Diraksukan kabaya Nambihan cahayana Dangdosan sederhana Mojang priangan Wanita Sunda dilukis dengan pastel (1907) Koleksi Tropenmuseum, Belanda Koninklijk Instituut voor de Taal-, Land-, en Volkenkunde (KITLV), lembaga pengkaji bahasa dan budaya dari Belanda, memiliki sejumlah dokumentasi berupa foto yang menggambarkan wanita Sunda. Dari foto tersebut tampak wanita Sunda berkulit agak kekuningan, hidungnya agak mancung, dan perawakannya cukup lenjang. Yang cukup membuat kita terkejut, adalah pakaian yang dikenakannya. Wanita tersebut dibalut kain samping batik, tetapi, balutan kain itu tidak menutup bagian dadanya ( no bra ). Patut dicatat bahwa potret itu merupakan hasil jepretan juru potret kolonial, dan terjadi pada awal abad ke-20 atau masa kolonial juga. Bagaimana dengan potret wanita Sunda lalu berdasarkan kesak...
Bandung adalah salah satu tujuan utama warga Jakarta yang ingin liburan akhir pekan. Bukan hanya wisata alam dan deretan distro untuk tempat shopping , kulinernya pun selalu menjadi alasan warga untuk berpelesiran ke Kota Kembang, Bandung. Tak cuma brownies, pisang bolen, tahu susu, sampai bakso cuanki Bandung yang jadi incaran. Tahu Yun Sen juga incaran perburuan kuliner khas Bandung. Tahu Yun Sen sendiri dikenal juga sebagai Tahu Talaga. Untuk menuju ke lokasi pabrik tahu ini tidak sulit. Dari arah Jalan Asia Afrika ambil saja ke arah barat menuju Jalan Jenderal Sudirman. Jika Anda melintas pada sebuah lorong sempit di antara dua bangunan besar di Jalan Sudirman 227, di situlah pabrik Tahu Talaga berada. Jangan heran ketika tiba di lokasi, akan tercium bau menyengat khas kunyit dan kedelai yang sedang diolah. Begitu masuk ke dalamnya, hamparan tahu berwarna putih dan kuning yang empuk dan kenyal terlihat menggod...
Masa dulu ada suatu kerajaan di Jawa Barat yang bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan yaitu suatu kerajaan yang makmur serta damai. Kerajaan itu di pimpin oleh seseorang raja bijaksana bernama prabu Swartalaya. Walau negeri itu hidup makmur, tetapi rakyat negeri itu terasa gelisah. Hal itu karena sang raja belum juga dikaruniai momongan sampai sekarang ini. Hingga permasalahan itu bikin raja serta ratu sangatlah sedih, rakyatpun turut gundah. Mereka cemas bila kerajaan nanti tak mempunyai penerus. Pada akhirnya untuk dapat memperoleh keturunan, sang raja menyepi serta bersemedi di suatu goa. Sesudah sekian waktu lamanya, ahirnya harapan sang raja terkabul. Nampak suatu nada tanpa ada bentuk yang berkata bahwa harapanya bakal selekasnya terwujud. Sang raja terasa sangatlah suka, lantas dia menyudahi semedinya serta kembali pada istana. Legenda Telaga Warna Jawa Barat Selang sebagian minggu lalu, permaisuri pada akhirnya memiliki kandungan. Lantas sembilan bln. lalu...
Pada jaman dahulu hidup seseorang bernama Sunan Ibu di sebuah taman indah bernama Taman Sorga Loka. Saat itu Sunan Ibu tengah menunggu kedatangan Dewi Sri Pohaci Long Kancana. Setelah tiba, Dewi Sri Pohaci menceritakan kepada Sunan Ibu bahwa ada suatu tempat di bumi yang belum memiliki cihaya atau sesuatu kebutuhan hidup umat manusia. Tempat itu bernama Buana Panca Tengah. Dewi Sri Pohaci Pergi ke Negeri Buana Panca Tengah Setelah mendengar penuturan Dewi Sri Pohaci, Sunan Ibu lantas memberi perintah kepada Dewi Sri agar ia pergi ke negeri Buana Panca Tengah. Dewi Sri Pohaci menyanggupi tugas yang diberikan oleh Sunan Ibu, namun ia meminta agar kepergiannya ditemani oleh Eyang Prabu Guruminda. Sunan Ibu mengabulkan permintaan Dewi Sri Pohaci. Sunan Ibu kemudian memanggil Eyang Prabu Guruminda dan memerintahkannya agar menemani Dewi Sri Pohaci ke negeri Buana Panca Tengah. Sebelum pergi meninggalkan Taman Sorga Loka, Eyang Prabu Guruminda memin...
