Sambal Wijen (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Sambal Goreng Kedelai Hitam (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Sambal Tumbuk Petai (sumber: E-book Mahakarya 5000 Resep Makanan dan Minuman di Indonesia)
Bahan Resep 150 g tepung ketan 50 mL air daun suji (20 lembar daun suji & 10 lembar daun pandan) 100 mL air hangat ¼ sdt garam Isi: 100 g kacang hijau kupas kulit 750 mL air 100 mL susu Nestlé CARNATION 2 lembar daun pandan ¼ sdt garam 150 g keju parut Cara Membuat Isi: Bahan kulit: Didihkan air, masukkan kacang hijau dan daun pandan, masak hingga kacang hancur. Masukkan susu Nestlé CARNATION, dan garam. Masak sambil terus diaduk hingga matang dan kering. Angkat dan dinginkan....
Bahan: 1 kg tulang iga sapi, potong sesuai selera 3 lembar daun jeruk purut 1 serai , ambil bagian yang putih, memarkan 5 buah/50 gr bawang merah, tumbuk kasar 4 sdm kecap manis 1 sdm air jeruk nipis 100 - 200 ml air panas minyak goreng untuk menumis Bumbu Halus: 5 buah/50 gr cabai merah 5- 10 buah cabai rawit (skip jika tak suka pedas) 3 siung/9gr bawang putih 3 butir kemiri 2 cm/10 gr jahe 1/2 sdt merica bubuk 1/4 sdt pala bubuk 1 sdt gula pasir (jika suka) 1 sdt garam atau sesuai selera Cara Membuat: Haluskan bahan bumbu dengan cobek atau blender hingga halus. (Jika perlu tambahkan sedikit minyak dlm blender untuk membantu proses penghancuran). Kupas dan tumbuk kasar bawang...
Masyarakat Kademangan, Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menggelar tradisi Ujungan. Kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun saat puncak musim kamarau. Ketua Dewan Kesenian Kecamatan Susukan Yusmanto menjelaskan, tradisi yang lantas disebut sebagai festival ini adalah rangkaian ritual yang dimulai sejak Rabu (26/9/2018) kemarin. Ritual dimulai dengan pengambilan air barokah di sumber pemandian air panas Pingit Gumelem Wetan oleh bedhogol atau sesepuh desa. "Acaranya sebenarnya sampai besok. Puncaknya besok, Ujungan, besok hari Jumat. Tanggal 26 sampai 28 September rangkaian kegiatan acara Festival Ujungan itu sejak kemarin," kata Yusmanto, Kamis (27/9/2018). "Pengambilan air dari Banyu anget, itu sebuah ritual tradisional. Merti bumi, merti banyu. Jadi ini, sebuah penghormatan, penghargaan, terhadap bumi yang telah mengeluarkan air. Dan air sendiri adalah sumber kehidupan," tambahnya. Sementara hari ini warga Desa Kemranggon melaksanakan tradisi Takiran se...
Menu Mengenal Tradisi Buka Luwur, Mengganti Mori di Makam Pengembang Islam di Boyolali Jumat, 5 Oktober 2018 16:41 tradisi-buka-luwur-kembali-digelar 20181005 163526.jpg Tradisi Buka Luwur Kembali Digelar - Istimewa TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Melewati hari keduapuluh Bulan Muharram atau Suro pada penanggalan Jawa sejumlah juru kunci Makam Syech Maulana Ibrahim Magribi di Desa Candisari; Kecamatan Ampel terlihat sibuk. Mereka sedang mempersiapkan agenda ritual Buka Luwur yang akan digelar pada hari Jumat terakhir di bulan Suro tersebut. Agenda tahunan yang juga disebut warga sebagai sadranan tersebut salah satu prosesinya yakni penggantian kain lurup di beberapa makam di komplek tersebut. "Buka Lurup atau Gantos Mori ini maksudnya untuk nguri uri kebudayaan dari nenek moyang terdahulu. Mengenang perjuangan dan pengembangan agama Islam di Pantaran," ungkap Panitia Pelaksana, Wahyu Windiharno, disela sela ritual pada Jumat (5/10). Terdapat lima yang diganti kainnya. M...
Membunuh Indonesia Membunuh Indonesia Industri Hasil Tembakau Tradisi Tungguk Tembakau 2 years yang laluoleh Membunuh IndonesiaTambahkan komentar637 kali dilihat tungguk-tembakau Membunuh Indonesia Ditulis oleh Membunuh Indonesia Warga Desa Senden, Kecamatan Selo, Boyolali menggelar tradisi Tungguk Tembakau, Agustus yang lalu. Ritual Tungguk Tembakau adalah ungkapan syukur para petani tembakau kepada Tuhan atas hasi panen tembakau tahun ini. Ritual diawali dengan kirab gunungan tembakau, gabungan hasil bumi, dan diiringi sejumlah kesenian tradisional. Kirab dilakukan dari Balai Desa Senden hingga makam petilasan Gunungsari yang berada di puncak bukit kaki gunung Merbabu tersebut. Ribuan warga tampak antusias mengikuti kirab meski harus berjalan kaki menanjak hampir 2 km. Dalam ritual tersebut, para warga mengenakan pakaian adat. Ritual yang mereka laksanakan bisa diartikan sebagai doa agar jerih payah petani selama enam bulan mulai dari mengolah lahan hingga panen tembakau bisa...
Gongso dalam bahasa Jawa artinya ditumis atau dioseng-oseng. Terus terang istilah digongso lebih saya kenal daripada ditumis. Saat menjadi asisten dapur, Ibu saya sering bilang. "Ayo digongso bumbune"" artinya "Ayo ditumis bumbunya". Nah dari istilah di atas paling tidak anda sudah bisa menebak, resep ini memang resep sejenis oseng-oseng daging. Rasanya cenderung pedas sekaligus sedikit manis karena sentuhan kecap manis. Untuk anda yang ingin mengolah daging tanpa kuah atau santan, cobalah resep sederhana ini. Bikinnya simpel, tapi rasanya hmmm hanya cukup disantap dengan nasi hangat sudah OK ;-) Cara Membuat: Rebus daging bersama daun salam dan 1 sdt garam sampai daging empuk dan matang. Tiriskan kemudian potong-potong tipis. Sisihkan. Haluskan bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Jika perlu tambahkan sedikit minyak dalam blender untuk membantu proses penghancuran. Tumbuk kasar 5 buah cabe merah dengan cobek atau giling sebentar de...