ka maupek Ayam den lapeh Ai ai ayam den lapeh Sikua capang sikua capeh Saikua tabang saikua lapeh Lapehlah juo nan ka rimbo Oi lah malang juo Pagaruyuang Batusangka Tampek bajalan urang Baso Duduak tamanuang tiok sabanta Ayam den lapeh Ai ai ayam den lapeh Sumber:https://liberdaryandi.wordpress.com/category/lirik-lagu-tradisional-indonesia/
Kampuang Nan Jauh Di Mato Kampuang nan jauh di mato Gunuang Sansai Baku Liliang Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo Sangkek Basu Liang Suliang Panduduknya nan elok nan Suko Bagotong Royong Kok susah samo samo diraso Den Takana Jo Kampuang Takana Jo Kampuang Induk Ayah Adik Sadonyo Raso Mangimbau Ngimbau Den Pulang Den Takana Jo Kampuang Sumber:https://liberdaryandi.wordpress.com/category/lirik-lagu-tradisional-indonesia/