Tari Tayuban (https://www.disparbud.jabarprov.go.id) Tari Tayuban konon lahir di lingkungan kraton dan digunakan untuk menghormati tamu-tamu agung juga digunakan untuk acara-acara penting seperti pelakrama agung (perkawinan keluarga Sultan), tanggap warsa, peringatan ulang tahun, papakan, atau sunatan putra dalem. Tayuban kemudian menyebar dan berkembang di masyarakat dengan pengaruh negatif baik datangnya dari luar maupun dari dalam. Waditra yang digunakan adalah laras pelog, gendang, bedug, saron, bonang dsb. Wiyaga berjumlah 15 orang. Busana Wiyaga bendo, baju taqwa, kain batik dan celana sontok. Busana Ronggeng kembang goyang, melati suren, sanggung bokor, cinatok, sangsangan, krestagen dan alat perhiasan. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2018/07/tarian-tradisional-kabupaten-cirebon-jawa-barat/
Tari Gawil (https://unicom.ac.id) Tari Gawil diciptakan pada tahun 1930 oleh Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah (Alm) tari ini mapag perang waktu amarta kehilangan jimat Layang Kalimusada, yang diambil oleh Mustaka Weni dari negara Manik Mantaka. Tari Gawil ini merupakan tarian ladak (lincah) menggambarkan karakter manusia yang lincah sehingga dalam pewayangan biasa ditarikan oleh satria ladak seperti tari Dipatikarna, Arayana dan Ekalaya. Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2017/01/tarian-tradisional-sumedang-jawa-barat/
Atraksi Seni Tari yang ada di Kabupaten Sumedang terdiri dari berbagai jenis seni tari, yaitu : Pancawarna . Tarian ini menggambarkan tentang seseorang yang baru mendapatkan ilmu kesempurnaan hidup. Jayengrana . Asal kata dari Jaya ing rana. Sebuah tarian yang menggambarkan kegembiraan Raja Amir Hamzah ketika ditolong oleh dua putri cantik: Dewi Sirtupulati dan Ratu Sudarawerti untuk dapat melepaskan diri dari tahanan Raja Banu. Tari Jayengrana Tarian ini diciptakan tahun 1942 ketika masyarakat Indonesia sedang mempersiapkan Revolusi yaitu menggambarkan potensi kekuatan wanita dalam berjuang jika bersatu akan membuahkan kekuatan yang besar, karena pada waktu itu masih banyak wanita-wanita yang dipingit. Gandamanah . Menggambarkan seorang patriot bangsa yang memiliki sikap tidak angkung dan sombong. Ibarat ilmu padi makin berisi makin merunduk. Gatotkaca Gandrung . Sebuah tarian yang menggambarkan ketika Gatotgaca cinta kepada Dewi Pergiwa Per...
Ronggeng adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Sunda yang berkembang di Jawa Barat bagian tenggara, khususnya di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kabupaten Pangandaran. Dalam Ronggeng Ibing Sunda, beberapa penari perempuan diiringi musik gamelan dan kawih-kawih (lagu-lagu) Sunda. Kawih-kawih Sunda sebagai pengiring tari Ibing Sunda, juga mengalami perkembangan dengan banyak diciptakan kawih-kawih baru. Pementasan Ketika memulai pertunjukan, mula-mula para nayaga atau pemusik akan memainkan musik-musik pembuka. Segmen ini, biasa disebut tatalu. Sementara segmen tatalu ini, para sinden dan penari merias diri mereka sendiri. Busana yang digunakan, kata dia, masih sesuai pakem, yakni pakaian kebaya serta rambut disanggul. Pada segmen selanjutnya, sinden mendendangkan kawih pembuka, yakni Kidung Pangrajah, Kembang Gadung. Kemudian, tampil juru ibing, atau penari ke depan membawakan tarian pembuka atau disebut ibing bubuka. Pada segmen ini, penye...
Konon, tari soja atau tari ajeng digunakan menak Karawang untuk menyambut kedatangan para gegeden (pengagung) yang datang pada acara pernikahan masyarakat Karawang. Tari soja disebut pula sebagai tari mengarak pengantin. Walaupun sudah berumur puluhan tahun, tarian ini oleh masyarakat Karawang tetap dipergunakan sebagai pelengkap pada upacara penyambutan tamu terhormat, baik di lingkungan pemerintahan, lembaga kemasyarakatan, maupun masyarakat. Tari Ajeng dipakai juga pada upacara ngarak pengantin (soja). Sumber: https://gpswisataindonesia.info/2016/09/tarian-tradisional-karawang-jawa-barat/