Tari Jaipong atau dikenal sebagai Jaiponganadalah tarian yang diciptakan pada tahun 1961 oleh Gugum Gumbira
Tari topeng Menak Jingga diciptakan oleh Rd. Ono Lesmana Kartadikusumah pada tahu 1942.Â
Kuda Renggong merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang berasal dari Sumedang. Kata "renggong" di dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata ronggeng yaitukamonesan (bahasa Sunda untuk "ketrampilan") cara berjalan kuda yang telah dilatih untuk menari mengikuti irama musik terutama kendang, yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan dalam arak-arakan anaksunat.
Ladu merupakan sebuah makanan sederhana khas Kab. Garut, makanan ini terbuat dari beras ketan dan layak dicoba. Tekstur makanan ini agak kasar dan jika digigit kenyal mirip dodol namun sensasinya berbeda dan inilah yang membuat ladu makanan tradisional khas yang pertama dipopulerkan oleh masyarakat Malangbong Garut ini benar-benar khas. Untuk mendapatkan ladu tidaklah susah, dengan banyaknya sentra oleh-oleh yang menyediakan aneka makanan khas kita dengan mudah mendapatkan makanan khas yang wajib anda coba ini. Mungkin kita sangan familiar dengan dodol garut atau chocodot dan biasas menjadikannya sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat tercinta, nah kali ini cobalah ladu dan menjadikannya sebagai bingkisan unik untuk kita jadikan oleh-oleh sepulang kita berkunjung dan menikmati tempat wisata di Garut.
Angleng dan Wajit merupakan penganan / kuliner yg dibuat berdasarkan bahan dasar yg sama hanya bentuk dan cara mengolah sdkt berbeda.. Makanan Khas Garut Angleng terbuat dari Beras ketan berkualitas dan bahan bahan pilihan terbaik.Sepintas makanan daerah ini mirip dengan wajit, namun Angleng punya rasa tersendiri di lidah kita. Rasa unik yang dimiliki cemilan inilah yang membuat penduduk Garut khususnya, sering menjadikan Angleng sebagai makanan suguhan tamu pada perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran serta perayaan lainnya masyarakat di Jawa Barat. RM/Toko yang Menyediakan : SBR 3 Pusat Oleh-oleh Garut Souvenir store in Langensari, Indonesia Address: Tanjung Kubang, Jl. Otista, Tarogong, Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151 Phone: 0823-1651-8671
Sambel Cibiuk merupakan makanan khas kota Garut persisnya di Kacamatan Cibiuk. Sambel ini sepintas tidak berbeda dengan sambel pada umumnya. Namun jika dilihat dari bahan dan rasanya, sambel cibiuk memiliki ke khasan rasa. Ada mitos tentang sambel ini bahwa sepedas apapun rasanya, orang yang melahapnya tidak akan pernah sakit perut. Ada dua macam sambel Cbiuk yaitu sambel hijau dan sambel merah. Sambel merah terbuat dari bahan tomat merah, cabe merah, daun kemangi, gula, garam, bawang putih, bawang merah dan kencur. Sedangkan sambel hijau terbuat dari bahan tomat hijau, cabe rawit yang masih hijau, daun kemangi, gula, garam, bawang putih, bawang merah, dan kencur. Kadang-kadang di tambah terasi sedikit. Menurut kepercayaan orang Cibiuk, untuk membuat sambal Cibiuk dengan citra rasa yang asli terlebih dahulu harus menguasai mantra-mantranya
Sejarah Angklung Pada jaman dahulu kala, instrumen angklung merupakan instrumen yang memiliki fungsi ritual keagamaan. Fungsi utama angklung adalah sebagai media pengundang Dewi Sri (dewi padi/kesuburan) untuk turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada musim tanam. Angklung yang dipergunakan berlaraskan tritonik (tiga nada), tetra tonik (empat nada) dan penta tonik (5 nada). Angklung jenis ini seringkali disebut dengan istilah angklung buhun yang berarti “Angklung tua” yang belum terpengaruhi unsur-unsur dari luar . Hingga saat ini di beberapa desa masih dijumpai beragam kegiatan upacara yang mempergunakan angklung buhun, diantaranya: pesta panen, ngaseuk pare, nginebkeun pare, ngampihkeun pare, seren taun, nadran, helaran, turun bumi, sedekah bumi dll.
Pada suatu masa, di sebuah tempat nan jauh dari ibu kota Kerajaan Sumedang Larang terdapat sebuah tempat yang yang asri dan sangat indah. Tempat tersebut berada tidak jauh dari sebuah gunung yang bernama Gunung Bongkok. Dari gunung itu, mengalir sebuah sungai yang membelah dua desa dan sekaligus menjadi batas alamnya (kelak kedua desa tersebut bernama Desa Cikaramas Sumedang - Desa Cikawung Subang). Sungai itu seolah menjadi urat nadi bagi penduduk sekitar, karena aliran airnya mampu mengairi areal persawahan disekitarnya, padahal kebanyakan sawah penduduk berjarak kurang lebih 8,5 km dari mata air. Menurut cerita, di daerah tersebut hiduplah seorang pemuka agama/Kyai yang bernama Eyang Abdul, beliau adalah pendiri sekaligus pimpinan pondok pesantren yang pertama di dusun Sukamanah Tanjungmedar. Pada suatu ketika, beliau kedatangan seorang tamu penduduk dusun setempat yang bermaksud untuk memohon kepadanya agar mengobati salah satu keluarga sang t...
Diceritakan, di sebuah desa ada seorang gadis yang terkenal sangat cantik, gadis tersebut bernama Nyi Sari, saking cantiknya, dirinya menjadi kembang desa di kampungnya. Perawakan Nyi Sari tinggi semampai dengan wajah yang sangat cantik, kulitnya kuning langsat. Singkatnya, Nyi Sari adalah sosok idaman bagi kebanyakan jejaka. Tapi, Nyi Sari mempunyai satu sifat buruk, yaitu dirinya sangat sombong. Namun, walaupun Nyi Sari bersifat sombong, tetap banyak pemuda yang suka padanya dan ingin memperistrinya, kalau sampai ada pemuda yang mampu mendapatkan cintanya, bisa dikatakan pemuda tersebut sangat beruntung. Sudah sangat banyak pemuda yang melamar Nyi Sari, tapi ditolak. Nyi Sari beranggapan para pemuda yang melamarnya tidak pantas untuk bersanding dengan dirinya. Suatu hari, tersebutlah ada seorang pemuda yang melamar Nyi Sari. Pemuda tersebut berasal dari desa sebelah. Sesampainya di rumah Nyi Sari, dirinya langsung menyebutkan bahwa maksud kedatanganny...