Setelah hampir 3 tahun web budaya-indonesia.org menggunakan MediaWiki, kini situs ini pun akhirnya menggunakan sistem dan tampilan yang baru. Sistem ini hasil kerjasama antara BFI, IACI dan INVASA.Tampilan dan sistem yang baru ini diharapkan dapat memudahkan publik untuk menjelajah ( browsing ) atau menambahkan ( input ) data tentang elemen budaya. Sistem yang dibangun ini juga pada akhirnya ditujukan untuk menjadi sebuah katalog online budaya.IACI berharap dan terus berjuang agar situs ini dapat menjadi basis data kebudayaan Nusantara, yang dibangun oleh seluruh masyarakat.
Indonesia tidak hanya memiliki diversitas geografis dan biologis yang sangat tinggi, tetapi juga keragaman kultural yang menarik banyak perhatian. Ada begitu banyak variasi bahasa, motif, lagu daerah, tarian, senjata, obat-obatan, desain rumah adat yang tersebar di bumi Nusantara. Lalu, bagaimanakah mengeksplorasi keragaman kultural tersebut agar bisa memarakkan tenaga yang sekaligus mendorong perkembangan negeri ini dan memperkaya khazanah dunia? Mungkinkah kajian kompleksitas budaya di Indonesia bisa benar-benar membuka jalan menuju kebangkitan Indonesia? Apa sumbangan kajian kompleksitas budaya yang mendapat banyak ilham dari ilmu-ilmu alam dan matematika ini, yang sulit diperoleh dari kajian budaya yang berdasar pada ilmu-ilmu sosial dan humaniora? Hokky Situngkir (Bandung Fe Institute) yang juga merupakan Koordinator Majelis IACI akan menjadi pembicara dalam diskusi ini. Selain itu akan hadir juga sebagi pembicara, Ida I Dewa Gede Raka (Institut Teknologi Bandung). Pranala terkai...
Pada hari Rabu, 19 Oktober 2011, Freedom Institute akan mengadakan sebuah diskusi tentang kebudayaan dan renesans Indonesia. Hadir pada acara ini adalah Hokky Situngkir dari Bandung Fe Institute yang juga merupakan koordinator Majelis IACI, akan memaparkan tentang "Dari Kompleksitas Budaya Tradisi Ke Renesans Indonesia". Makalah tersebut tersedia di situs Freedom Institute. Pembicara lain yang turut mengisi acara adalah Ida I Dewa Gede Raka dari Institut Teknologi Bandung.
Kalender bambu Batak yang terbuat dari sepasang tabung bambu diukir dari gambaran yang bergaya kalajengking besar, kadal, dan dua lipan . Kalender ini dibuat oleh orang Batak Danau Toba di Sumatra, Indonesia.
Pada hari Senin, 12 Desember 2011, telah diadakan diskusi dan konferensi pers tentang Gerakan Sejuta Daya Budaya . Acara tersebut mengambil tempat di Gedung eks Bina Graha. Pada sesi diskusi, Hokky Situngkir yang merupakan Koordinator Majelis IACI memaparkan tentang pentingnya pendataan kebudayaan tradisional Nusantara. Beberapa hal yang menjadikan pendataan kebudayaan ini menjadi penting adalah bahwa: Perlindungan Hukum Adanya database budaya akan mencegah terjadinya sengketa HAKI budaya atau klaim pihak asing terhadap artefak budaya Indonesia. Penelitian Kebudayaan Penelitian budaya membutuhkan data empiris yang kuat. Database budaya akan mendorong terjadinya penelitian kebudayaan secara masif dan empiris. Pengembangan Ekonomi Kerakyatan dan Kesejahteraan Sosial Database budaya akan mendorong terjadinya inovasi kebudayaan secara lebih cepat sehingga dapat memperkaya diversitas produk dan diversitas pasar produk kebudayaan, sehingga menghasilkan...
Chocodot adalah makanan inovasi modern dari tradisi Dodol Garut diramu menjadi Coklat dengan berbagai rasa. Diproduksi oleh PD Tama Indonesia. Website: www.cokelatgarut.com Tempat yang Menyediakan: Chocodot Coklat Unik Lucu Untuk Hadiah Chocolate Shop Address: Jl. Otista, No. 2, Pasawahan Tarogong, Rancabango, Garut Jawa Barat, Pananjung, Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44151 Order: coklatgarut.com Phone: 0811-2035-689
Pendataan data budaya tradisional di www.budaya-indonesia.org ini bersifat inisiatif dan partisipatif dari semua kontributor (sobat budaya). Semakin banyak seorang kontributor memberikan partisipasinya, maka semakin kuat posisinya dalam susunan organisasi dari Sobat Budaya Indonesia. Makin tinggi posisi seorang Sobat Budaya, makin banyak pula berbagai fasilitas keorganisasian dari Sobat Budaya, termasuk penentuan berbagai hal terkait manajemen web www.budaya-indonesia.org, ekspedisi budaya, dan sebagainya. Posisi-posisi tertentu dari Sobat Budaya (dilihat dari kontribusinya) diharapkan akan bahu-membahu dengan Pengurus IACI dalam mengelola Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, sesuai dengan kemampuan masing-masing. Berikut dijelaskan tentang aturan penilaian ( keping ) dari kontribusi di situs www.Budaya-Indonesia.org . Setiap kontribusi data yang telah disubmit ke situs ini, penyumbang akan diberikan skor (disebut keping ). Terdapat 2 jenis satuan data yang memiliki ni...
UPACARA ADAT BUDAYA SUNDA (NUSANTARA - SABUANA) "NGERTAKEUN BUMI LAMBA" -mapag sasih kapitu suryakala- Ngertakeun bumi lamba, artinya Mensejahterakan Kehidupan Bumi Alam, seperti yang diamanatkan Sang Prabu Siliwangi 1482-1521M, dalam Sanghyang Siksa Kanda’ng Karesian. Upacara ini sebagai salah satu bentuk dari kearifan lokal masyarakat adat dalam berhubungan dengan alam yang mendesak manusia untuk mengubah sikapnya terhadap lingkungan, yaitu dengan berusaha kembali untuk lebih arif dalam memperlakukannya seperti yang telah dilakukan oleh leluhur sejak dulu. Upacara Ngertakeun Bumi Lamba adalah upacara untuk menjalankan pesan kasepuhan (orangtua adat) dari Kanekes, yang menitipkan 3 (tiga) Gunung, sebagai Pakualam (harus diperlakukan sebagai tempat suci yang penting bagi warga adat yang mengakui dirinya Urang Bandung), yaitu Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Wayang dan Gunung Gede sebagai tempat 'Kabuyutan' (sumber air, makanan atau juga leluhur). Inti upacara adala...