Bukan saja pantainya berbatu-batu. Wilayah daratan sekitar pantai itu juga dipenuhi batu. Hampir setiap ruas lahan yang ada dijejali batu. Karena itu, sesungguhnya Kalike Ai Matan bukanlah tempat ideal untuk hidup bertani. Maka, setelah resmi menjadi suami isteri, Kopong Lanang Kideng dan Inawae Watorita memilih berdiam di kawasan pegunungan. Di sanalah mereka hidup bercocok tanam dan berburu. Di sana pulalah lahir anak-anak mereka. Tujuh anak laki-laki lahir dari pasangan ini dan beberapa anak perempuan. Mereka bertumbuh dan besar di kawasan pegunungan itu hingga membentuk keluarga masing-masing. Sebagaimana tradisi Lamaholot purba yang jejaknya masih dijumpai di sejumlah perkampungan adat, sebuah keluarga membentuk riang-wetak (perkampungan kecil) masing-masing. Anak-anak yang menikah, membangun rumah tinggal di sekitar rumah kedua orangtua mereka. Mereka terikat dalam satu kebersamaan nan liat dalam segala hal. Demikian pun keluarga Kopong Lanang Kideng-Inawae Watorita. Pada sua...
Pada zaman dahulu di kampung Watumanu, hidup seorang nenek yang bernama Ine Wio. Dia hidup sendirian dan dia juga tergolong orang yang miskin. Hidupnya hanya bergantung pada hasil kebunnya. Ine Wio sangat rajin,walaupun sudah tua tapi terus bekerja. Pada pagi hari Ine Wio berangkat ke kebun. Tiba-tiba di tengah jalan,dia teringat kalau ada sesuatu yang lupa, yaitu tempat sirih pinang dengan pisau. Akhirnya Ine Wio kembali ke kampung, untuk mengambil barang yang dilupanya dan kembali lagi ke kebun. Tetapi sesampainya di tengah jalan di tempat yang sama, dia mengingat kalau ada sesuatu yang lupa lagi, yaitu anak ayam. Dia tidak pernah merasa lelah. Ine Wio pun segera kembali ke kampung untuk mengambil anak ayam dan kembali lagi ke kebun. Di kebunnya ada sebuah pondok yaitu tempat untuk beristirahat dan menyimpan hasil panen. Sesampainya di kebun, Ine Wio meletakkan barangnya di dalam pondok dan anak ayamnya diikat di tiang para-para di bawah tanah. Sesudah itu Ine Wio mulai bekerja. Dia...
Konon, Adalah dua bersaudara bernama Bobi dan Nombi. Keduanya yatim-piatu dan tunawisma. Untuk menyambung hidup keduanya mengemis kesana ke mari. Ndoi, janda yang tinggal di Monikuru beriba hati lalu merawat kedua anak itu. Kedua anak laki dan perempuan itu dipelihara dan dimanjakan oleh Ndoi bagaikan anak kandungnya sendiri. Tibalah masa kemarau yang amat panjang. Oleh karena lamanya musim kemarau itu, banyak orang terancam kelaparan. Kemarau yang luar biasa itu dipertanyakan oleh masyarakat kepada Mosalaki sebagai ketua adat. Kemudian disimpulkan pula oleh masyarakat bahwa kemarau panjang yang mengancam itu akibat adanya kesalahan dan dosa warga masyarakat pula. Dosa perzinahan menjadi tumpuan kesalahan paling krusial yang berakibatkan kelaparan sebagian besar masyarakat karena kekeringan yang berkepanjangan itu. Setelah diusut - usut, masyarakat menduga bahwa Bobi dan Nombi-lah yang karena hidup secara liar itu telah melakukan perbuatan mesum (incest), padahal keduanya sekandung...
cerita yang sangat unit dan menarik. Air Bama Merupakan sumber mata air utama untuk Kota larantuka. Pada zaman dahulu kala di Desa Onge kampung lama dari Desa Lewokluo ( sekarang ), tinggallah dua bersaudara. Yang pria bernama Bolok Jawa dan wanita bernama Sabu Peni.mereka berasal dari marga Leyn. Orang tua mereka sudah meninggal di kala keduanya telah berajak remaja. Keduanya hidup rukun dan damai. Bolok Jawa berladang dan menyadap lontar sedangkan Sabu Peni menenun dan mengurus rumah tangga selayaknya semua wanita di kala itu. Air minum merupakan masalah utama bagi Desa Onge maupun desa desa di sekitarnya. Hal ini sangat dirasakan apabila musim kemarau tiba. Penduduk mengeluh kekurangan air. Tidak jarang penduduk meninggal akibat kehausan. Apabila musim kemarau tiba kaum wanita beramai ramai memasuki hutan untuk menyadap embun pagi yang tergenang di dedaunan. Pekerjaan yang sangat berat dan membosankan selama enam bulan lamanya. Menjelang pagi buta mereka memasuki hutan membaw...
