Pada zaman dulu, hiduplah seorang Petani Muda yatim piatu di Pulau Sumatera. Pada suatu hari, ia memancing seekor ikan yang sangat indah. Warnanya kuning keemasan. Ketika dipegangnya, tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi seorang Putri Jelita. Ternyata, Putri Jelita itu adalah wanita yang dikutuk karena melanggar suatu larangan. Ia kemudian akan berubah menjadi sejenis makhluk yang pertama kali menyentuhnya. Nah, karena yang pertama kami menyentuhnya manusia, maka ia pun berubah menjadi manusia. Petani Muda lalu meminta Putri Jelita untuk menjadi istrinya. Lamaran tersebut diterima Putri Jelita dengan satu syarat: Petani Muda tidak akan pernah menceritakan asal-usulnya yang berasal dari ikan pada siapa pun. Petani Muda menyanggupi syarat tersebut. Setahun keudian, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang mempunya kebiasaan buruk. Ia amat suka makan. Ia akan makan semua makanan yang ada. Pada suatu hari, anak itu memakan semua makanan yang disediakan untuk...
Tari Warak Dugder berasal dari Semarang. Tarian ini bisa dikatakan sebagai perpaduan antara tari tradisonal dengan kreasi baru. Dimodifikasi dari Tari Gambang Semarang oleh seniman tari kenamaan Didik Nini Towok bersama Yoyok Bambang Priyambodo. Penari pada tarian ini berjumlah 8 orang. Yakni, empat penari pria dan empat penari wanita. Bisa juga berjumlah 12. Dinamakan Tari Warak Dugder karena pada sesi tarian tersebut terdapat atraksi Warak Ngendhog. Biasanya ditarikan juga pada acara Dugderan. Sumber : https://gpswisataindonesia.info/2017/01/tarian-tradisional-semarang-jawa-tengah/
Makam Raja Sidabutar Makam Raja Sidabutar adalah makam Kuno peninggalan orang batak. Makam ini terletak di Tomok, Samosir yang terbuat dari batu alam yang diukir berbentuk seperti kepala. Bedasarkan cerita, Raja Sidabutar adalah seorang pengusaha pada wilayah Tomok dan juga sebagai orang pertama yang menetap di Pulau Samosir. Kemudian, Raja Sidabutar dan keturunannya beralih dan tinggal di daerah kecil yang sekarang dikenal dengan nama Tomok. Sebelum Agama Kristen menyebar ke pulau Samosir, Raja Sidabutar dan keluarganya mempelajari mengenai kepercayaan adat yang disebut Parmalim. Pada abad ke-19, Raja Sidabutar dan keluarganya resmi menganut Agama Kristen. Berdasarkan cerita, Raja Sidabutar adalah seorang Raja yang terkenal sangat Sakti dengan memiliki kekuatan yang berasal dari rambunya yang panjang dengan bentuk seperti Gimbal. Itu berarti, Jika rambut Raja tersebut dipotong, Maka kekuatan Raja Sidabutar secara Otomatis akan menghilang. Untuk mengunjungi Makam Raj...
Ma' Badong merupakan salah satu tarian adat Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Tarian ma' badong diadakan pada upacara kematian (Rambu Solo') yang dilakukan secara berkelompok, para peserta (pa'badong) membentuk lingkaran dan saling berpegangan dengan mengaitkan jari kelingking. Para pa' badong terdiri dari pria dan wanita setengah baya atau para orang tua dengan pemimpin badong yang biasa disebut sebagai Indo' Badong (perempuan) atau Ambe' Badong (Laki-laki). pemimpin badong akan melantunkan syair (Kadong Badong) atau semacam riwayat hidup dari orang yang meninggal mulai dari lahir sampai ia wafat dengan memberikan kalimat-kalimat syair dan modus nada untuk dinyanyikan oleh semua kelompok penari sambil berbalas-balasan. gerakannyapun memiliki ritme tersendiri mengikuti syair dari badong yang dilantunkan. Dalam Tarian badong beberapa hal yang menjadi keharusan sebagai tata baku badong adalah; Penari badong paling sedikit berjumlah lima orang, Syair lagu badong adalah syair yang sudah ters...
