Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil.
Sebuah evolusi baru dari produk cokelat kini hadir dikota Garut. Rasa cokelat yang klasik kini tak lagi monoton. Sensasi rasa baru sebuah cokelat ini hadir dari perpaduan cokelat dengan makanan penganan khas tanah Sunda. Adalah Tama Chocolate salah satu perusahaan pengusung dari evolusi cokelat di Garut. Beberapa produk yang telah menjadi brand image cokelat di masyarakat telah tembus ke pasar internasional. Sebut saja Chocodot, Brodol, Gage yang kini menjadi simbol buah tangan kota Garut bagi para wisatawan. Tak ayal banyak artis dan selebritis pun menyempatkan singgah ke 'saung saung coklat' milik Tama Chocolate. Dengan berbalutkan kemasan bersetting simbol-simbol tanah sunda, menjadikan produk Cokelat Garut berkesan tradisional klasik dan bernilai budaya yang tinggi. Perkembangan bisnis dan teknologi yang cukup pesat, membuat perusahaan-perusahaan dengan skala kecil, menengah dan besar sekalipun untuk tetap menyesuaikan diri dengan memanfaatkan kemajuan te...
Awug nya éta kadaharan khas urang sunda anu dijieunna tina tipung béas, tipung kétan, gula beureum, kalapa parud jeung bentukna krucut. Bahan-bahan Tepung beras ¼ kg, kualitas bagus Tepung beras ketan ¼ kg, kualitas bagus Air bersih ½ liter Garam dapur 2 sdt Kelapa 1 btr, parut Gula merah ¼ kg, sisir halus Daun pisang untuk alas secukupnya Cara Membuat Makanan Tradisional Awug Bandung Enak Kumpulkan bahan-bahan berupa garam, air, tepung ketan dan tepung beras lalu tuangkan dalam satu wadah adonan. Aduk merata lalu tambahkan dengan bahan berupa parutan kelapa. Berikutnya, bagi adonan hingga menjadi beberapa bagian dan masing-masingnya diberi tambahan gula merah pada bagian tengah adonan sebagai bahan isi, kemudian selimuti dengan daun pisang yang sudah disiapkan dan masukkan ke dalam pe...
Batik megamendung merupakan corak kain batik khas dari Cirebon, Jawa Barat. dengan corak yang dianggap sebagai masterpiece, batik megamendung sudah mendunia. Bahkan, pemerintah cirebon sudah mendaftarkan batik megamendung ke unesco untuk diakui sebagai warisan dunia.
Putu gendul merupakan salah satu makanan tradisonal khas Gunung Halu Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat. Putu Gendul terbuat dari tepung beras ketan yang dikukus. Cara pembuatannya yaitu tepung ketan di campur dengan gula halus dan gula merah untuk memberikan warna kemudian di cetak di batok kelapa yang berguna sebagai alat pembentuk Putu Gendul dan kemudian di isi enten (campuran dari gula merah dan kerapa parut yang di masak), selanjutnya dikukus di atas Seeng (Sejenis tempat masak yang sering digunakan oleh orang sunda sebagai alat untuk memasak nasi) selam 10-15 menit sampai adonan mengeras. Kemudian di angkat dan Putu Gendul siap di hidangkan. Warna coklat yang di dapat berasal dari gula palem atau gula merah yang di campur dalam adonan. Putu Gendul ini paling enak di makan ketika hangat.
Kue ali merupakan salah satu makana tradisional yang terbuat dari tepung beras. Di daerah lain ada yang menyebutnya kue cincin dan ali agrem. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kue ali yaitu tepung beras dan gula merah. Gula merah di masak sampai mencair dan matang kemudian cairan gula merah dituangkan kedalam baskom yang berisi tepung beras. Bahan yang ada di baskom kemudian di campur hingga merata dan dicetak menggunakan tutup botol sehingga ukurannya sama. Setelh itu kue ali di goreng satu persatu hingga berwarna emas kecoklatan, sebelum di masukan kedalam minyak jangan lupa ditengah adonan di beri bolong. Hal ini lah yang menyebabkan asal usul pemberian nama kue ini yaitu berbentu seperti ali (bahasa sunda dari cincin). RM/Toko yang Menyediakan: Cake Shop Ali Agrem Buhun Cake Shop Address: Jl. Soekarno Hatta No.4, Cibuntu, Bandung Kulon, Kota Bandung, Jawa Barat 40212 Phone: 0896-1794-5845
Boboyongan dengan nama lain Surak Ibra, diciptakan oleh Rd. Djadjadiwangsa putera Rd. Wangsa Muhammad (Pangeran Papak) pada tahun 1910 di Kampung Sindangsari Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja. Kesenian ini menggambarkan keinginan masyarakat untuk mempunyai pemerintah dan pemimpin sendiri, dengan semangat kebersamaan untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan antara pemerintah dan masyarakat. Kesenian ini didukung oleh 40 sampai 100 orang pemain, dengan alat kesenian yang digunakan seperti kendang penca, angklung, dog-dog, kentongan dan lain-lain. Kesenian ini juga berupa sindiran/protes terhadap pemerintahan Belanda yang bertindak sewenang-wenang terhadap masyarakat pribumi.
Dayeuh Luhur, atau jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti "kota atas" adalah sebuah daerah yang sangat kental akan nilai historis bagi Kabupaten Sumedang karena tempat ini adalah daerah yang dipilih oleh Prabu Geusan Ulun sebagai pusat kerajaan yang baru setelah dipindahkannya pusat kerajaan Sumedang Larang dari Kutamaya, hal tersebut dilakukan karena Kutamaya saat itu porak poranda diserbu oleh Kesultanan Cirebon akibat salah paham dalam kasus Ratu Harisbaya. Di Dayeuh Luhur inilah Prabu Geusan Ulun meneruskan pemerintahan Sumedang Larang hingga beliau wafat. Mungkin itu sekilas kisah sejarah Sumedang ditempat bernama Dayeuh Luhur ini, namun mungkin bukan itu yang akan saya ceritakan kali ini karena pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan sebuah sasakala atau cerita rakyat yang berkembang di tempat ini, ceritanya berkisah tentang terbentuknya gunung-gunung yang ada di daerah Dayeuh Luhur yaitu Gunung Bongkok, Gunung Gajah, dan Gunung Bagug Anjing....
Badeng suatu jenis kesenian tradisional dari Desa Sanding Kec. Malangbong. Kesenian ini di ciptakan pada tahun 1800 oleh penyebar Agama Islam bernama Arfaen atau lebih dikenal dengan nama Lurah Acok. Badeng suatu jenis kesenian sebagai media untuk menyebarkan Agama Islam dengan cara membawakan lagu-lagu sunda buhun dan sholawatan. Badeng itu sendiri artinya bermusyawarah atau berunding, alatnya terdiri dari angklung kecil dan besar serta dog-dog lonjor.