Cerita Rakyat
Cerita Rakyat
Cerita Rakyat Nusa Tenggara Timur Kabupaten Ngada
Ine Wio
- 28 April 2018

Pada zaman dahulu di kampung Watumanu, hidup seorang nenek yang bernama Ine Wio. Dia hidup sendirian dan dia juga tergolong orang yang miskin. Hidupnya hanya bergantung pada hasil kebunnya. Ine Wio sangat rajin,walaupun sudah tua tapi terus bekerja. Pada pagi hari Ine Wio berangkat ke kebun. Tiba-tiba di tengah jalan,dia teringat kalau ada sesuatu yang lupa, yaitu tempat sirih pinang dengan pisau. Akhirnya Ine Wio kembali ke kampung, untuk mengambil barang yang dilupanya dan kembali lagi ke kebun. Tetapi sesampainya di tengah jalan di tempat yang sama, dia mengingat kalau ada sesuatu yang lupa lagi, yaitu anak ayam. Dia tidak pernah merasa lelah. Ine Wio pun segera kembali ke kampung untuk mengambil anak ayam dan kembali lagi ke kebun. Di kebunnya ada sebuah pondok yaitu tempat untuk beristirahat dan menyimpan hasil panen. Sesampainya di kebun, Ine Wio meletakkan barangnya di dalam pondok dan anak ayamnya diikat di tiang para-para di bawah tanah. Sesudah itu Ine Wio mulai bekerja. Dia sangat rajin. Panas terik tidak dia hiraukan. Ketika hari semakin panas dia kembali ke pondok. Hari itu juga dia tidak mempunyai makanan. Sebagai makan siang, kebetulan didalam pondok hanya ada jagung tua dan kastela. Dia menggoreng jagung sebagai makan siangnya. Sesudah makan, dia pergi bekerja lagi. Kebunnya lumayan besar,semuanya ada enam petak. Hari sudah mulai sore, Ine wio istirahat bekerja dan bergegas untuk kembali ke kampung. Hari itu Ine Wio dapat membersihkan kebunnya sebanyak empat petak. Sesampainya di tengah jalan pada tempat yang sama seperti paginya dia berangkat, Ine wio mengingat kalau anak ayamnya lupa di pondok dan dia pun kembali ke kebun. Setibanya di kebun, Ine Wio membuka pintu dan masuk ke dalam. Namun, ketika Ine Wio sedang membuka tali ayam, tiba-tiba masuk seekor babi hutan yang sangat besar. Ine Wio sangat takut dan cepat-cepat nai ke atas para-para. Anak ayamnya di makan habis oleh babi hutan. Tak lama kemudian muncul babi hutan yang kecil dan yang besar dalam jumlah yang banyak. Ine Wio semakin takut dan dia pun mencari akal, agar babi hutan tersebut dapat keluar dari dalam pondok. Langkah awalnya dia membuang semua jagung yang ada di atas para-para dan semuanya di makan habis oleh babi hutan. Yang tersisa di atas para-para hanya kastela dan Ine Wio pun membuang semua kastela itu dan semuanya pun di makan habis oleh babi hutan. Ine Wio semakin takut dan dia hanya berpasrah Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tiba-tiba saja semua babi hutan tersebut menggoyang tiang para-para, karena terus digoyang,akhirnya para-para rubuh bersamaan dengan Ine Wio. Dengan cepatnya babi hutan menyerbu dan mencabit-cabit tubuh Ine Wio. Yang tersisa hanyalah rambut putih, gelang dan tulang-tulang. Sudah tiga hari orang-orang di kampung tidak pernah melihat Ine Wio. Kebetulan ada seorang bapak yang kebunnya berdekatan dengan Ine Wio. Hari itu dia berangkat ke kebun, ketika lewat di kebunnya Ine Wio, dia melihat pintu pondok terbuka dan dia pun memanggil Ine Wio, tetapi tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba saja dia melihat babi hutan lari keluar dari dalam pondok. Bapak tua itu bergegas masuk ke pondok. Dia sangat terkejut karna tidak menemukan Ine Wio di dalamnya, tetapi yang dilihatnya hanya rambut putih, gelang dan tulang-tulang berantakan di tanah. Dia akhirnya mengumpulkan semuanya itu untuk di bawa pulang ke kampung dan dia menceritakan semua yang dilihatnya kepada orang-orang di kampung Watumanu. Keesokan harinya mereka bersama-sama menguburkan semua yang tersisa dari Ine Wio di suatu tempat yang diberi nama RATE. Sejak itu warga masyarakat Watumanu dendam atau benci terhadap babi hutan. Sehingga sampai sekarang dikampung Watumanu pada setiap bulan agustus selalu mengadakan acara berburu babi hutan.

Sumber: https://nusantaralogin.blogspot.co.id/2013/07/kumpulan-cerita-daerah-nusa-tenggara.html?m=1

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum