Tari ketuk tilu ini banyak tersebar di wilayah Priangan, Bogor, dan Purwakarta. Tarian ini biasa ditampilkan pada acara perhelatan, perayaan dan ngamen, bisa di ruang terbuka atau tertutup. Tari Ketuk Tilu ini termasuk ke dalam tari hiburan atau tari pergaulan. Pada penampilannya, tari ketuk tilu disajikan di depan kelompok penabuh. Di tengah arena tempat menari biasanya ditempatkan lampu minyak berkaki (Sunda disebut oncor). Penonton/calon penari berada di sekitar gelanggang, duduk, jongkok atau berdiri, sekarang pada acara resmi selalu disediakan kursi untuk duduk para penonton. Pada adegan pertama perangkat iringan di bunyikan yang biasa disebut Tatalu, yaitu untuk menghimpun pengunjung, penonton, dan peserta. Setelah masarakat banyak berdatangan dan sudah berkumpul, dimulai dengan para penari wanita (Ronggeng) memasuki gelanggang, menari bersama mengitari lampu oncor, gerakan tarinya disebut jajangkungan dan wawayangan dan gerakannya sudah ditata terlebih dahulu, dengan temp...
Nama sikap “berdiri” dalam tari Sunda, umumnya dilakukan dengan kedua kaki tidak sejajar; yang satu lebih ke depan sekitar 30 atau 45 derajat. Walau kedua lututnya menekuk, kaki yang di belakang lebih menyangga tubuh dan lebih menekuk (rengkuh) daripada yang di depan. Setiap karakter tari, leyep (luruh, halus), gagah, dan perempuan, memiliki ukuran jarak kaki dan ke-rengkuh-an yang berbeda-beda--demikian juga setiap penari menyesuaikan dengan perasaannya atau kenyamanannya masing-masing. Istilah lain untuk adeg-adeg adalah kuda-kuda, pasang atau pasang kuda-kuda.
Tertarik dengan segala sesuatu yang sedikit provokatif namun menghibur? Mungkin Ronggeng Bugis atau Tari Telik Sandi bisa menjadi pilihan kesenian selama kunjungan Anda di Cirebon. Ronggeng Bugis adalah pertunjukan tari komedi yang diperankan oleh laki-laki dengan memakai busana wanita. Yang dimaksud dengan busana wanita di sini pun bukanlah busana dengan tata rias yang cantik, akan tetapi lebih mendekati busana mirip badut yang mengundang gelak tawa. Meski ditarikan oleh laki-laki, gerakan tari Ronggeng Bugis sangat gemulai seperti gerakan tari wanita. Tari-tarian ini biasa dimainkan oleh 12 hingga 20 orang dengan satu orang komandan tari. Asal mula tari Ronggeng Bugis, dilatarbelakangi ketegangan yang terjadi antara kerajaan Cirebon dengan Kerajaan Islam. Sunan Gunung Djati yang Raja Cirebon saat itu menyuruh seorang kerabat kerajaan yang berasal dari Bugis untuk memata-matai atau telik sandi Kerajaan Pajajaran. Waditra yang dipakai adalah Kelenang, Gong kecil, Kendang, Kecil,...
Kanjeng Ratu Kidul [Ratna Suwinda] Tersebut dalam Babad Tanah Jawi (abad ke-19), seorang pangeran dari Kerajaan Pajajaran, Joko Suruh, bertemu dengan seorang pertapa yang memerintahkan agar dia menemukan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Karena sang pertapa adalah seorang wanita muda yang cantik, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya. Tapi sang pertapa yang ternyata merupakan bibi dari Joko Suruh, bernama Ratna Suwida, menolak cintanya. Ketika muda, Ratna Suwida mengasingkan diri untuk bertapa di sebuah bukit. Kemudian ia pergi ke pantai selatan Jawa dan menjadi penguasa spiritual di sana. Ia berkata kepada pangeran, jika keturunan pangeran menjadi penguasa di kerajaan yang terletak di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi seluruh penguasa secara bergantian. Generasi selanjutnya, Panembahan Senopati, pendiri Kerajaan Mataram Ke-2, mengasingkan diri ke Pantai Selatan, untuk mengumpulkan seluruh energinya, dalam upaya mempersiapkan kampanye militer melawan kerajaa...
Indonesia sejatinya merupakan salah satu Negara yang kaya dengan beragam kesenian dan kebudayaan. Saat ini, hal tersebut telah menjadi sebuah cerminan dan gambaran akan sebuah ciri khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. kita dapat menemukan berbagai warisan para leluhur tersebut, dihampir setiap pulau yang terdapat didalamnya. Mulai dari tari-tarian, upacara-upacara kedaerahan, Kesenian bela diri, serta berbagai kebiasaan-kebiasaan unik lainnya. Hal tersebut telah menjadi sebuah adat istiadat yang melekat pada tiap kegiatan, dalam kehidupan sehari-hari masyarakat dinegara yang berjuluk “Untaian Jamrud Khatulistiwa” tersebut. Saat ini, berbagai jenis kesenian dan kebudayaan tradisional tersebut, menjadi salah satu keunikan serta potensi wisata tersendiri yang dapat dinikmati oleh wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia. Dimana terdapat berbagai jenis acara serta kegiatan kedaerahan diselenggarakan oleh masing-masing provinsi yang digunakan sebagai wadah un...
Banten merupakan sebuah provinsi yang memiliki keanekaragaman seni budaya dengan sikap dan etika masyarakatnya yang terbuka, bersahabat, dan penuh persaudaraan. Tari Banten Katuran , merupakan Tarian bertema penyambutan dan memiliki kandungan makna sebagai bentuk penghormatan dan sebuah ajakan untuk datang berkunjung ke Propinsi Banten, sebagai salah satu wilayah di Nusantara yang memiliki pesona Wisata Alam serta Seni Budaya yang indah, dan bercorak khas.
Tari Maler Bedug, merupakan tari rampak bedug dengan sajian garapan baru yang dikembangkan dari keberagaman musik tradisi Khas Banten dengan mengambil pijakan gerak dari bedug Pamarayan dan Silat Trumbu. Sajian Tari Maler Bedug yang dinamis dapat ditampilkan sebagai tarian pembuka sebuah acara maupun sebagai tari pertunjukan untuk menyambut tamu.
Tari Bedug Warnane merupakan karya seni kreasi tradisi Banten yang berpijak pada seni Rudat dan Terbang Gede yang dikolaborasikan dengan Kesenian Rampak Bedug Pamarayan dari Kabupaten Serang- Banten dan rampak bedug Pandeglang
Berangkat dari sebuah kesenian tradisional Banten yaitu Tari Cokek. Karya ini menggambarkan prilaku remaja putri yang ingin menarik perhatian. “Ganjen “ merupakan kosa kata bahasa Jawa Banten , yang ditujukakan pada remaja putri yang lincah dan genit. Tari Gitek Ganjen dapat juga disajikan sebagai tari pergaulan, dimana penonton dapat turut serta menari