MARJALENGKAT Marjalengkat merupakan salah satu bentuk kegiatan olah raga tradisional yang dapat dijumpai diberbagai daerah Indonesia dengan nama berbeda. Seperti di Bengkulu disebut ingkau yang berarti sepatu bambu. Sumatera Barat dinamakan tengkak- tengkak. Lampung disebut egrang yang berarti terompah pancung terbuat dari pohon bambu bulat panjang dan di Jawa Tengah dikatakan jangkungan/egrang yang diambil dari nama burung berkaki panjang. Olah raga marjalengkat ini sering dilakukan pada waktu tempo dulu sebagai ajan...
Di sebuah desa nelayan. Hidup seorang ibu dengan seorang anak lelakinya bernama Malin Kundang. Hidup mereka sangat miskin. Ayah Malin sudah lama meninggal dunia. Ketika kecil, Malin senang mengejar dan suka memukul ayam-ayam tetangga. Suatu hari, ia jatuh terpeleset ketika mengejar-ngejar ayam. Lengannya luka dan meninggalkan bekas yang tidak dapat hilang. Ketika dewasa, Malin Kundang pergi bekerja ke negeri seberang. Setelah berhasil menjadi pedagan kaya, suatu hari Malin Kundang singgah di kampung halamannya. Dengan penuh suka cita, ibunya segera pergi ke pelabuhan menyambut Malin Kundang. Sampai di pelabuhan, ia melihat Malin keluar dari kapal besar dan mewah dengan pakaian yang sangat indah. “Ya Tuhan… Itu Malin...” serunya bangga dan bahagia. Tapi tidak disangka. Malin tiba-tiba mendorong ibunya sampai tersungkur ke tanah. Ibunya kaget, “Aku ibumu Malin. Biar kulihat apakah kau Malin anakku atau bukan,” si ibu segera menyingkap pak...
Museum Tekstil Palembang merupakan museum yang berada disekitar kambang Iwak Palembang, terdapat lebih dari 500 barang bersejarah di Palembang dan Sumatera Selatan. Dari ekstetika bangunan yang berkonsep klasik terlihat bangunan masih berkonsep bangunan bernuansa kolonial Belanda, terdapat satu meriam didepan gedung, selain itu terdapat patung pengantin pria dan wanita berpakaian adat sumatera selatan Di lahan tersebut terdapat dua bangunan yang terpisah, bangunan pertama adalah gedung utama, yaitu yang di gunakan sebagai museum itu sendiri, sedangkan bagian kedua, yang terletak agak kebelakang dan lebih kecil dari gedung utama merupakan gedung untuk sarana batik membatik. Disana akan ada beberapa pengrajin batik yang membuat batik, jika anda datang berkunjung, mereka akan mengajarkan kepada anda bagaimana cara membatik yang benar, tentunya butuh kesabaran yang ekstra dan tekun agar anda bisa mengrajin batik dengan baik. Museum Tekstil saat ini...
Makan Bajamba merupakan makan bersama dalam adat Minang. Dalam 1 pinggan besar berisikan nasi dengan porsi banyak serta 7 varian lauk-pauk. Ketujuh lauk diantaranya gulai ayam nanas, samba padeh, rendang, karupuak lado, gulai buncih, perkedel dan pangeh ikan. Saat proses makan Bajamba berlangsung, kaum wanita harus dipisah dengan kaum lelaki. Sosok yang dituakan lah yang diperkenankan untuk menuangkan beberapa lauk ke dalam pinggan besar. 1 porsi makan Bajamba ini diperuntukkan bagi 6 orang. Dalam sekali makan, nasi beserta menu dalam pinggan harus dihabiskan dan tidak boleh tersisa.
Tarian Tojapalo adalah tarian penyambutan oleh suku Lio, Ende, Nusa Tenggara Timur. Tarian ini biasa dilakukan kaum wanita. Suku Lio inilah yang hidup di sekitar Danau Kelimutu, danau yang memiliki 3 warna berbeda.