Adalah wajar bila mengoleksi perhiasan-perhiasan tradisional antik atau kuno kini telah menjadi bagian gaya hidup bergengsi bagi sebagian kalangan sosialita metropolitan. Apalagi saat ini perhiasan antik tradisional semakin langka, terutama perhiasan-perhiasan yang menjadi ikon atau mewakili adat etnik tertentu. Semakin langka dan unik perhiasan, semakin dicari orang. Salah satu perhiasan kuno dan tergolong perhiasan langka yang bentuknya unik adalah Mamuli. Perhiasan khas dari Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur ini bentuk dasarnya menyerupai symbol omega, rahim atau kelamin perempuan, Kenapa desainnya begitu, ya? Konon, itu sebagai simbol untuk menghormati kedudukan perempuan. Mamuli dipercaya sebagai benda yang dianggap paling penting dalam adat Sumba. Mamuli yang terbuat dari emas pada zaman dahulu digunakan seperti anting-anting. Bahkan, masyarakat Sumba memiliki tradisi memanjangkan telinga dengan memakai Mamuli berukuran cukup besar yang ditarik ke bawah. Cara pemakaiann...
Ele moto para liru Na wodi ee ......... Do mi pegile manu tada Na wodi ee Ie ie ie ie Kiri dai ke ali la rai Mangngi neta haro ie Bole balo rai di rai hawu Rai due donahu Sumber: http://www.lagu-daerah.com/2015/06/lirik-lagu-daerah-nusa-tenggara-timur.html?m=1
“Muko Loto” Nama Makanan Khas Flores yang Unik Syahidhas.com Makanan dengan nama unik ini berasal dari daerah Nagekeo (nama daerahnya juga unik ya) yang ada di Pulau Flores. Muku Loto sudah ada dari zaman para leluhur yang biasanya disajikan pada saat pesta adat, namun saat ini juga disajikan saat pesta perkawinan dan komuni pertama. Cara membuatnya lumayan gampang, pertama adalah dengan mengupas kulit luar pisang muda tapi menyisakan kulit dalamnya yang berwarna hijau. Abis dikupas, pisang tersebut dipotong kecil-kecil, ya kira-kira 3 cm lah. Terus, batang pisangnya juga kamu potong kecil-kecil, sama halnya juga dengan daging yang akan dimasak bareng batang pisang dan pisang muda. Biasanya, daging yang dipakai adalah daging babi, tapi kalau kamu ingin yang halal, bisa juga menggunakan daging sapi atau kerbau. Terus semua bahan direbus sampai teksturnya lembut, mengental, dan warnanya berubah jadi keabu-abuan. Sumber : elrajab....
Laliang hanyalah sejenis permainan sepak bola. Bedanya bola yang dimainkan bukan bola biasa melainkan batok kelapa yang direndam minyak tanah kemudian dibakar dengan api. Sebenarnya tradisi bermain sepak bola api ini nggak hanya ada di Sumba Barat tetapi di beberapa daerah di Indonesia misalnya pondok pesantren di Cirebon yang melakukannya dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Dan biasanya sebelum bermain sepak bola api ini, para pemain melakoni beberapa ritual khusus supaya tahan panas. Video permainan: https://youtu.be/y8IEGBVeWjs Sumber: http://www.damniloveindonesia.com/explore/2-culture-heritage/detail/370/4-tradisi-%22berbahaya%22-indonesia-ini-menantang-adrenaline-banget!
Di kalangan bangsawan atau kerajaan, seni tari dikenal mempunyai nilai seni yang tinggi. Hal ini disebabkan gerakan dan aturannya telah ditentukan oleh pihak kerajaan. Salah satu tarian kerajaan berasal dari kerajaan Insana di Nusa Tenggara Timur. Tarian ini bernama Tari Sandang Insana. Kerajaan Insana terletak di Kecamatan Insana, Nusa Tenggara Timur. Kerajaan Insana ini berpusat di daerah yang bernama Oelolok. Kerajaan Insana sangat mengutamakan pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakatnya. Tari sandang insana atau tari tenun merupakan wujud ekpresi dan apresiasi seni dari kerajaan Insana terhadap kain tradisional mereka yaitu kain ikat atau tenun ikat. Hal ini dapat dilihat dari beberapa gerakan-gerakan tari sandang insana. Beranggotakan enam penari wanita, tari sandang insana menceritakan tentang pembuatan kain tenun insana mulai dari penanaman hingga proses penenunan. Gerakan-gerakan yang mencerminkan orang sedang menanam benih kapas, memanen kapas, menyiangi, memin...